TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Letjen TNI Mulyono Resmi Menjadi KASAD

ksad

Panglima TNI yang juga mantan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, secara resmi menyerahkan tugas dan tanggungjawab sebagai Kasad Kepada Letnan Jenderal TNI Mulyono, yang digelar di Lapangan Apel Mabesad,  Jakarta Pusat, Rabu (15/07).

penandatanganan

Acara serah terima jabatan dilakukan pada sore hari sekitar pukul 15.00 Wib, setelah Presiden RI, Bapak Ir. H. Joko Widodo melantik dan mengambil sumpah mantan Pangkostrad ini di Istana Negara siang tadi.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan perwira tinggi TNI. Seperti Menhan RI, anggota komisi I DPR, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Kasal, Kasau, para sesepuh TNI AD, para Pangkotama jajaran TNI, para komandan satuan, serta tamu undangan.

Letnan Jenderal TNI Mulyono merupakan lulusan terbaik Seskoad Tahun 1999 adalah alumni Akademi Militer 1983, yang lahir di Boyolali pada 1 Februari 1961. Jenderal Bintang Tiga ini mengawali karier militernya sebagai Komandan Peleton-1 Kompi-B Yonif -712. Pada 1997 menjadi Komandan Batalyon 143 Korem-043, kemudian dipercaya sebagai Komandan Kodim 0901/Samarinda, Kalimantan Timur. Letjen TNI Mulyono juga pernah menjabat sebagai Wakil Komandan Kodiklat TNI AD pada 2012, Asisten Operasi Kasad pada 2013, Panglima Kodam Jaya pada 2014. dan terakhir sebelum menjabat Kasad sebagai Panglima Kostrad.

Semangat Pembaruan

Dalam amanatnya Panglima TNI menyampaikan, bahwa pergantian pucuk pimpinan TNI AD harus mampu mendorong semangat pembaruan dan penyegaran pemikiran, yang diorientasikan dan diproyeksikan bagi peningkatan kinerja organisasi, guna penajaman visi dan misi strategis TNI AD ke depan.

Saat ini, TNI telah menentukan 3 (tiga) arah kebijakan, yang melingkupi pengembangan kemampuan dan pembangunan kekuatan matra darat, laut dan udara, dalam format interoperabilitas operasional dan gelar kekuatan TNI, pada koridor kebijakan Minimum Essential Force.

Penjabaran ketiga kebijakan tersebut meliputi; Pertama, meliputi peningkatan kemampuan operasional satuan-satuan di jajaran TNI secara terpadu, melalui optimalisasi interoperabilitas kekuatan TNI. Kedua, meningkatkan profesionalisme dan disiplin prajurit, melalui optimalisasi pendidikan di jajaran TNI, peningkatan kesejahteraan prajurit, serta pengembangan mental kejuangan keprajuritan dan loyalitas, yang diselaraskan dengan norma-norma kehidupan demokrasi yang berkembang. Ketiga, membangun hubungan kelembagaan dan sinergitas kerja antara TNI-Polri, serta antara TNI dengan Lembaga Kementerian dan Non-Kementerian, untuk secara bersama-sama dapat menganalisa perkembangan lingkungan strategis dari semua aspek.

Pada kesempatan tersebut, Panglima TNI mengingatkan bahwa TNI AD tidak akan pernah menyerah dan selalu menang dalam tiap pertempuran, maka latih, latih dan latihlah prajuritmu, serta pimpinlah dengan segenap hati dan pikiranmu. “Buat mereka gila. Gila dalam membela dan mencintai negara, gila dalam pertempuran dan tak kenal menyerah. Selamat Bertugas, Negara Menunggu Dharma Bhaktimu”, tegas Jenderal Bintang kelahiran Tegal.

Pasukan yang Terlibat

Kurang lebih 1000 prajurit dan PNS ikut terlibat sebagai pasukan upacara. Adapun pasukan militernya berasal dari pasukan khusus (Kopasus), Yonif 328 Div-I/Kostrad, Armed, Arhanud, Zeni, Batalyon 202/Tajimalela, Polisi Militer, Pasukan Kowad, satu pasukan dari Taruna Akmil, satu pasukan gabungan Perwira dan pasukan PNS.

Sementara itu Alutsista yang dipamerkan dalam perhelatan ini diantaranya heli bell 412, Tank Leopard, Marder, Tarantula, Meriam 155, Ranpur Komodo, Tank M113 dan lainnya.

Acara ini diakhiri dengan defile prajurit di depan Panglima TNI dan mantan-mantan KSAD. Diantaranya yaitu Jend (Purn) Try Sutrisno, (Purn) R. Hartono, Jend (Purn) Sobagyo HS, Jend (Purn) Endriartono Sutarto, Jend (Purn) Ryamizard Ryacudu, Jend (Purn) Pramono Edi Wibowo, Jend (Purn) Budiman, dan Jenderal TNI Dr. Moeldoko. (Dispenad)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Letjen TNI Mulyono Resmi Menjadi KASAD