TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Prajurit Angkatan Darat Harus Tangguh dan Profesional

By 15 Jul 2015 09:25Kliping
logo-tni-ad-featured-1600×900-3

Kepala Staf TNI Ang­katan Darat (Kasad), Jenderal TNI Gatot Nurmantyo mene­gaskan bahwa seluruh prajurit di jajaran TNI AD harus memi­liki ketangguhan dan profe­sionalisme dalam mengemban tugas dari negara. Untuk itu, latihan yang telah dirancang oleh pimpinan TNI AD harus dilaksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab oleh para prajurit.

Salah satu cara membentuk ketangguhan prajurit yang telah dicanangkan oleh pim­pinan TNI AD adalah pelatihan beladiri Yongmoodo. Yongmoodo merupakan seni beladiri asal Korea Selatan  yang ikut  menyemarakkan  keragaman  seni  beladiri di republik ini. Sejalan dengan falsafah militer yang menjunjung sportifitas dan patriotisme, beladiri tan­gan kosong ini telah menjadi seni beladiri wajib di TNI AD sejak tahun 2012.

Sejak didirikannya Federasi Yongmoodo Indonesia (FYI), seni beladiri asal Korea ini pun mulai disosialisasikan kepada masyarakat umum di tahun yang sama, dalam befituk roadshow ke sejumlah kota besar di Indonesia. Dalam sosialiasi tersebut, diperagakan sejumlah jurus yang dilakukan oleh adet Yongmoodo. Tidak hanya untuk Angkatan Darat, mulai 2012 kami sosialisasi­kan ke seluruh masyarakat Indonesia. Rencana itu tak lepas dari berdirinya FYI, jelas Kasad. Kasad juga mengatakan bahwa beladiri Yongmoodo akan dikembangkan ke seluruh Indonesia karena diharapkan dapat mewujudkan sifat mau­pun watak patriotisme.

Kasad mengatakan seni be­ladiri Yongmoodo mengan­dalkan ketepatan,  kecepatan  dan   kekuatan   dalam   duel  ja­rak dekat. Menurut Kasad,Yongmoodo memiliki tujuan positif untuk melatih kebera­nian serta patriotisme para prajurit sebagai garda terde­pan pengamanan terhadap NKRI. Spesifikasi Yongmoodo sendiri adalah olahraga ga­bungan dari beladiri perke­lahian jarak dekat.

Tidak hanya dalam hal ke­mampuan beladiri, Kasad juga mengaku    mewajibkan     seluruh    jajarannya    mempunyai ke­mampuan menembak dengan kualifikasi terbaik. Salah satu wujud dari konsistensinya da­lam memastikan dan menjaga kemampuan     menembak   praju­rit,    Kasad   senantiasa melaksa­nakan inspeksi secara berkala ke satuan-satuan Jajaran TNI AD. Di sela  kunjungan  terse­but, Kasad  selalu menyempat­kan diri untuk mengecek dua kemampuan wajib tersebut dengan meminta beberapa anggota  memperagakan ke­mampuan beladiri Yongmoodo dan menembak.

Kemahiran  menembak dan  bela  diri  Yongmoodo  harus benar-benar dikuasai secara matang oleh seluruh prajurit. Tak boleh ada satu pun praju­rit yang tak mahir dalam dua hal itu. Sebab, kemahiran itu menjadi skill melekat yang sangat berguna bagi seorang prajurit.

Pengecekan ini juga berfung­si untuk mengetahui titik lemah dan kemampuan prajurit. Ka­sad benar-benar ingin memas­tikan apakah prajurit benar­benar menjalankan latihan atau tidak. Salah satu contoh untukbela diri Yongmoodo, seluruh prajurit sudah harus mencapai tingkatan DAN I.

Terkait profesionalisme, Ka­sad menegaskan bahwa se­luruh prajurit TNI AD harus tahu batas kewenangan yang diembankan negara pada pundak masing-masing per­sonil. Termasuk ketika prajurit berinteraksi dengan warga si­pil. Kasad menegaskan bahwa prajurit tidak boleh bersikap arogan kepada rakyat. Sebab TNI khususnya Angkatan Darat lahir dari rakyat yang tertindas oleh penjajah. Oleh karena itu, Kasad mengingatkan praju­rit di haramkan bertindak garang kepada rakyat. Justru, TNI harus lekat dan benar-benar dicintai rakyat. Bagi TNI tabu memarahi rakyat, tegasnya. Setidaknya hal itulah yang disampaikan Kasad saat berdialog dan menyampaikan pengarahan kepada seluruh prajurit di satuan yang dikun­junginya.

Masih terkait ketangguhan dan profesionalisme praju­rit TNI AD, Kasad tidak lupa memberikan perhatian besar terhadap peningkatan kapasi­tas jajarannya. Salah satu cara meningkatkan kemampuan tersebut adalah dengan latihan bagi prajurit  Raider.  Hasil dari  latihan tersebut  diharapkan masing-masing prajurit Rai­der mempunyai kemampuan profesionalisme tinggi. Tidak hanya itu, prajurit Raider harus mempunyai kehandalan dan tangguh, yang mampu ber­gerak di segala bentuk medan dan cuaca dengan mengutamakan unsur pendadakan melalui operasi Raid, sesuai dengan tujuan diselenggarakannya latihan Raider ini.

Raider sendiri adalah kuali­fikasi prajurit TNI yang dilatih untuk menguasai 3  ke­mampuan, yaitu kemampuan sebagai pasukan anti teror un­tuk pertempuran jarak dekat, kemampuan sebagai pasukan lawan gerilya dengan mobilitas tinggi dan kemampuan untuk melakukan pertempuran-per­tempuran berlanjut (gerilya), baik dalam rangka Operasi Militer untuk Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP).

Teknik dan taktik militer khusus yang harus dikuasai oleh pasukan Raider, antara lain adalah keterampilan dan kemampuan operasi Raid, Mobud dan Teknik Pertem­puran Jarak Dekat. Dengan demikian, Pasukan Raider dituntut mampu bergerak se­cara cepat, rahasia dan senyap guna mendekati, merebut dan menghancurkan sasaran. Para peserta latihan akan melalui 3 tahap, yaitu tahap Basis di Batujajar, tahap Gunung Hutan di Situ Lembang, dan tahap Rawa Laut di Cilacap. Ketiga tahapan tersebut untuk meningkatkan kemampuan khusus perorangan prajurit dan kemampuan khusus unit satuan kecil dalam operasi khusus.

Kemampuan masing-masing prajurit ini merupakan perwu­judan dari Visi dan Misi TNI AD. Seperti diketahui bahwa TNI AD memiliki Visi yakni Solid, Profesional, Tangguh, Modern, Berwawasan Kebang­saan dan Dicintai Rakyat.

Sedangkan Misi TNI AD ada­lah mewujudkan kekuatan, kemampuan dan gelar kekua­tan jajaran TNI Angkatan Darat yang   profesional   dan   modern   dalam    penyelenggaraan per­tahanan Negara Kesatuan Re­publik Indonesia di darat.(Sumber: HU Media Indonesia)

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Kodam II/Sriwijaya Kodam Iskandar Muda Puspen TNI Kodam IV/Diponegoro Dinas Penerangan Berita Satuan Kodam V/Brawijaya
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Prajurit Angkatan Darat Harus Tangguh dan Profesional