TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Program TMMD TNI AD Menjawab Keluhan Aspirasi Masyarakat Bawah

By 10 Jul 2015 09:41Kliping
logo-tni-ad-featured-1600×900-3

Program TNI Ma­nunggal Membangun Desa (TMMD), yang merupakan kelan­jutan Program ABRI Masuk Desa (AMD), yang telah  dimu­lai   sejak  tahun  1980  atau selama 35 tahun sebagai pro­gram lintas sektoral yang dilaksanakan secara terpadu antara Tentara Nasional In­donesia (TNI), Kementerian/Lembaga Pemerintah Non Kementerian dan masyarakat ini, telah menghasilkan capai­an yang tidak sedikit di selu­ruh pelosok tanah air.

TMMD yang telah dilak­sanakan TNI secara berke­sinambungan, tidak bisa ter­bantahkan lagi telah mem­bantu pemerintah dalam meningkatkan akselerasi pembangunan di daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan meman­tapkan wawasan kebangsaan dalam kehidupan ber­masyarakat, berbangsa dan bernegara.

Namun semua capaian tersebut, tentu tidak meng­hentikan jajaran Tentara Nasional Indonesia Angkat­an Darat (TNI AD) untuk terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan, agar TMMD tetap relevan dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

Bagi TNI AD, tahapan pe­rencanaan TMMD menjadi tahapan yang sangat pen­ting. Pada tahapan ini, di­lakukan koordinasi secara terpadu, melibatkan berbagai instansi, dan masyarakat se­bagai pelaku dan pengguna hasil TMMD.

Karena semua program TMMD haruslah berasal dari aspirasi dan kepentin­gan masyarakat di daerah pedesaan, daerah tertinggal, daerah terisolasi, wilayah perbatasan, atau kawasan ku­muh di daerah pedesaan mau­pun perkotaan, dan terkait dengan kebutuhan nyata masyarakat setempat yang harus segera dicarikan solusi atau pemenuhannya, kata Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, ketika membuka Kegiatan TMMD ke-94 2015 di Desa Pelangan, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) belum lama ini.

Dengan langkah dan pendekatan seperti itu lan­jutnya, TNI AD berharap TMMD tidak hanya dapat terus mempercepat proses pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah, tetapi juga pada gilirannya akan dapat mem­perkokoh kemanunggalan TNI dengan Rakyat, yang merupakan landasan utama   bagi   terwujudnya  ketahanan masyarakat yang makin tang­guh.

Kasad menjelaskan, pro­gram TMMD yang dilakukan secara terintegrasi, melibat­kan segenap komponen bang­sa, baik unsur Pemerintah, maupun instansi non Peme­rintah bersama masyarakat, yang pada hakekatnya meru­pakan wujud nyata dari penerapan budaya gotong royong. Hal ini sebagai suatu budaya luhur bangsa yang telah terbukti menjadi benang merah keberhasilan bangsa Indonesia dari masa ke masa.

Karenanya, dalam kaitan dengan penerapan dan upaya pelestarian budaya gotong royong, pada TMMD ke-94 kali ini, telah ditetapkan Tri Sukses TMMD yang meliputi: sukses penyelenggaraan, sukses memperkokoh kemanung­galan TNI-Rakyat, dan yang tidak kalah pentingnya adalah sukses meningkatkan budaya gotong royong di seluruh ta­nah air.

Sebagaimana pelaksana­annya di waktu yang lalu, pelaksanaan TMMD ke-94 kali ini juga akan meliputi kegiatan yang terkait dengan sasaran fisik dan non fisik. Kegiatan yang dilaksanakan terkait sasaran fisik antara lain adalah pembangunan infrastruktur, serta sarana dan prasarana fasilitas umum lain yang menjadi kebutuhan masyarakat di daerah.

Dari pelaksanaan pemba­ngunan sasaran fisik semacam itu, diharapkan dapat membuka isolasi antar desa di daerah-daerah terpencil, pedesaan, terbelakang mau­pun perbatasan, dan atau membantu kegiatan pencapai­an swasembada pangan, un­tuk pada gilirannya semakin meningkatkan roda pereko­nomian daerah tersebut.

Sedangkan untuk sasaran non fisik TMMD ke-94 tahun ini, TNI AD dalam pelaksanaanya bekerjasama dengan Kementerian Agama (Kemenag) dan jajarannya di selu­ruh Indonesia, dan instansi terkait lainnya.

Melalui pelaksanaan kegi­atan terkait sasaran non fisik, Satuan Tugas (Sat­gas) TMMD dan para petugas yang telah disiapkan antara lain akan memban­tu Pemerintah, melakukan pembinaan mental dan wa­wasan kebangsaan, mence­gah berkembangnya paham radikal seperti faham Iraq Suriah Islamic State (ISIS) dan sejenisnya. Melaksana­kan sosialisasi kesehatan dan bahaya narkoba, serta peman­tapan kerukunan hidup umat beragama di tengah-tengah kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Saya minta prajurit TNI AD agar mengoptimalkan program TMMD sebagai  salah satu langkah nyata dalam mendukung Serbuan Terito­rial. Dengan cara seperti itu, saya berharap kita semua akan dapat merebut hati dan pikiran rakyat, sehingga TNI dapat semakin mencintai dan dicintai oleh rakyatnya, pinta Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Jadikan mereka (masya­rakat) sebagai orang tua ka­lian sendiri, dan jadikan ru­mah mereka seperti rumah sendiri yang harus kalian rawat dan dijaga dengan baik. Bangun kebersamaan dengan ikut merasakan suka duka sebagai layaknya sebuah keluarga. Dengan demikian kalian (Prajurit TNI AD) akan dapat menyelami dan mema­hami secara utuh kehidupan setiap penduduk di daerah kalian bertugas, hal ini sa­ngat penting bagi terjalin­nya hubungan kekeluargaan  bagi  terjalinnya hubungan kekeluargaan yang sesung­guhnya,  sekaligus  menjadi  pilar utama kemanunggalan TNI-Rakyat. (Sumber: HU Media Indonesia)

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Puspen TNI Kodam Iskandar Muda Kostrad Kodam V/Brawijaya Kodam II/Sriwijaya Kodam XVII/Cenderawasih Kodam Jaya Kodam IV/Diponegoro
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Program TMMD TNI AD Menjawab Keluhan Aspirasi Masyarakat Bawah