TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Petani Berhasil “KO” Tikus

By 20 Aug 2015 07:38Kodam IV/Diponegoro
IMG_2377_7
Selama empat tahun terakhir, para petani di Dusun Jurug, Desa Argosari, Kec Sedayu tidak bisa menikmati hasil panen akibat serangan hama tikus. Hewan pengerat itu selalu muncul manakala bulir padi sudah mulai berisi. Akibat serangan tersebut petani merugi, sehingga banyak yang kemudian memilih untuk membiarkan lahanya ‘mangkrak’ ditumbuhi rumput dan bero alias tidak subur karena tidak pernah diurus dan ditanami.

Namun harapan untuk bisa menuai berkah dari lahan seluas 14,7 hektar itu muncul manakala pemerintah mencanangkan program Upaya Khusus (Upsus) pertanian bekerjasama dengan anggota TNI AD khususnya Kodim 0729/Bantul untuk menggarap lahan tersebut tiga bulan silam. Dengan ketelatenan dan menggunakan teknologi trap barrier system (TBS) dari Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP)  DIY dan upaya gropyokan tidak kenal menyerah, akhirnya tikus di tempat tersebut “KO” dan sedikit demi sedikit intensitas serangan berkurang. Bahkan petani kini bisa memulai masa panen yang diawali oleh Irjen Kementan RI, Ir Justan Riduan Siahaan didampingi Komandan Korem (Danrem) 072/Pamungkas, Brigjen TNI Stephanus Tri Mulyono, Dandim Bantul, Letkol (Kav) Tumadi S Sos, Plt Bupati Bantul, Ir Sigit Saptro Raharjo, Kadispertanhut Bantul, Ir Partogi DP, anggota DPRD Bantul, pihak-pioak terkait dan disaksikan ratusan petani setempat, Rabu (19/8) pagi.
“Seperti kita ketahui bersama bahwa pemerintah sedang merencanakan pertambahan produksi beras tanah air dalam rangka ketahanan pangan nasional. Saya melihat disini lahan tersedia, sehingga dengan pengerjaan yang penuh tantangan tanpa menyerah akhirnya bisa panen dan menambah skala produksi nasional,’”  ata Ir Justan.  Upaya menghidupkan kembali yang dilakukan Dispertanhut Bantul bersama unsur TNI dan para petani menurutnya perlu diberikan apresiasi yang tinggi, karena bukan hal yang mudah.
“Semangatnya luar bisa untuk bisa mengolah lahan ini kembali,”katanya.
Sementara Kepala BPTP DIY, Sudarmaji mengatakan jika pihaknya membantu mulai pengolahan lahan, penyiapan dan pemilihan benih dan  penerapan teknologi mengatasi tikus yang diberi nama trap barrier system (TBS).
Menggunakan TBS ini makan petani dan semua elemen digerakkan untukn memerangi tikus agar tidak berkembang,” katanya.
 TBS adalah teknologi yang sangat sederhana namun efektif karena petani hanya perlu memasang plastik yang mengelilingi sawah dan sejumklah perangkap untuk tikus diletakkan di dalam pagar plastik tersebut. Efektivitas penggunana TBS bisa 100 persen.
Sedangkan Ketua Klomtan Marsudi Lestari dusun Jurug, Wagiyo mengatakan untuk di lahan yang menggunakan TBS yakni di Dusun Jabrikan mampu menghasilkan panenan 71,2 kuintal GKP per hektar. Sedangkan lahan di luar TBS menghasilkan 65,6 GKP per hektar.
Sementara Danrem mengatakan terjunnya  anggota TNI khususnya Babinsa dalam sektor pertanian adalah untuk mendampingi petani dalam rangka mencapai swasembada dan ketahanan pangan  yang dicanangkan  presiden beberapa waktu lalu.. (Kodim bantul)
POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Kodam Iskandar Muda Kodam XII/Tanjungpura Kodam XVII/Cenderawasih Kodam V/Brawijaya Kodam II/Sriwijaya Kodam Jaya Kostrad Kodam XVI/Patimura
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Petani Berhasil “KO” Tikus