TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Dandi Prabudita, Pebulutangkis Nasional dari Seskoad

By 11 Nov 2015 Bilik Prestasi
4_9e953c

Serda Dandi Prabudita adalah salah seorang sosok atlet berprestasi yang sudah malang melintang di kancah perbulutangkisan nasional maupun internasional. Bungsu dari 7 bersaudara ini merupakan putra Bandung dari pasangan ayah bernama Tatang Sukandar (78 th) yang merupakan pelatih Bulutangkis Jawa Barat dan Ibu rumah tangga bernama Rohanah (64 th). Mereka memang asli berasal dari habitat olahraga Bulutangkis di wilayah Bandung, karena ayah Dandi selain menjadi pelatih, ia juga mengelola fasilitas olahraga SGS (Sarana Sangkuriang Graha) yang berjarak sekitar 20 meter dari rumah. Enam saudara tua Dandi semua sudah lebih dahulu bergelut dengan olahraga bulutangkis. Sedangkan Dandi kecil semasa orang tuanya melakukan aktifitas melatih, ia selalu menyibukkan diri dengan berlari-larian memunguti shuttlecock di tengah para atlet yang sedang sibuk berlatih. Pengenalan lingkungan bulutangkis memang sengaja dilakukan oleh sang ayah dengan maksud agar Dandi kelak tertarik dengan cabang olahraga yang satu ini. Setelah melaksanakan tugas melatih, ayah selalu mengajarkan Dandi bermain bulutangkis. Dandi pun semakin tumbuh dan olahraga bulutangkis pun semakin ditekuni sebagai aktifitas setiap hari sebagai pengisi waktu luang. Seiring dengan berjalannya waktu, Dandi yang mulai menapak bangku sekolah dasar nampak mulai serius berlatih.

Pada saat Dandi menginjak kelas 2 SD di Sekolah Dasar Cileduk-II Cimahi, ia mulai didaftarkan ayah bergabung dengan Klub Bulutangkis GOR Vidi Cimahi dengan jadwal berlatih dua kali seminggu. Kemudian setelah menginjak kelas 5 SD Dandi terpilih menjadi atlet yang mengikuti pemusatan latihan di Pusdiklat Mutiara Cibeureum. Selama setahun bergabung di Pusdiklat Mutiara, selanjutnya pada kelas –2 SLTP Dandi terjaring oleh pemandu bakat klub Jarum Kudus yang terkenal sebagai wadah pembinaan atlet bulutangkis terkemuka di tanah air yang bermarkas di Jakarta Pusat.  Selama bergabung dengan klub PB. Jarum Kudus urusan sekolah Dandi yang terdaftar di Bandung tetap dilakukan dengan menempuh berbagai kebijakan, sehingga tidak menemukan kendala, sementara prestasinya semakin menunjukkan perkembangan yang positif. Kemajuan yang diperoleh selama pembinaan di PB. Jarum Kudus, membuahkan hasil yang diharapkan, dimana Dandi terpilih menjadi atlet Pelatnas Cipayung setelah berhasil melampaui beberapa rekan sejawatnya dalam proses seleksi.

IMG_20151019_095452

Penggodokan di Pelatnas Cipayung semakin intensif karena para atlet dipersiapkan untuk mengikuti turnamen bulutangkis di level nasional maupun internasional. Tidak ada istilah santai dalam proses latihan tersebut. Tuntutan kemampuan fisik maupun mental semakin terasah disana. Menjelang persiapan menghadapi ajang yang sesungguhnya, Dandi bersama teman-teman se- pelatnas semakin sering menerima pembekalan dari para pelatih agar mampu mengatasi berbagai kendala di lapangan.

Mengawali karier yang sesungguhnya, Dandi yang mampu bermain bulutangkis di segala nomor, pada tahun 2008 dipercaya untuk mengikuti turnamen bulutangkis perdananya di Turnamen Sirnas Jawa Barat yang diselenggarakan di Bandung. Pada laga perdana ini Dandi hanya mampu bertahan sebagai semifinalis saja.

pic996943

Dandi yang kalah pengalaman berupaya terus memacu diri berlatih mengatasi kelemahan. Hasilnya pada tahun 2009 Dandi yang turun di nomor perorangan putra  berhasil menjadi juara pertama pada turnamen Kejuaraan Nasional. Selain itu beberapa prestasi yang diraih oleh Dandi diantaranya adalah:

– Juara III Sirnas Makassar 2009, Juara I Kejurda Jateng 2009, Juara II Tangkas Alfamart Junior Int. Challenge 2009, Juara II Djarum Sirkuit Nasional Bali 2009 (Ganda Campuran), Juara III Djarum Sirkuit Nasional Bali 2009, Juara III Djarum Sirnas Jawa Timur 2009 (Ganda Campuran), Semifinalis Kaohsiung International Challenge 2010 (Ganda Putra), Juara I Kejurnas 2010 (Ganda Putra), Juara I Tangkas Alfamart Junior Challenge Open 2010 (Ganda Putra), Juara II Tangkas Alfamart Junior Challenge Open 2010 (Ganda Campuran), 16 Besar Kejuaraan Dunia Yunior 2010, Semifinalis Kejuaraan Dunia Yunior 2010 (Beregu), Juara III Badminton Asia Youth Under-19 Malaysia 2010 (Individual), Juara III Badminton Asia Youth Under-19 Malaysia 2010 (Mixed Team), Juara I Sirnas Kalimantan 2010, Runner-up Djarum Kejurprov Munadi Cup Fly Power 2011 (Ganda Putra), Semifinalis Singapore International Series 2011(Ganda Putra), Runner Up Djarum Sirnas Jateng 2011 (Ganda Putra), Runner up Djarum Sirnas Jawa Barat 2012, Juara Djarum Sirnas Sumatera Selatan 2012 (Ganda Putra), dan Runner Up Djarum Sirnas Makassar 2012 (Ganda).

