TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

KSAD: Tentara ke Sawah Wujud Manunggal Rakyat

By 20 Aug 2015 09:26Kliping
logo-tni-ad-featured-1600×900-3

Masyarakat Desa Mekarsakti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, kini bisa menanam padi tiga kali setahun berkat program pipanisasi sepan­jang 4 kilometer dari Sungai Ciletuh oleh prajurit Komando Cadangan Strategis Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat.

Kepala Staf TNI AD Jenderal TNI Mulyono menginisiasi program tersebut saat menjabat Panglima Kostrad untuk mengairi 1.200 hektar sawah tadah hujan dan 400 hektar lahan padi huma (darat).

Program tersebut akan diper­luas dengari membangun waduk seluas 15 hektar untuk mengairi sedikitnya 4.000 hektar sawah tadah hujan lainnya. TNI AD bekerja sama dengan Kementerian Pertanian akan meneruskan program pipanisasi  untuk menjamin pasokan air ke sawah-sawah petani.

Tentara turun ke sawah tidak ada maksud apa-apa. Kepenting­an tentara hanya satu, ikut me­nyejahterakan masyarakat, kata Mulyono di Desa Mekarsakti, Ci­emas, Sukabumi, Rabu 19 Agustus 2015.

Mulyono  menegaskan,  rakyat    merupakan   roh  TNI  sehingga ke­hadiran TNI AD membantu pe­tani merupakan salah satu wujud kemanunggalan. Menurut Mul­yono, motivasi TNI AD hanya agar rakyat tetap sejahtera.

Desa Mekarsakti berada di se­kitar areal latihan Kostrad di Cibenda, Sukabumi. Selama ini, pe­tani Mekarsakti hanya bisa me­nanam padi maksimal dua kali dalam setahun karena sawah ha­nya mengandalkan air hujan.

Petani pun terpaksa bekerja serabutan ketika musim kemarau karena sawah kering akibat sa­luran irigasi yang ada sudah 12 tahun ditinggalkan pemborong. Pembangunan in­frastruktur Desa Mekarsakti re­latif tertinggal karena kondisi ja­lan yang rusak sehingga perja­lanan sejauh sekitar 60 kilometer dari Palabuhanratu Sukabumi, membutuhkan waktu 3 jam.

Mulyono mengusulkan prog­ram pipanisasi dan saluran irigasi Sungai Ciletuh ke sawah ma­syarakat Mekarsakti dalam rapat pimpinan TNI AD dengan Men­teri Pertanian Amran Sulaiman pada Januari 2015. Prajurit Kostrad bekerja bersama rakyat sejak Februari – Maret 2015.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian Gatot Irianto men­dukung penuh upaya KSAD ber­kait program pemanfaatan air untuk perluasan area tanam padi. Gatot juga melihat potensi pe­manfaatan air tanah dengan pompanisasi.

Gatot menitipkan 15 traktor tangan dan 75 pompa air kepada KSAD yang menyerahkannya ke­pada Detasemen Area Latihan Kostrad Cibenda untuk dikelola demi kepentingan masyarakat.

Berkaitan rencana pembangunan waduk di lahan hibah dari masyarakat, Gatot meminta agar segera diusulkan supaya da­pat segera direalisasikan. Supa­ya petani bisa menanam bulan September, kata Gatot. (Sumber: Kompas)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

KSAD: Tentara ke Sawah Wujud Manunggal Rakyat