TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Pangdam: Tak Ada Kaitan dengan Kebangkitan PKI

By 19 Aug 2015 09:26Kliping
logo-tni-ad-featured-1600×900-3

Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) V Brawijaya, Mayor Jenderal TNI Sumardi menyatakan, gambar pa­lu arit yang muncul dalam karnaval para pelajar Se­kolah Menengah Pertama-(SMP) di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, tidak ada kaitannya dengan isu kebangkitan Partai Komu­nis Indonesia (PKI).

Gambar palu arit dalam karnaval, hanya rangkaian te-atrikal menggambarkan per­juangan yang terjadi di Indonesia, kata Sumardi, seusai mengikuti upacara Detik-Detik Kemerdekaan Republik Indonesia, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Senin 17 Agustu 2015.

Menurut Pangdam, ber­dasarkan penelusuran telik sandi Kodam menunjukkan, para pelajar ketika karnaval, mencoba melakukan aksi teatrikal mulai dari zaman penjajahan, kemerdekaan sam­pai pemberontakan Gerakan 30 September (G30S) PKI 1965.

Meskipun demikian Jajaran Kodam V/Brawijaya tidak tinggal diam, terhadap kemungkinan adanya gera­kan yang ingin .membangkit­kan kembali partai terlarang ini di Indonesia, khususnya di Jatim. Karena itu pihaknya, minta Komandan Kodim (Dandim) di 38 kabupaten/ kota di Jatim, meneliti izin karnaval yang berpotensi memunculkan simbul terha­dap hal-hal yang terlarang diIndonesia.

Sementara itu Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jatim, Irjen Polisi Anas Yusuf, menambahkan, pihak yang bertanggung jawab ter­hadap karnaval bergambar palu arit itu, saat telah dimintai keterangan. Dalam pemeriksaan tidak ada petunjuk, panitia sengaja untuk menumbuhkan kembali partai terlarang tersebut.

Peserta karnaval pelajar tingkat SMP di Pamekasan, dalam rangkan menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Kemerdekaan, Republik Indonesia, diwarnai muncul­nya atribut bergambar palu dan      arit        berwarna    merah,      seperti        lambang       partai terla­rang Paftai Komunis Indonesia (PKI). Peserta kar­naval juga membawa poster bergambar tokoh PKI, seperti D.N. Aidit, Letkol Untung, dan Chairul Saleh.

 Dikecam

Munculnya atribut ber­bau komunis dalam perayaan HUT ke-70 Kemerdekaan RI . di Pamekasan, Madura, terus menuai kecaman.  Lolosnya atribut partaiterlarang itu ditengah-tengahperayaan HUT dinilai sangatmenodai kemeriahan rakyatyang tengah menyambutgembira HUT Kemerdekaan,sekaligus mencoreng wibawa aparat keamanan yang tak mampu mengantisipasinya. ( Sumber: HU Suara Pembaruan)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Pangdam: Tak Ada Kaitan dengan Kebangkitan PKI