TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Prajurit Berperan Dalam Ketahanan Pangan

By 09 Oct 2015 09:22Kliping
logo-tni-ad-featured-1600×900-1

Prajurit TNI diminta mengambil peran dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Ketahanan pangan merupakan tantangan yang harus dihadapi bersama. Kepala Staf Angkatan Darat Mulyono menuturkan, ada sejumlah hal yang bisa dilakukan prajurit di setiap lini untuk berkontribusi, salah satunya melalui peningkatan pengetahuan pertanian lewat pendidikan dan pelatihan.

Hingga saat ini, dari sekitar 50.000 Babinsa di seluruh tanah air, lebih dari 27.000 orang sudah mengikuti penataran dan pelatihan pertanian di pusat dan di daerah, kata Mulyono dalam arahan yang dibacakan Komandan Seskoad Pratimun, saat Seminar Nasional Studi Wilayah Pertahanan Pasis Dikreg LIII Seskoad TA 2015, di Seskoad Jalan Gatot Subroto, Kamis, tanggal 8 Agustus 2015.

Mulyono menambahkan, peran prajurit dalam ketahanan pangan juga ditunjukkan dalam pelatihan kader pertanian yang dikhususkan kepada para Babinsa dalam kegiatan upaya khusus swasembada pangan. Materi yang diberikan berupa pengawalan dan pendampingan upaya khusus padi, jagung, dan kedelai. Selain itu ada penyuluhan kepada petani soal kemampuan mengakses pasar, teknologi, dan lainnya.

Prajurit juga berperan dalam pendistribusian bibit padi, pupuk, dan alat mesin pertanian. Sementara itu, Rektor Institut Pertanian Bogor Herry Suhardiyanto menuturkan, kalangan TNI berandil besar dan harus terus dioptimalkan terkait ketahanan pangan. Bagi kalangan akademisi, koordinasi dengan TNI harus ditingkatkan karena kampus adalah wadah lahirnya inovasi untuk memperkuat ketahanan pangan. Maka prajurit sebagai bagian penting dari bangsa Indonesia, harus terus berperan dalam ketahanan pangan. Kalau sebuah bangsa tidak bisa menangani masalah ketahanan pangan, bisa celaka, ujarnya.  (Sumber: HU Rikiran Rakyat)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Prajurit Berperan Dalam Ketahanan Pangan