TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Kemarau, Babinsa dan Petani Budidayakan Ciherang

By 15 Oct 2015 07:40Kodam IV/Diponegoro
20151013225400

Indonesia merupakan negara agraris dimana sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai petani, sehingga sektor pertanian memegang peranan penting sebagai penyedia pangan nasional. Upaya peningkatan produksi dan mutu tanaman padi sawah tersebut dapat melalui cara dan dikerjakan atau budidaya dengan baik dan benar. Kebutuhan pangan dalam negeri semakin meningkat seiring dengan jumlah penduduk yang terus bertambah.

Dalam memenuhi kebutuhan pangan, maka sektor pertanian harus dapat meningkatkan produksinya sehingga mampu memenuhi kebutuhan pangan dari produksi dalam negeri. Seperti halnya yang dilakukan Babinsa Pelda Suryono anggota Koramil 07/Sadang berkerjasama dengan PPL dan para petani di Desa Sadangwetan melaksanakan kegiatan penyiangan tanaman padi jenis Ciherang dengan luas sawah 200 ubin, sawah milik Bpk Sumarto telah ditanami yang kini berumur 15 hari.

Banyak orang memandang pesimis, namun Bapak Sumarto yang dibantu Babinsa merasa yakin bahwa sawahnya akan panen tepat waktu. “Sawah saya ini dekat dengan aliran sungai lukulo, awalnya saya bersama Babinsa membuat ide membendung sungai lukulo, guna mengairi lahan seluas 200 ubin kemudian hasil petunjuk dari PPL setempat maka saya dibantu bibit Ciherang, Alhamdulillah sampai sat ini tanaman saya sehat dan akan terus say rawat hingga memasuki masa panen, berkat bantuan Pelda Suryono saya tidak akan kuwatir lagi sebab Babinsa kapanpun bisa saya ajak turun ke sawah,” papar Sumarto.

Dikatakan Sumarto, upaya peningkatan produksi tanaman padi sawah tersebut dapat melalui cara dan dikerjakan atau budidaya dengan baik dan benar, semangat dan pantang menyerah kayak pak Tentara, agar dapat meningkatkan produksi dan mutu tanaman padi sawah, saya selalu berkoordinasi dengan PPL. Dengan demikian, tanaman padi dapat tubuh dan berkembang dengan baik serta memperoleh hasil yang bagus. Berkaitan dengan hal tersebut, tehnik budidaya padi yang baik dan benar menjadi hal yang perlu diperhatikan yaitu mulai dari :

  1. Memilih varitas padi unggul. Diusahakan kita memilih bibit padi yang bersertifikat atau sudah resmi dari pemerintah. Setelah bibit padi didapat lebih baik direndam selama satu sampai lima baru air rendaman diganti satu hari sekali. Contoh padi yang bersertifikat : padi ciherang
  2. Persemaian. Dalam membuat persemaian harus dipilih lokasi yang aman dari serangan tikus dan mudah dikontrol setiap hari. Luas persemaian adalah 4 (empat) persen dari luas areal yang akan ditanami. Tanaman padi yang akan di buat persemaian kira-kira berumur 23 sampai 26 hari dan sudah bisa ditanam di lahan sawah.
  3. Pengolahan. Tanah Pengolahan tanah harus sempurna, sebelum di bajak terlebih dahulu digenangi air, sesudah di genangi air lalu dibajak dengan menggunakan mesin pembajak sawah atau bisa juga dengan sapi/kerbau.
  4. Tanaman Padi Jarak tanaman diatur garis lurus dengan jarak 20 kali 20 Cm, dan tiap lubang ditanami 2 sampai 3 saja.
  5. Pemupukan. Dalam budidaya padi diperlukan bermacam – macam pupuk, yaitu pupuk : (1) Organik berfungsi untuk memperbaiki fisik kesuburan tanah; (2) Urea/ pupuk N (niteogen) berfungsi untuk merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruan dan kususnya batang, cabang, dan daun serta membantu menghijaukan daun dengan sempurna dan dapat membantu fotosintesis; (3) SP36 berfungsi untuk pertumbuhan akar kususnya tanaman muda dan dapat membantu asimilasi dan pernafasan serta mempercepat pembungaan dan memasakan buah; (4) Organik Cair atau POC digunakan untuk menambah unsur – unsur mikro dan sesuai dengan tanaman padi; (5) KCL atau Kalium yang berfungsi untuk memperkuat tanaman agar daun,bunga,dan buah tidak mudah gugur, juga menjadikan tanaman lebih tahan terhadap kekeringan dan pemasakan buah.
  6. Jumlah pupuk dan waktu pemupukan. Dalam melakukan pemupukan diperlukan cara-cara mengatur komposisi pupuk yang benar, yaitu: (1) pemupukan pertama, pupuk Urea 100kg/hektar, SP36 100kg/hektar, waktunya diberikan 1 hari sebelum tanam; (2) pemupukan ke 2 Urea 100kg/hektar, waktunya 15 hari sesudah tanam, dengan cara di semprotkan; (3) pemupuken ke 3 Urea 100kg/hektar, waktunya padi berusia 45 tahun setelah tanam, dengan cara di semprotkan ke tanaman.
  7. Pemberian Air. Pemberian air tanaman harus umur 0 sampai 10 hari dan minimal padi setinggi 5cm (genangan air), umur 10 sampai 35 hari air setinggi 10 cm, umur 40 sampai 100 hari air setinggi 10 cm dan tanaman padi pada umur 110 hari air dibuang atau di keringkan.
  8. Pengendalian Hama dan Penyakit. Hama yang perlu di waspadai adalah tikus,wereng, sundep, dan harus diadakan pengendalian atau pemberantasan. Apabila ada serangan sebaiknya di semprot dengan insektisida dan kalau tidak ada tidak perlu.
  9. Panen. Panen di lakukan pada saat tanaman padi sudah umur 130 hari atau sudah 90% menguning, cara memanen dengan alat sabit kemudian alas untuk memotong batang padi dan kemudian di tumpuk. Setelah di tumpuk padi dirontokan dengan alat perontok yang namanya doser. Sesudah dirontokan baru dibawa pulang dan di jemur dibawah terik matahari kalau sudah menguning dikemas dalam karung dan terus dijual di pengepul.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Kemarau, Babinsa dan Petani Budidayakan Ciherang