TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Tatar Galuh gelar Panen Raya, Musim Kemarau, Produksi Padi Justru Meningkat

By 28 Aug 2015 10:00Kliping
logo-tni-ad-featured-1600×900-3

Musim kemarau ternyata membawa berkah bagi petani di wilayah yang se­lama ini menjadi langganan banjir seperti di tatar Galuh Ciamis. Saat ini, produksi padi wilayah tersebut meng­alami surplus sehingga sebagian di­kirim ke luar wilayah.

Musim kemarau hasil panen masih tetap bagus karena banyak areal persawahan, terutama yang di wilayah lumbung padi bisa disela­matkan. Saat masa panen produksi padi mencapai 415.000 ton, masih surplus untuk kebutuhan sendiri. Ciamis juga menyangga daerah lain sebanyak 184.000 ton, kata Bupati Ciamis Iing Syam Arifien saat meng­awali panen raya tatar Galuh Ciamis, Kamis kemarin.

Panen  perdana itu  dilakukan  di kawasan  persawahan  Desa  Purwajaya,  Kecamatan  Purwadadi, Kabu­paten Ciamis. Dalam kesempatan itu ikut memanen yakni Komandan Kodim 0613 Rudi Jan Pribadi serta tim operasi khusus padi jagung kede­lai (pajale).

Di wilayah Kecamatan Purwadadi yang merupakan salah satu lumbung padi tatar Galuh Ciamis saat ini produktivitas padi rata-rata mencapai 7 kuintal gabah kering giling (GKG) per 100 bata. Selain itu, Kecamatan Lakbok dan Pamarican yang terma­suk sentra gabah Ciamis, juga sudah memasuki masa panen. Selama ini wilayah tersebut juga menjadi wilayah langganan banjir.

Iing mengatakan, dengan produk­si beras melimpah, tidak ada kekhawatiran warga Ciamis kekurangan makan. Bahkan, tatar Galuh Ciamis, kata dia, menyuplai sebagian produksi beras ke daerah lain yang mengalami penurunan produksi.

Kawasan sentra padi Ciamis yang sebelumnya terancam akibat keku­rangan air berhasil diselamatkan setelah ada bantuan mesin pompa air. Apabila tidak ada bantuan mesin, dipastikan produksi padi berkurang, katanya.

Panen hingga Oktober

Sementara itu, Kepala Dinas Per­tanian dan Tanaman Pangan Ciamis Kustini mengungkapkan, panen raya mencapai puncaknya pada bulan September-Oktober. Sebagian besar kawasan yang tengah panen raya berada di wilayah lumbung padi Ciamis.

Saat ini hamparan sawah yang siap panen masih sangat luas. Sekarang memang baru panen per­dana, selanjutnya akan terus panen. Puncaknya pada bulan September-Oktober, tuturnya.

Dia mengungkapkan, musim ke­marau mengakibatkan banyak per­sawahan yang mengalami ke­keringan. Dari sekitar 35.000 hek­tare sawah di tatar Galuh Ciamis sampai dengan pekan kedua Agustus tercatat 4.830 hektare yang mengalami kekeringan, terdiri atas 1.936 hektare puso atau gagal panen dan gagal tanam. Sementara, lainnya dalam kategori terancam.

Saat ini, kata dia, sawah dengan pengairan irigasi teknis mencapai 10.323 hektare, setengah teknis 2.537 hektare, irigasi perdesaan 1.400 hektare dan lainnya adalah sawah tadah hujan. Persawahan yang irigasi teknis tidak begitu mendapat kendala karena pasokan air masih cukup. Sebaliknya, untuk sawah tadah hujan, sebagian tidak bisa panen atau puso, kata Kustini. (Sumber: HU Pikiran Rakyat)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Tatar Galuh gelar Panen Raya, Musim Kemarau, Produksi Padi Justru Meningkat