TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Mengenang Gugurnya Pahlawan Revolusi, Kodam II/Swj Gelar Tahlilan Dan Do’a Bersama

By 01 Oct 2015 18:21Kodam II/Sriwijaya
2A

Palembang, Dalam rangka memperingati hari kesaktian Pancasila dan mengenang gugurnya para Pahlawan Revolusi dalam menjaga Pancasila sebagai Ideologi Bangsa dan Negara, akibat dari kekejaman dan kebiadaban G.30.S PKI, segenap Prajurit dan PNS TNI jajaran Kodam II/Swj bersama masyarakat, Rabu (30/9/2015), melaksanakan Do’a bersama bertempat di Masjid Roudhotul Ulum Makodam II/Swj Jalan. Jenderal Sudirman Km. 2,5 Palembang.

Kegiatan yang di awali Sholat Magrib berjama’ah dan di lanjutkan pembacaan Surat Yasin, Dzikir dan Tahlil serta ditutup dengan Do’a bersama dan Shalat Isya berjamaah yang ditujukan untuk segenap para pahlawan terutama kepada 7 (tujuh) Pahlawan Revolusi korban kebiadaban PKI.

Acara tahlil dan do’a bersama ini diselenggarakan untuk mengenang kembali Tragedi Nasional gugurnya para Pahlawan Revolusi pada Peristiwa Pengkhianatan PKI pada tanggal 1 Oktober 1965 dini hari, 50 tahun silam. Sebuah peristiwa berdarah karena pengkhianatan kelompok ber-ideologi komunis terhadap Pancasila, Pemerintah, Bangsa dan Negara. Tragedi nasional itu, bagi bangsa Indonesia perlu dipahami dan dihayati sebagai fakta sejarah, agar fakta otentik sejarah ini tidak dikaburkan atau diputarbalikkan, yang muaranya dapat membingungkan atau menyesatkan generasi mendatang.

Selain itu, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk menggugah kewaspadaan dan kesadaran kita semua, terhadap kekejaman yang telah dilakukan PKI terhadap bangsa Indonesia, khususnya para keluarga korban Pahlawan Revolusi, sehingga tidak terulang kembali di negara yang kita cintai ini.

Sebelumnya, Pangdam II/Swj Mayjen TNI Purwadi Mukson, S.I.P., dalam sambutannya yang dibacakan oleh Perwira Staf Ahli Pangdam Bidang Ideologi, Kolonel Inf Hidayat, mengajak untuk menundukkan kepala, memberikan penghormatan dan penghargaan atas segala pengorbanan yang telah diberikan oleh para Pahlawan Revolusi, seraya mendoakan semoga arwah para Pahlawan mendapat tempat yang layak di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.

Selanjutnya, Pangdam mengatakan bahwa dalam catatan sejarah perjalanan bangsa Indonesia, PKI telah berulangkali melakukan pemberontakan dan pengkhianatan terhadap pemerintah yang sah serta ingin mengganti ideologi Negara Pancasila dengan ideologi Komunis.

Oleh karena itu, Pangdam berpesan agar perlu mawas diri terhadap upaya-upaya sistematis dari penganut dan simpatisan komunis maupun ideologi lain yang bertentangan dengan Pancasila, seperti aksi kelompok radikalisme dan ISIS.

Sebagai ideologi, paham komunis tidak akan pernah mati. Sebagai bahaya laten, ideologi komunis juga akan terus bermetamorfosa sesuai tuntutan zaman atau dikenal dengan istilah Komunis Gaya Baru. “Bagi bangsa Indonesia, komunisme adalah tetap sebagai musuh bersama, sehingga kita semua harus selalu waspada terhadap upaya-upaya yang ingin mengembangkan kembali ideologi komunis di bumi Nusantara ini,” ujar Pangdam.

Sebagai bangsa yang besar dan telah memantapkan diri untuk menjadikan Pancasila sebagai ideologi dan falsafah Negara, maka Pancasila harus tetap menjadi pegangan untuk menata bangsa ini menjadi lebih baik.

“Pancasila harus kita jadikan sebagai roh dan way of life yang harus terus dipertahankan dan diselamatkan. Kita telah memiliki ideologi yang jauh lebih luhur, lebih baik dan lebih mengakar pada jati diri bangsa, yakni ideologi Pancasila,” tandas Pangdam.

Kegiatan Yasinan dan Tahlilan serta Do’a bersama ini dipimpin oleh Ustadz Alfitra, S. Ag., S.H., M. PdI., dari Kanwil Kemenag Provinsi Sumsel dan hadiri Kasdam II/Swj Brigjen TNI Komaruddin Simanjuntak, S.I.P., M.M., Irdam II/Swj Kolonel Inf Suko Basuki, para Pa Ahli, para Asisten Kasdam II/Swj, para Kabalakdam II/Swj serta segenap Prajurit dan PNS Kodam serta masyarakat sekitar Kodam II/Swj

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Mengenang Gugurnya Pahlawan Revolusi, Kodam II/Swj Gelar Tahlilan Dan Do’a Bersama