TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Pergantian Jabatan Panglima TNI: Dukung Penuh Poros Maritim

By 15 Jul 2015 08:57Kliping
logo-tni-ad-featured-1600×900-3

Pang­lima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menegaskan komit­men untuk membangun keku­atan TNI dalam rangka men­dukung visi poros maritim yang strategis sesuai perkembangan global dan regional.

Ia juga bertekad untuk me­ningkatkan profesionalitas pra­jurit yang selaras dengan kehi­dupan demokrasi yang berkem­bang, serta akan membangun hu­bungan kelembagaan dan sinergi kerja TNI dengan Polri, TNI de­ngan lembaga kementerian dan non kementerian dalam tugas operasi militer.

Komitmen ini  ditegaskan Ga­tot seusai serah terima jabatan dari Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko di Plaza Mabes TNI pada hari   Selasa   tanggal  14   Juli   2015.     Konsolidasi   merupakan kelanjutan  program   Jenderal   TNI  Moeldoko,  alutsista  ba­ru, doktrin  diperbarui, interoperabilitas  tiga  matra dan ke­sadaran TNI  lahir  dari  rakyat, berjuang  untuk  rakyat,  dan  men­cintai rakyat.   Kekuatan  TNI  ada­lah kedekatan  dengan rakyat, kata Gatot.

Oleh   karena   itu,   TNI     akan    me­ningkatkan    kemampuan ope­rasional satuan-satuan di jajaran TNI melalui optimalisasi interoperabilitas dalam rangka meng­hadapi segala bentuk ancaman, serta melaksanakan kebijakan poros maritim, dan menjaga sumber daya alam nasional.

Kelanjutan kasus di Gowa

Selanjutnya, mengenai kasus pembunuhan dan penusukan dua prajurit Kostrad di Gowa, Sulawesi Selatan pada tanggal 12 Juli 2015, Gatot menegaskan, peristiwa itu adalah perbuatan kriminal. Ka­laupun ada keterlibatan oknum aparat dalam tindak kekerasan, merupakan perilaku oknum.

Dia yakin Polri akan profe­sional menangani kasus Gowa. Kejahatan yang terjadi di tem­pat gelap dan tidak ada saksi pun bisa diungkap  polisi. Apalagi pe­ristiwa  pengeroyokan  yang ber­ujung pembunuhan ini terjadi di tempat keramaian. Biarkan polisi melakukan penyelidikan, pasti tersangka akan ditangkap, kata Gatot.

Kepala Polri Jenderal (Pol) Badrodin Haiti mengungkapkan terkait   kasus   tersebut,  Mabes  Polri   telah   mengirim   tim ke Sul­sel. Kita tidak bisa menduga-duga siapa pelaku karena tim se­dang bekerja, kata Badrodin.

Di Makassar, penyidik Polda Sulsel dan Barat telah memper­oleh rekaman  kamera   pemantau  atau  CCTV  terkait  peristiwa pe­nyerangan terhadap dua prajurit Kostrad TNI AD di Gowa. Re­kaman itu akan dianalisis lebih jauh untuk membantu pengung­kapan kasus tersebut.

Rekaman itu akan dibawa ke Jakarta untuk dianalisis lebih ja­uh, kata Kapolda Sulselbar In­spektur Jenderal (Pol) Anton Setiadji.

Anton menjelaskan, rekaman CCTV  itu  diharapkan  akan mem­bantu proses pengungkapan pe­ristiwa itu, terutama untuk mengungkap pelaku penyerang­an. Ia juga memerintahkan tim penyidik untuk memeriksa re­kaman CCTV lain di sepanjang jalur yang  diduga  menjadi  rute  pelarian para pelaku seusai pe­nyerangan itu. (Sumber: HU Kompas)

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Berita Satuan Tips Kesehatan Kodiklat Kodam XVI/Patimura Kodam V/Brawijaya
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Pergantian Jabatan Panglima TNI: Dukung Penuh Poros Maritim