TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Para Kandidat Pengganti Gatot Nurmantyo

By 14 Jul 2015 11:20Kliping
logo-tni-ad-featured-1600×900-3

Saat berbuka puasa bersama wartawan hari Selasa tanggal 7 Juli 2015, di Mabes TNI Cilangkap, Panglima TNI Jenderal Moeldoko memberikan bocoran sejumlah nama kandidat Kepala Staf TNI Angkatan Darat pengganti Jenderal TNI Gatot Nurmantyo. Menurut dia, ada empat Jenderal bintang tiga (Letnan Jenderal) yang berpeluang menempati posisi tersebut.

Namun, saat itu Moeldoko tidak menyebutkan iden­titas Letnan Jenderal yang berpotensi menjabat KSAD. Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1981 ini hanya menga­takan. Tapi, memang ada satu yang terlalu senior dan men­jelang pensiun di Kodiklat (yang dimaksud adalah Letnan Jenderal TNI Lodewijk Paulus, alumnus Akademi Militer 1981). Ada be­berapa lagi Letnan Jenderal yang bisa menjadi KSAD.

Sejumlah  nama  calon  KSAD  ini   kemudian  diperinci   oleh Kapuspen  TNI Mayjen TNI Fuad Basya.  Fuad menyebutkan nama-nama   Jenderal   bintang  tiga   di jajaran  TNI  Angkatan Darat. Mereka adalah Sekjen Kementerian Per­tahanan Letjen TNI Ediwan Prabowo (Akmil 1984), Inspektur Jenderal TNI Letjen TNI Syafril Mahyudin (Akmil 1982), Wakil Kepala Staf TNI AD Letjen TNI M Munir (Akmil 1983), dan Panglima Kostrad Letjen TNI Mulyono (Akmil 1983).  Selain itu ada Sekjen Dewan Ketahanan Nasional Letjen TNI Wa­ris (Akmil 1981) dan Komandan Sesko TNI Letjen TNI Sony Widjaja (Akmil 1982).

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang akan menjabat sebagai Panglima   TNI   menuturkan,  semua   Jenderal    bintang    tiga di ja­jaran  TNI AD berpeluang  men­jadi KSAD.   Siapa pun itu, se­mua Jenderal bintang tiga TNI AD memiliki peluang yang sama untuk menjadi calon KSAD, ka­tanya kepada Harian Umum Kompas tanggal 9 Juli 2015.

Prospek

Penentuan nama calon KSAD akan melalui sejumlah prosedur. Gatot akan memimpin Dewan Jabatan dan Kepangkatan Ting­gi (Wanjakti) TNI yang akan bersidang membahas tentang calon KSAD. Wanjakti akan me­milih sejumlah nama untuk di­usulkan kepada Presiden seba­gai KSAD.

Sejumlah pertimbangan dite­ngarai akan diambil Wanjakti dalam memilih calon KSAD, se­perti pengalaman tugas dan waktu pensiun.

Namun, menarik untuk me­lihat prospek para Letnan Jen­deral yang akan menggantikan Gatot, dengan melihat jejaring penugasan dan hubungan senior yunior dengan Gatot yang merupakan lulusan Akmil 1982.

Hubungan senior yunior cu­kup penting di TNI, termasuk TNI AD. Sebagai contoh, ketika Gatot mendapat promosi men­jadi Gubernur Akademi Militer, dia berziarah ke makam Jen­deral (Purn) Edi Sudrajat di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta.

Saya waktu Letnan Dua jadi ajudan beliau. Saya belajar ba­nyak dari Pak Edi dan berjanji kalau bisa dapat pangkat Jende­ral saya akan ziarah. Demikian pula setiap dapat promosi saya akan ziarah ke beliau, kata Gatot yang ditemui seusai berzi­arah di TMP Kalibata beberapa tahun silam sebelum menjabat Gubernur Akmil (2009-2010).

