TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

RI Tak Lagi Beli Persenjataan Bekas

By 06 Jul 2015 10:58Kliping
logo-tni-ad-featured-1600×900-3

Ko­misi I DPR menjamin Indonesia tidak akan lagi mendatangkan persenjataan bekas dari luar ne­geri. Selain untuk menjamin per­tahanan negara, langkah itu juga diambil untuk memastikan ke­selamatan prajurit Indonesia. Sudah ada kesamaan pan­dang antara Komisi I dan Pang­lima TNI bahwa ke depan Indo­nesia takkan membeli alutsista bekas lagi, kata Wakil Ketua Komisi I DPR Tantowi Yahya, di Jakarta.

Sebelumnya, DPR mengingin­kan pemerintah membeli pesa­wat-pesawat baru. Namun, pe­merintah memutuskan menda­tangkan pesawat hibah, lalu di­tingkatkan kemampuannya. RI akhirnya mendapatkan 24 pe­sawat F-16 dari Amerika Serikat. Yang sudah telanjur, ya, ba­gaimana. Meski barangnya belum tiba (di Indonesia),  tetap akan dilanjutkan karena sudah bayar. Tapi, ya, ke depan kita beli yang baru, ujar Tantowi.

Sebanyak 24 pesawat F-16 di­rencanakan akan dikirim ke Ma­diun, Jawa Timur, dari Utah, AS. Ke-24 pesawat itu ternyata pro­duksi tahun 1980-an. Pada 2010, Wakil Ketua Komisi I DPR (pe­riode 2009-2014) TB Hasanud­din menginginkan pembelian enam pesawat F-16 baru, tetapi pemerintah menginginkan hibah untuk mengejar kuantitas.

Cita-cita lama

Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq menambahkan, pengada­an persenjataan baru nonhibah sebenarnya merupakan cita-cita lama. Hal itu sudah menjadi arah kebijakan Rencana Strategis TNI Tahap 1 2010-2014. Namun, ujar­nya, cita-cita itu belum bisa ter­wujud sepenuhnya.

Setelah kebijakan pengadaan., alutsista bekas berkali-kali ber­ujung kecelakaan, evaluasi mut­lak diperlukan. Kita harus siap menghadapi konsekuensi dan ri­siko. Saat ini, kunci modernisasi persenjataan ada pada komitmen pemerintah untuk merealisasi­kan anggaran memadai,  kata Mahfudz.

Kepala Staf TNI Angkatan Da­rat yang juga calon Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ber­janji akan mengevaluasi kelaikan terbang pesawat-pesawat TNI. Langkah ini merupakan jawaban atas instruksi Presiden Joko Widodo agar dilakukan perombakan mendasar terhadap sistem ma­najemen alutsista dan penguatan zero accident.

Saya harus mengevaluasi. Ja­di pesawat TNI AU itu pasti sudah laik terbang. Tapi, kalau melihat kemarin kenapa bisa jatuh,  apa masalahnya, nah, ini harus kita evaluasi, ujar Gatot seusai menghadap Presiden di Istana Merdeka.

Terkait modernisasi sistem persenjataan, Gatot menyatakan, pengadaannya ke depan harus baru semua. Selain itu, sesuai arahan Presiden, pengadaan sis­tem persenjataan juga harus me­libatkan industri pertahanan do­mestik. (Sumber: HU Kompas)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

RI Tak Lagi Beli Persenjataan Bekas