Sebenarnya pada tahun 2011 setelah lulus SLTA, ketika Dandi mengikuti turnamen Asean Junior Badminton di Malaysia, Dandi pernah mendapatkan tawaran untuk menjadi anggota TNI. Akan tetapi pada saat itu ia merasa belum siap, sehingga peluang tersebut ia kesampingkan. Berikutnya setelah mengikuti pertandingan pada Kejuaraan Dunia Junior 2011 di Mexico Dandi menjadi pelatih Tim Bulutangkis TNI yang akan berlaga memperebutkan Piala Panglima tahun 2012. Pada saat itu ia kembali mendapatkan tawaran  untuk menjadi prajurit, namun lagi-lagi ia menolak tawaran tersebut. Kemudian pada bulan Maret 2012 Dandi menerima tawaran untuk bergabung bersama Tim Bulutangkis Singapura dengan bonus yang sangat menggiurkan, tapi dengan syarat harus menjadi warganegara Singapura. Tawaran tersebut dengan keras ditolak Dandi, karena ia sudah bertekad untuk terus mengharumkan nama Indonesia. Selain itu, orang tua Dandi tidak mendukung bila Dandi harus menjadi warganegara asing. Bahkan orang tua Dandi menyarankan agar Dandi menjadi prajurit TNI AD saja, karena bila terus bertahan di bulutangkis tidak ada jaminan sampai kapan berprestasi.  Akhirnya Dandi anak yang rendah hati, rajin beribadah dan taat terhadap orangtua ini menuruti saran kedua orangtuanya untuk bergabung bersama TNI AD.

Meski Dandi memiliki segudang prestasi di bidang olahraga, tidak otomatis ia mendapatkan kemudahan dalam proses menjadi tentara.  Ia bersama beberapa rekan atlet yang mengikuti seleksi penerimaan calon, melakukan kegiatan tes sama dengan peserta umum lainnya. Standar kemampuan mental, fisik maupun akademis para peserta seleksi harus berada diatas rata-rata. Perjuangan Dandi memang tidak ringan.  Ini terlihat dari sebagian besar para atlet berguguran karena tidak memenuhi kriteria yang dipersyaratkan oleh panitia penerimaan. Takdir menjadi tentara ternyata berpihak kepada Dandi. Bersama rekan sejawat yang dinyatakan lulus seleksi, Dandi pun menempuh pendidikan Secaba PK (Prajurit Karir) Angkatan ke 20 Tahun 2013 selama 5 bulan di Rindam III/Siliwangi (Bihbul). Selama dua bulan proses pendidikan berlangsung, otomatis kegiatan bulutangkis tidak ada sama sekali, yang ada hanya berlatih dan berlatih ilmu kemiliteran. Di bulan ke tiga pada saat kegiatan olahraga, Dandi baru diperkenankan  untuk melakukan penyegaran berlatih bulutangkis selama dua kali seminggu.

Setelah mengikuti pendidikan dasar selama 5 bulan lamanya, Dandi masih harus melanjutkan pendidikan kecabangan Infanteri selama 4 bulan di Ciuyah, Serang,  Banten.

Selesai mengikuti pendidikan kecabangan, Dandi sejak  Maret 2013 mendapat kehormatan untuk melaksanakan tugas di Seskoad Bandung sebagai Bintara Urusan Pengamanan (Baurpam) hingga saat ini.

Setelah aktif menjadi prajurit, Pimpinan TNI AD memberikan dukungan penuh kepada Dandi untuk terus berkiprah di dunia bulutangkis. Prestasi demi prestasi kembali diraihnya dari berbagai turnamen baik dalam maupun luar negeri.

Tahun 2013, di tahun pertamanya setelah menjadi prajurit TNI AD, beberapa prestasi cabang olahraga  bulutangkis tingkat nasional maupun internasional yang diikutinya, menjadikannya sebagai peraih ; Juara I Kejuaraan Bulutangkis 2013 “Nasdem” di Bandung, Finalis Kejurnas 2013 di Bali, Finalis Liga Jarum super  2014 di Surabaya,  Juara 3 Liga Bulutangkis Eropah 2014 di Rumania, Juara 2 Liga Eropah 2014 di Polandia, Finalis Liga Eropah 2014 di Prancis, Finalis Liga Eropah 2014 di Jerman, Finalis Sirkuit Nasional Bandung 2014, Juara 3 Sirkuit Nasional Cirebon 2015, dan Juara 1 Piala Panglima TNI 2013 hingga 2015.

Meski berbagai prestasi berhasil diukirnya, hal itu tidak membuat Dandi lekas berpuas diri. Dandi tetap menjadi pribadi yang bersahaja, ramah dan mudah bergaul dengan siapa saja.  Pria lajang yang mengaku belum memiliki teman dekat calon pendamping hidup tersebut kerap berbagi ilmu dan pengalaman kepada siapapun yang memiliki keinginan untuk maju.

Maju  terus Dandi, raihlah prestasimu

sebanyak mungkin…!!!

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Dinas Penerangan Kodam XII/Tanjungpura Kodam V/Brawijaya Puspen TNI Kostrad Kodam IV/Diponegoro Kodam VI/Mulawarman Artikel Tips Kesehatan
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Dandi Prabudita, Pebulutangkis Nasional dari Seskoad