Kedekatan hubungan semasa penugasan juga memegang pe­ran penting dan biasanya akan berlanjut dalam jangka panjang. Pola relasi pengasuh dan taruna juga menjadi salah satu faktor tumbuhnya kepercayaan dan kerja sama. Sebagai contoh, mantan KSAD Jenderal (Purn) Budiman pernah jadi pengasuh Mayor  Jenderal TNI  Andika Perkasa yang  kini jadi Komandan Pa­sukan Pengamanan Presiden.

Menilik relasi hubungan se­sama angkatan, adik dan kakak tingkat, serta relasi pengasuh, menarik menimbang rekam je­jak kerja Gatot. Hubungan se­masa taruna, kedinasan dan tu­gas operasi kerap jadi faktor pe­nentu kerja-kerja di tingkat elite serta   pemilihan  para  perwira  yang  diharapkan  dapat mener­jemahkan keinginan pimpinan.

Tugas

Gatot pernah bertugas di Merauke dan Jayapura, Papua. Gatot Nurmantyo juga berkarya di Kodam V/Brawijaya dan Di­visi II Kostrad yang bermarkas di Malang, Jawa Timur.

Gatot mengawali karier di Batalyon Infanteri 315/Garuda, Batalyon Infanteri 320/Badak Putih, dan Batalyon Infanteri 310/Kidang Kancana sebagai perwira yunior. Gatot menjadi ajudan Edi Sudrajat saat dia menjabat Pangdam III/Siliwangi.

Gatot berkisah, setelah itu dia ditantang Edi Sudrajat untuk merintis pembangunan Pusat Latihan Tempur Baturaja di Sumatera Selatan. Karier Gatot  melesat  sejak  menjadi Koman­dan Batalyon Infanteri 731/Kabaresi di Maluku. Dia lalu men­jabat Dandim 1707/Merauke dan Dandim 1701/Jayapura. Selanjutnya, dia kembali berkip­rah di Pulau Jawa. Setelah menjadi  Danrem  061/Suryakencana  di Bogor,  dia  menjadi Ke­pala Staf Divisi II Kostrad hing­ga kemudian kariernya terus melejit.

Bisa diperkirakan, Gatot punya hubungan atau pernah berurusan dengan teman seangkatan atau para yuniornya yang pernah berdinas di tempat-tem­pat dia pernah bertugas. Hal ini bukan masalah kroni, melainkan persaudaraan yang dalam dunia militer digembleng dalam ke­bersamaan saat suka dan duka.

Dari ukuran-ukuran tersebut, bisa dilihat bibit-bebet-bobot dalam memilih KSAD baru yang tentunya diharapkan bisa bekerja sama baik dengan Gatot saat menjabat sebagai Panglima TNI. KSAD pengganti Gatot bisa teman satu angkatan, adik angkatan, dan sangat kecil kemungkinan kakak angkatan Gatot.

Selain   berbagai  pertimbangan  tersebut,  dalam  tatanan demo­krasi modern, Direktur Ekseku­tif Imparsial Poengky Indarti berharap ada sosok reformis se­bagai KSAD. Reformasi TNI harus berlanjut. KSAD harus bersih dari dugaan korupsi, pe­langgaran HAM, dan tidak me­noleransi percaloan alutsista serta mampu membenahi kultur TNI agar lebih profesional, taat hukum,  dan  menghormati  hak asasi manusia, katanya.

Jenderal  TNI (Purn) Subagyo Hadi Siswoyo  (1998-1999), Lahir: Kota  DI Yogyakarta Jawa Tengah, 12 Juni 1946, Angkatan: Akabri 1970, Jabatan sebelum KSAD: Dan Kopassus (1994-1995), Pangdam IV/Diponegoro (1995-1997) dan Wakil KSAD (1997-1998).

Jenderal TNI  (Purn)  Tyasno  Sudarto (1999-2000), Lahir: Magelang Jawa Tengah, 14 November 1948, Angkatan: Akabri 1970, Jabatan sebelum KSAD: Asisten Perencanaan dan Anggaran KSAD (1996-1998), Panglima ke-23 Kodam IV/Diponegoro (1998-1999) dan Kepala Badan Intelijen (NA) ABRI (1999-1999).

