TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

TNI Pamer Alutsista Asal Rusia, Dubes Galuzin Happy

By 07 Oct 2015 09:34Kliping
logo-tni-ad-featured-1600×900-1

Berbagai atraksi yang ditampilkan para prajuritTentara Nasional Indonesia (TNI)  pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke 70 di Pantai Indah Kiat, Cilegon, Banten, menuai pujian. Salah satunya dari Duta Besar Rusia untuk Indonesia Mikhail Galuzin.

Galuzin yang datang langsung ketempat acara mengaku bangga melihat pameran alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang juga menampilkan produk asal Rusia. Salah satu yang ditampilkan yakni atraksi pesawat tempur Sukhoi.

Yang ditampilkan prajurit-prajurit TNI sangat hebat. Saya yakin kerja sama pertahanan Indonesia Rusia mempunyai masa depan cerah, ujar Galuzin kepada wartawan di kediamannya, Jakarta, kemarin.

Dalam pertemuan bulanan dengan awak media itu, Galuzin juga menjelaskan operasi udara negaranya di Suriah. Menurutnya, operasi yang dilakukan negaranya adalah operasi legal. Soalnya, itu merupakan permintaan langsung dari pemerintahan resmi Suriah.

Tapi, kata dia, hal kontradiktif malah terjadi. Dia bilang, media-media Barat menyebut Rusia telah melakukan operasi militer dengan mengorbankan warga sipil dan warga tak bersalah di Suriah.

Mereka telah memberitakan hal tersebut bahkan ketika pesawat-pesawat kami masih berada di darat.  Pada hal dalam tiap operasi, kami selalu menjelaskan apa saja yang sudah dilakukan, apa saja yang sudah dihancurkan, dan apa saja targetnya,  kata Galuzin.

Malah, menurutnya, Amerika Serikat dan sekutunya lah yang mengorbankan warga sipil. Hal itu terlihat dalam serangan militer AS kesebuah rumah sakit di Kota Kunduz, Afghanistan.

Rusia, lanjutnya, mengutuk keras serangan yang menewaskan 19 orang termasuk tiga anak kecil tersebut. Negaranya mendesak di adakan investigasi untuk mencari siapa yang bertanggung jawab atas serangan itu.

Posisi Rusia jelas, mendesak dilakukan investigasi, dan tiap pihak yang terlibat harus bertanggung jawab.Dan serangan itu juga menjadi bukti siapa sebenarnya yang mengorbankan wargasipil, ucap diplomat berkacamata itu.

Ditanya mengenai berapa lama Rusia akan melakukan operasi di Suriah, Galuzin belum bisa memastikan. Meski  sebelumnya ketua bidang luar negeri parlemen Rusia menyebut operasi akan berlangsung selama 3-4 bulan.

Saya belum tahu berapa lama operasi kami di Suriah. Tapi yang jelas, ada batas waktunya, dan satu hal, kami tidak berpikir untuk mengirim pasukan darat,  terangnya.

Galuzin juga menjelaskan mengenai pertemuan antaraPresiden Rusia Vladimir Putin dengan Presiden AS Barack Obama. Dia bilang, kedua pemimpin itu mendiskusikan beberapa hal, termasuk perang terhadap ekstremis Negara Islam (ISIS).

Menurutnya, keinginan AS yang ingin bekerja sama dengan Rusia setelahPresiden Suriah Bashar al-Assad dilengserkan tidak konsisten. Katanya, tidak mungkin berperang melawan ISIS tanpa melibatkan Assad.

Sangat kontra produktif ketika kita ingin menumpas ISIS tanpa melibatkan pemerintahan yang sah. Memangnya siapa Rusia, AS  dan Prancis?  ujarnya.

Sebagai informasi, parlemen Rusia pekan lalu menyetujui angkatan udara negaranya terjun dalam operasi penumpasan militan ISIS di Suriah. (Sumber: HU Rakyat Merdeka)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

TNI Pamer Alutsista Asal Rusia, Dubes Galuzin Happy