Kliping

Satgas Heli TNI Perkuat Pasukan Perdamaian PBB di Mali Afrika

Oleh 18 Sep 2015 Tidak ada komentar
TNI Angkatan Darat
#TNIAD 

TNI  memberangkatkan 140 Prajuritnya (121 Prajurit TNI AD dan 19 Prajurit TNI AU) yang tergabung dalam Satuan Tugas Helikopter (Satgas Heli) TNI Kontingen Garuda XXXVIII-A Minusma (Multidimensional Integrated Stabilization Mission in Mali) di Mali Afrika dalam rangka memperkuat pasukan penjaga perdamaian PBB.

Pemberangkatan 140 pasukan perdamaian Satgas Heli TNI ke Mali Afrika dipimpin oleh Kepala Staf Umum TNI Marsdya TNI Dede Rusamsi mewakili Panglima TNI, dalam suatu upacara militer di Plaza Mabes TNI Cilangkap Jakarta Timur,  Kamis,  tanggal 17 September 2015.

Satuan tugas Helikopter MI-17  TNI yang ditugaskan untuk pemeliharaan perdamaian di Mali Afrika tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 78 Tahun 2014 tentang Kontingen Garuda Satuan Tugas Helikopter MI-17  TNI pada Misi Pemeliharaan Perdamaian di Mali Afrika.

Satgas Heli TNI Kontingen Garuda XXXVIII-A/Minusma dipimpin oleh Letkol Cpm Zulfirman Chaniago (Akmil 1996)  selaku Komandan Satgas yang kesehariannya menjabat Komandan Skadron – 12 Serbu, merupakan Satgas Heli pertama TNI yang akan melaksanakan misi selama kurang lebih setahun di Mali Afrika.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo  dalam amanatnya yang dibacakan oleh Kasum TNI mengatakan bahwa, pengiriman Kontingen Garuda ke Mali tak lepas dari memburuknya situasi keamanan di Mali beberapa tahun terakhir. Mali telah dihadapkan dengan krisis yang mendalam dan serius di semua sektor kehidupan politik,  keamanan,  kohensi  sosial rapuh, diskriminasi, dan perselisihan internal.

Kondisi krisis tersebut telah mendorong PBB meminta partisipasi Indonesia untuk mengirimkan Satuan Tugas Heli TNI dalam misi perdamaian di Mali, yang dituangkan di dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 78 tahun 2014 dan telah diundangkan pada 6 Juli 2015 lalu,  kata Panglima TNI.

Merujuk Resolusi Dewan Keamanan PBB 2164 tahun 2014, misi Satgas Heli TNI diarahkan untuk memperkuat tugas Minusma dalam memastikan keamanan, stabilitas dan perlindungan warga sipil, mendukung dialog politik nasional dan rekonsiliasi, serta membantu pembangunan kembali otoritas negara, pembangunan kembali sektor keamanan, dan promosi dan perlindungan Hak Asasi Manusia di Mali.

Dalam kesempatan tersebut,  Panglima TNI menekankan kepada prajurit agar Satgas Minusma Mali dapat melaksanakan tugas secara profesional dan proporsional,  sesuai aturan pelibatan yang telah ditetapkan oleh Komando Integrasi Minusma,  khususnya yang terkait dengan tugas-tugas keamanan. (Sumber: HU Pelita)

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel