TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Nadya Syarifah, Petenis Nasional dari TNI AD

By 11 Nov 2015 Bilik Prestasi
unnnamed – Copy

Serda (K) Nadya Syarifah Rahmah atau yang lebih dikenal dengan nama Nadya Syarifah merupakan petenis putri asal Indonesia. Ia mengenal tenis sejak usia 8 tahun dan mulai latihan secara serius dua tahun kemudian. Nadya memiliki bakat olahraga dari kedua orangtuanya, Kankan Abdurahman dan Titin Supriatin, yang aktif sebagai pemain voli. Nadya juga termotivasi atas kegemaran tenis kakak laki-lakinya, Dani Saiful Islam.

Sebagai pemain tenis profesional junior, Nadya telah melanglang ke berbagai propinsi di Indonesia dan puluhan negara di seluruh dunia untuk berpartisipasi dalam kejuaraan tenis.

unnam

Peringkat internasional Nadya yang masih berada di posisi bontot membuatnya harus giat untuk turun ke turnamen tenis agar peringkatnya dapat segera naik. Rutinitas kejuaraan tenis yang diikuti Nadya diantaranya adalah BKSP Internasional Junior Championship di Bangladesh 2010, dimana ia berhenti pada perempat final karena dikalahkan petenis China, Meng Ning Deng. Di tahun yang sama, Nadya juga mencapai perempat final Bangladesh Internasional Championships, kemudian mengikuti kejuaraan China Junior di Beijing dan Jianxing serta Piala Thamrin dan Oneject Indonesia Internasional Junior Championship.

Meski Nadya lahir dan besar di Cianjur, akan tetapi ia sempat direkrut oleh pemerintah kabupaten Bogor untuk membela daerah tersebut. Nadya juga pernah  memperoleh penghargaan dari Menteri Pemuda dan Olahraga Adyaksa Dault sebagai siswa berprestasi bidang olahraga karena prestasinya yang mampu mengharumkan nama Indonesia dikancah internasional.

Anak ke 4 dari 5 bersaudara kelahiran Cianjur 4 Januari 1994 ini semasa kecil sudah terbiasa berlari mengejar bola atau memegang raket ketika sang kakak melakukan latihan. Pada saat Nadya duduk di bangku TK, Kakak Dani sudah mengajarkan cara memukul bola. Kegiatan rutin tersebut akhirnya membawa Nadya menjadi terbiasa dengan kegiatan tenis lapangan. Ketika Nadya berusia 7 tahun duduk di bangku kelas II SD, sang ayah mulai secara rutin mengantarnya berlatih tenis di klub tenis Cianjur yang letaknya tidak terlalu jauh dari rumah.

un - Copy

Nadya, demikian panggilannya,  memang anak berbakat, hal itu nampak dari kemampuan anak seusianya yang sudah cukup menguasai teknik-teknik dasar. Kegiatan latihan dilakukannya 4 kali dalam seminggu. Setelah berlatih selama ½ tahun di Cianjur, karena pertimbangan peningkatan kemampuan, akhirnya Nadya ditangani oleh pelatih profesional di kota Bandung.

Selama berlatih di Bandung, Nadya ditangani oleh pelatih Miske Gunawan  dalam naungan klub Admiral dan FIKS.

Meski berlatih di Bandung, Nadya tetap beraktifitas sekolah di Cianjur. Selama 4 kali dalam seminggu ia harus mondar mandir Cianjur-Bandung. Bila jadwal latihan tiba, Nadya minta ijin kepada guru untuk pulang lebih awal karena harus berangkat ke Bandung untuk melaksanakan latihan. Para guru di SD Cianjur pada umumnya sangat mendukung perkembangan kemampuan Nadya. Oleh karena itu semua kepentingan Nadya yang berkaitan dengan pengembangan karir mendapat dukungan sepenuhnya.

Ketika sudah duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, Nadya sudah dipercaya untuk mengikuti pertandingan di nomor Junior baik di tingkat nasional maupun internasional.

Meski berbagai prestasi berhasil diukirnya, Nadya tidak pernah berpuas diri. Dia selalu berupaya tampil lebih baik dalam setiap aksi di lapangan.  Ketika Nadya sudah menginjak bangku Sekolah Menengah Atas, karena talenta yang ada pada Nadya sangat baik akhirnya seorang pelatih nasional dengan serius menangani karier Nadya yang dipusatkan di wilayah Cibubur.  Dengan hijrahnya Nadya ke Cibubur, segala kebutuhan hidup Nadya dijamin oleh sang pelatih, termasuk urusan sekolahnya. Berbagai turnamen diikuti Nadya dengan hasil yang cukup menggembirakan.

Perlu diketahui juga bahwa pada fase usia 12 hingga 18 tahun, Nadya terdaftar dalam ITF Junior (International Tennes Federation). Dalam wadah tersebut secara rutin dilakukan pertandingan tenis lapangan antar petenis Junior tingkat dunia yang dilakukan secara bergantian di negara anggotanya. Pendek kata, Nadya muda sudah melanglang buana ke berbagai penjuru dunia.

unnaamed

Nadya Syarifah menyatakan siap melakukan yang terbaik di ajang Turnamen Sportama International ITF Women’s Circuit. Apalagi Nadya termasuk pemain yang mendapat keberuntungan diberikan fasilitas wild card oleh PB Pelti. Nadya termasuk di antara empat pemain yang mendapat wild card pada turnamen internasional berhadiah total 10.000 dollar AS itu.  Turnamen Sportama seri IV ini mulai dipertandingkan secara internasional setelah tahun-tahun sebelumnya hanya setingkat nasional. Karena itu, Nadya harus bersaing ketat dengan pemain dari mancanegara yang ambil bagian.

Dalam masa-masa tersebut Nadya pernah beberapa kali mendapat tawaran dari seorang pemandu bakat agar mau bergabung menjadi anggota TNI. Namun Nadya masih terkonsentrasi pada olahraga kegemarannya, yakni tenis lapangan.

Setamat SLTA, Nadya kembali ke kota kelahirannya Cianjur. Di kota Cianjur Nadya melanjut tugas belajarnya di  Fakultas Hukum Universitas Surya Kancana. Diselingi jadwal kegiatan tenis yang cukup padat, selama hampir  dua semester ia menjalani masa kuliah.

Pada saat itu Nadya kembali mendapat tawaran untuk mengembangkan karier tenisnya didalam wadah TNI AD, dengan catatan ia harus masuk menjadi anggota TNI AD. Di rumah, kedua orang tuanya pun mendorong Nadya untuk mau menjadi anggota Kowad, seraya memberi argumen apabila terus terkonsentrasi di olahraga belum jelas jaminan masa depannya.

Akhirnya Nadya, anak soleh, hormat dan sayang kepada orang tua ini menyadari bahwa hidupnya diabdikan sepenuhnya demi kebahagiaan kedua orangtuanya. Menurut Nadya apa yang dikatakan orang tua semata-mata demi kebahagiaan anaknya juga.

Pada suatu kesempatan Nadya pernah melaksanakan latih tanding dengan petenis putra berbakat di Markas Direktorat Perbekalan dan Angkutan TNI AD di Kramat Jati Jakarta.   Pada pertandingan tersebut Nadya berhasil mengalahkan petenis putra tersebut. Melihat kenyataan itu Pimpinan TNI AD melalui Direktur Perbekalan dan Angkutan selaku Ketua Umum Persatuan Tenis Angkatan Darat (PTAD) memberikan rekomendasi kepada Nadya untuk menjadi anggota Kowad. Mendapat kepercayaan tersebut, Nadya akhirnya menerima dan selanjutnya ia mengikuti proses seleksi penerimaan calon anggota Kowad bertempat di Kodam III/Siliwangi.

Walaupun Nadya memiliki banyak prestasi di bidang tenis lapangan, tidak sertamerta ia melenggang dalam proses menjadi tentara.  Ia bersama beberapa rekan atlet yang mengikuti seleksi penerimaan calon, melakukan kegiatan tes sama dengan peserta umum lainnya. Standar kemampuan mental, fisik maupun akademis para peserta seleksi harus berada diatas rata-rata. Bersama rekan sejawat yang dinyatakan lulus seleksi, Nadya pun menempuh pendidikan Secaba PK (Prajurit Karir) Angkatan ke 20 Tahun 2013 selama 5 bulan di Pusdik Kowad di Lembang, Bandung. Selama dua bulan proses pendidikan berlangsung, otomatis kegiatan tenis tidak ada sama sekali, yang ada hanya berlatih dan berlatih ilmu kemiliteran. Di bulan ke tiga pada saat kegiatan olahraga, Nadya baru diperkenankan  untuk melakukan penyegaran berlatih tenis selama dua kali seminggu.

Setelah mengikuti pendidikan dasar selama 5 bulan lamanya, Nadya masih harus melanjutkan pendidikan kecabangan Perbekalan dan Angkutan selama 4 bulan di Pusdikbekang, Cimahi. Selesai mengikuti pendidikan kecabangan, Nadya sejak  Maret 2013 mendapat kehormatan untuk melaksanakan tugas di Satuan Tepbek Bekangdam III/Siliwangi, Cimahi hingga saat ini.

Setelah aktif menjadi prajurit, Direktur Perbekalan dan Angkutan TNI AD memberikan dukungan penuh kepada Nadya untuk terus berkiprah di dunia tenis lapangan. Prestasi demi prestasi kembali diraihnya dari berbagai turnamen baik dalam maupun luar negeri.

Berikut ini berbagai rangkaian prestasi yang berhasil diraih Nadya pada masa sebelum menjadi Kowad diantaranya ;

Juara 1 Kejurnas Tunggal Putri (10 th) Piala Tugu Muda XXIII/2004 di Semarang, Juara 1 Kejurnas Tunggal Putri (10 th) Piala Pelindo III Solo Open VI di Surakarta, Juara 1 Kejurnas Ganda Putri (10 th) Piala Pelindo III Solo Open VI di Surakarta 2004.   Juara 1 Kejurnas Tunggal Putri  (10 th) Piala Martina di Malang 2004, Juara 1 Kejurnas Ganda Putri (12 th) Piala Martina di Tegal 2005, Juara 1 Kejurnas Tunggal Putri (12 th) Piala Hemaviton Jakarta 2005, Juara 1  Tunggal Putri (12 th) Piala Thamrin Cup Internasional Jakarta 2005, Juara 1  Kejurnas Tunggal Putri  (12 th) Piala Krakatau Open di Cilegon 2005, Juara 1  Kejurnas Tunggal Putri (12 th) Piala Krakatau Open di Cilegon 2005, Juara 1  Internasional Beregu (12 th)  Tournament Frendly Team Competition Amongs Indonesia, Singapore, Thailand, Malaysia, di Kuala Lumpur 2005, Juara 1  Kejurnas Tunggal Putri (14 th) Piala Walikota Malang 2006, Juara 1 Kejurnas Ganda Putri (14 th)  Piala Batam Open 2006, Juara 1 Ganda Putri Popda Jabar 2006, Juara 1 Internasional Ganda Putri (14 th) Piala Pangdam III/Slw di Bandung 2006, Juara 1  Kejurnas Tunggal Putri (14 th) Piala Tugu Muda XXV-2006 di Semarang, Juara 1  Kejurnas Gandaputri (14 th) Piala Tugu Muda XXV-2006 di Semarang, Juara 1  Kejurnas Tunggal Putri (14 th) Piala Pemalang Open III 2006, Juara 1  Kejurnas Tunggal Putri (14 th) Piala ISCI Junior Open Tenis Tournament di Jakarta 2006, Juara 1  Kejurnas Ganda Putri (14 th) Piala ISCI Junior Open Tenis Tournament di Jakarta 2006, Juara 1  Kejurnas Tunggal Putri (14 th Piala ISCI Junior Open Tenis Tournament di Jakarta 2006, Juara 1 Kejurnas Tunggal Putri (14 th) Solo Open III Championship 2006, Juara 1 Kejurnas Tunggal Putri (14 th)  Pemalang Open 2007, Juara 1 Kejurnas Tunggal Putri (14 th) Kejurnas Seri 1 di Jakarta 2007, Juara 1 Internasional Tunggal Putri (14 th) Asian 14 & Under Championship Series di Kuching Malaysia 2007, Juara 1 Internasional Ganda Putri (14 th) Asian 14 & Under Championship Series di Kuching Malaysia 2007, Juara 1 Kejurnas Tunggal Putri (14 th) Kejurnas Seri 4 di Jakarta 2007, Juara 1 Kejurnas Ganda Putri (14 th) Kejurnas Seri 4 di Jakarta 2007, Juara 1 Kejurnas Tunggal Putri (14 th) Piala New Armada Magelang 2007, Juara 1 Kejurnas Ganda Putri Ku 14 Tahun Piala New Armada Magelang 2007, Juara 1 Kejurnas Tunggal Putri (14 th) Piala Pemalang Open 2008, Juara 1 Kejurnas Tunggal Putri (14 th) Piala Sekolah Tiara Internasional 2008, Juara 1 Seleksi Nasional Untuk Kejuaraan Piala Dunia Junior Beijing 2008, Juara 1 Kejurnas Tunggal Putri (16 th) Piala Salonpas di Jakarta 2008, Juara 1 Ganda Putri (14 th) Piala Jubile School Tingkat Asia di Jakarta 2008, Juara 1 Kejurnas Tunggal Putri (16 th)  Piala Tenis Bintang Junior Open Series III di Jakarta 2008, Juara 2 Mix Doubles BNP Paribas Cup di Prancis 2008, Juara 1 Doubles ITF Grade 4 Ipoh Malysia 2009, Juara 1 Tunggal dan Ganda Pada Popnas X di Yogyakarta 2009, Juara 1 Double ITF Grade 4 Onejeck Internasional Junior Champs 2009, Juara 1 Double Internasional Junior Tennis Champs Becamex Cup di Vietnam 2009, Juara 2 Double ITF Grade 3 Serawak 2009, Juara 2 Doble ITF Grade 4 Wijoyo Sujono – Semen Gresik Internasional di Surabaya 2009, Juara 1 Double ITF Grade 4 Jakarta Internasional 2009, Juara 1 Tunggal Putri (16 th) Piala Fiks Telkom di Bandung 2009, Juara 1 Ganda Putri (16 th) Piala Fiks Telkom di Bandung 2009, Juara 2 Tunggal Putri Internasional Piala Onejack di Bandung 2010, Juara 1 Ganda Putri Internasional Piala Onejack di Bandung 2010, Juara 1 Double Putri Internasional Piala Thamrin 2010, Juara 1 Double Putri Internasional Widjoyo Sujono Surabaya 2010, Juara 2 Dobles Womens Circuit Internasional $ 10.000 Senior di Jakarta 2011, Juara 3 Doubles Womens Circuit Internasional Senior di Jakarta 2011, dan Juara 3 Ganda Putri Pon Riau 2011.

Karena prestasi yang menyolok tersebut Nadya menerima penghargaan Menteri Negara Pemuda Dan Olahraga Dalam Rangka Peringatan 100 Tahun Kebangkitan   Nasional di Jakarta 2008. Selain itu Nadya juga mendapat  undangan dari ITF Grand Slam Development Fund untuk Mengikuti Turnamen Tenis Junior di Eropa Dari Tanggal 3 Juli s.d 9 Agustus 2008 (Prancis, Belanda, Jerman, dan Belgia).

Pada tahun 2012 Nadya harus absen dalam pertandingan dikarenakan menjalani proses seleksi hingga pendidikan Kowad.

Tahun 2013, di tahun pertamanya setelah menjadi prajurit TNI AD hingga saat ini, beberapa prestasi cabang olahraga tenis lapangan tingkat nasional maupun internasional yang diikutinya, menjadikannya sebagai peraih ;

Juara 2 Tenis Kelompok Putri Piala Panglima TNI Cup 2013, Juara 1 Kejurnas Tunggal Putri Sarundayang Cup di Manado 2014, Juara 2 Kejurnas Ganda Putri Sarundayang Cup di Manado 2014, Juara 1 Kejurnas Tunggal Putri Championship For Bali di Bali 2014, Juara 1 Cabang Olahraga Tenis Kelompok Putri di Piala Panglima TNI Cup 2014, Juara 2 Nasional Ganda Putri di Samarinda 2015, dan Juara 1 Cabang Olahraga Tenis Lapangan Kelompok Putri di Piala Panglima TNI Cup 2015.

 Meski berbagai prestasi berhasil diukirnya, hal itu tidak membuat Nadya lekas berpuas diri. Nadya tetap menjadi pribadi yang bersahaja, periang, ramah dan mudah bergaul dengan siapa saja, serta taat beribadah. Dara yang mengaku sudah memiliki teman dekat calon pendamping hidup tersebut suka berbagi ilmu dengan siapapun yang berkeinginan untuk maju.

Tak lupa melalui rubrik ini Nadya mengucapkan terima kasih kepada kedua orang tua yang tanpa mengenal lelah telah membimbingnya menjadi orang yang berprestasi seperti saat ini. Ucapan terima kasih juga disampaikannya kepada Dirbekang TNI AD, Kabekangdam III/Slw, maupun Dantepbek III-44-02.A/Cimahi, serta para pelatih, atas dukungan untuk tetap eksis di dunia tenis lapangan.

Ayunkan terus raketmu, hingga semua lawan mengakui ketangguhanmu, Nadya…!!! (Redaksi)

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Tips Kesehatan Artikel Kostrad Puspen TNI Kodam XII/Tanjungpura Kodam IV/Diponegoro Dinas Penerangan
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Nadya Syarifah, Petenis Nasional dari TNI AD