TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Asap Ganggu Penerbangan di Papua, BNPB mendapati titik api kian banyak

By 19 Oct 2015 09:42Kliping
logo-tni-ad-featured-1600×900-1

Asap tebal aki­bat pembakaran hutan merambah hingga Papua. Akibatnya, sejumlah pe­nerbangan terganggu sela­ma sepekan terakhir. Kemarin, pesawat ter­bang Garuda GA-699 dari Sentani, Jayapura, batal berangkat. Semestinya pe­sawat itu terbang ke Ban­dara Rendani Manokwari, Papua Barat. Kami ter­paksa tunda penerbang­an dari Bandara Sentani, Jayapura ke Manokwari. Sebab jarak pandangnya di bawah 2000 meter, kata General Manajer Garuda Indonesia Cabang Jaya­pura, Wahyudi Kresna, kemarin.

Desy salah seorang penumpang GA-699, menuturkan, berdasarkan informasi dari maskapai, pembatalan dilakukan akibat asap tebal yang menyelimuti Manokwari. Sejak Kamis pekan lalu, penerbangan di Bandara Moses Kilangin Timika untuk pesawat-pesawat berbadan lebar, seper­ti Garuda Indonesia, Sri­wijaya Air, dan Airfast Indonesia, dibatalkan. Pesawat Garuda Indo­nesia dan Sriwijaya Air sudah tidak singgah di Timika sejak 15 Oktober 2015, kata prakirawan Stasiun Meteorologi   Kelas   III Timika, Ardy Onda Ndaya Sipatu, akhir pekan lalu.

Dalam dua hari ini, titik api di wilayah pulau Papua bertambah, dari 131 titik api, kini ada 169 titik api. Pemadaman api di Pa­pua dilakukan oleh ang­gota TNI dan Kepolisian RI. Pemadaman api sudah tidak bisa dilakukan secara tradisional karena semakin meluas, kata Panglima Ko­mando Daerah Militer XVIICenderawasih Mayor Jen­deral TNI Hinsa Siburian.

Tak hanya Papua. Hingga kemarin, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menya­takan titik api masih ter­pantau di sejumlah daerah lain. Wilayah yang terbakar meluas hingga Kalimantan Timur.  Berdasarkan pantauan Satelit Terra Aqua, kemarin pagi, terdapat 1.085 titik, yaitu Jambi (108), Kepulauan Riau (10), Riau (57), Sumatera Selatan (871), dan Lampung (39). Sedangkan di Kalimantan, 212 titik tersebar di Kalimantan Barat (36), Kalimantan Selatan (11), Kalimantan Tengah (156), serta Kalimantan Timur (9).

Menurut Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, sebaran asap juga meluas. Berdasarkan citra satelit Himawari, asap melanda Singapura dan Malaysia dengan kepe­katan sedang. Di Jambi, asap kemba­li memburuk kemarin de­ngan jarak pandang hanya 300-500 meter. Jumlah titik panas yang terpantau satelit di provinsi Jambi mencapai 108 titik. Jumlah  ini  naik dibanding sehari sebelumnya, yang hanya empat titik. Kualitas udara di kawasan Kota Jambi dan sekitarnya kem­bali sangat berbahaya. Indeks standar pencemar­an udara mencapai level 541, tutur Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemerintah Kota Jambi, Abubakar, kemarin.

Di Riau, sebagian wilayah juga kembali diselimuti asap. Meski demikian, Duty Manager Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekan baru, Ibnu Hasan, mengatakan aktivitas penerbangan di Pekan baru normal. Jarak pandang kemarin pukul 07.00 WIB masih berada di ambang batas penerbang­an 1.000 meter.  (Sumber: HU Koran Tempo)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Asap Ganggu Penerbangan di Papua, BNPB mendapati titik api kian banyak