Jenderal TNI (Purn) Endriartono Sutarto2000-2002), Lahir: Purworejo Jawa Tengah, 29 April 1947, Angkatan: Akabri 1971, Jabatan sebelum KSAD: Dan Paspampres (1997-1998), Asops Kasum ABRI (1998-2000) dan Wakil KSAD (2000).

Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu (2002-2005), Lahir: Kota Palembang Sumatera Selatan, 21 April 1950, Angkatan: Akabri 1974, Jabatan sebelum KSAD: Kepala Staf Kostrad (1998-1998), Pangdam Jaya (1999-2000), Pangdam V/Brawijaya (1999-1999), dan Pangkostrad (2000-2002).

Jenderal  TNI (Purn)  Djoko  Santoso  (2005-2007), Lahir: Solo Jawa Tengah, 8 September 1952, Angkatan: Akabri 1975, Jabatan sebelum KSAD: Pangdivif 2 Kostrad (2001), Pangdam XVI/Pattimura merangkap Pangkoops Pemulihan Keamanan di Maluku (2002-2003), Pangdam Jaya DKI Jakarta (2003-2004)  dan Wakil KSAD (2004-2005).

Jenderal      TNI         (Purn)     Agustadi     Sasongko     Purnomo (2007-2009), Lahir:  Kota Surabaya Jawa Timur, 6 Agustus 1952, Angkatan: Akabri 1974, Jabatan sebelum KSADPangdivif 2/Kostrad, Pangdam XVI/Pattimura, Pangdam  Jaya  (2004-2006)  dan Sesmenko  Polhukam (2006-2007).

Jenderal TNI (Purn) George Toisutta (2009-2011), Lahir: Kota Makassar Sulawesi Selatan, 1 Juni 1953, Angkatan: Akabri 1976, Jabatan sebelum KSAD: Panglima Divisi Infanteri I Kostrad (2001), Pangdam XVII/Trikora (2005), Pangdam Ill/Siliwangi, Bandung (2006-2007) dan Panglima Kostrad (2007).

Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo (2011-2013), Lahir: Kota Magelang Jawa Tengah, 5 Mei 1955, Angkatan: Akabri 1955, Angkatan: Akabri 1980, Jabatan sebelum KSAD: Wakil Komandan Jenderal Kopassus (2005), Kepala Staf Daerah Militer IV/Diponegoro (2007), Komandan Jenderal Kopassus (2008), Pangdam III/Siliwangi (2009-2010) dan Pangkostrad (2010-2011).

Jenderal TNI Moeldoko (2013), Lahir: Kota Kediri Jawa Timur, 8 Juli 1957, Angkatan: Akabri 1981, Jabatan sebelum KSAD: Panglima Divisi Infanteri l/Kostrad (2010), Panglima Kodam Xll/Tanjungpura (2010), Panglima Kodam Ill/Siliwangi (2010), Wakil Gubernur Lemhannas (2011), dan Wakasad (2013)

Jenderal TNI (Purn) Budiman (2013-2014, Lahir: Jakarta, 25 September 1956, Angkatan: Akabri 1978, Jabatan sebelum KSAD: Pangdam IV/Diponegoro(2009), Dankodiklat TNI AD(2010), Wakasad tahun (2011), dan Sekjen Kemenhan (2013).

Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (2014-2015), Lahir: Tegal Jawa Tengah, 13 Maret 1960, Angkatan: Akabri 1982, Jabatan: Gubernur Akmil (2009-2010) Pangdam V/Brawijaya (2010-2011), Dankodiklat TNI AD (2011-2013) dan Pangkostrad (2013-2014). (Sumber: HU Seputar Indonesia)

 

 

 

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Kodam Iskandar Muda Kodam XVI/Patimura PORAD Kodam V/Brawijaya Kodam Jaya Puspen TNI Kodam IX/Udayana Kodam XII/Tanjungpura Berita Satuan
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Para Kandidat Pengganti Gatot Nurmantyo