TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Prajurit Infanteri Tidak Dapat Dipisahkan Dengan Lingkungan Masyarakat Sekitarnya

By 22 Dec 2015 10:04Kodam XII/Tanjungpura
ton ting1-1

Sanggau, Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Korps Infanteri Tahun 2015 berlangsung diiringi dengan bunyi ledakan dan tembakan yang berlangsung di lapangan Sepak Bola Rawa Bhakti, Jl Ahmad Yani, Kelurahan Beringin, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Sabtu (19/12) dipimpin Kasdam XII/Tpr Brigjen TNI Aris Martono Haryadi.

Peringatan hari infanteri ke-67 tahun 2015 ini mengambil tajuk Dilandasi Semangat Yuddha Wastu  Pramukha, Kita Tingkatkan Profesionalisme, Militansi Dan Soliditas Bersama Rakyat Sebagai Landasan Kekuatan Bela Negara Dalam Rangka Mendukung Tugas Pokok TNI AD ”.

Dalam amanat Danpussenif Kodiklat TNI AD yang dibacakan Kasdam XII/Tpr menyampaikan bahwa Salah satu catatan peristiwa penting yang menjadi tonggak sejarah Infanteri adalah peristiwa saat menghadapi agresi militer Belanda II tanggal 19 Desember 1948. Dimana pada saat itu, Panglima besar Jenderal Sudirman mengeluarkan perintah kilat kepada Angkatan perang RI untuk menjalankan rencana perintah siasat untuk melawan musuh dengan melaksanakan perang rakyat semesta dimana pasukan-pasukan yang hijrah melaksanakan aksi wingate (infiltrasi) dengan cara long mars kembali ke wilayah masing-masing dan membentuk wherekrise (kantong-kantong kekuatan) sebagai titi-titik kuat pertempuran Gerilya.

“Bentuk dan siasat pertempuran   yang digunakan tersebut merupakan taktik dan strategi Prajurit Infanteri untuk melanjutkan perjuangan dalam rangka mempertahankan   kemerdekaan. Melihat sejarah ditetapkannya hari infanteri tersebut, maka peran, tugas dan fungsi TNI AD khususnya prajurit infanteri tidak dapat dipisahkan dengan lingkungan masyarakat sekitarnya. Kebersamaan dengan rakyat menjadi bagian penting dan strategis dalam mendukung pencapaian tuntutan profesionalisme prajurit dan satuan infanteri”, terangnya.

Selanjutnya untuk mengenang deklarasi pemerintah darurat republik indonesia (PDRI) tersebut, Presiden Republik Indonesia ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono melalui keppres no. 28 tahun 2006 menetapkan bahwa pada tanggal 19 desember sebagai hari Bela Negara, dimana pada tanggal tersebut diperingati juga sebagai hari Infanteri di lingkungan TNI AD, tegasnya.

Fenomena tersebut tentunya menuntut kehadiran prajurit dan satuan-satuan Infanteri yang berkualitas dan modern, memiliki mentalitas baja dan berkarakter pejuang. Ingat, sebagai insan prajurit sejati, tugas adalah kehormatan, tugas berat tapi mulia, itulah karakter yang harus tetap terpelihara dan tertanam pada setiap dada prajurit infanteri dimanapun berada dan bertugas serta Prajurit infanteri dan rakyat merupakan satu hal yang tidak   dapat dipisahkan, dan merupakan amanat konstitusi yang menegaskan bahwa, sistem pertahanan semesta menjadi pilihan terbaik bangsa dalam mempertahankan NKRI, ungkapnya.

            Usai upacara HUT Infanteri dilakukan penutupan Peletong Beranting Yudha Wastu Pramuka Jaya TA. 2015untuk peleton inti  juara satu diraih Satuan 641/Raider, juara dua Denma Brigif 19/Kh, juara tiga 641/Raider, sedangkan Peleton pengantar juara satu diraih Denkav 2/BC, juara dua Yonarmed 16 / TKP dan juara tiga Denkav 2/BC.

Hadir pada acara tersebut Para Asisten Kasdam XII/Tpr, Para Kabalakdam XII/Tpr, Danrindam XII/Tpr, Bupati Kabupaten Sanggau, Wakapolres Sanggau, serta para tokoh Adat dan Agama Kabupaten Sanggau serta undangan lainnya.

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Kodam IX/Udayana Kodam XII/Tanjungpura Kodam Jaya Berita Satuan Kodam XVI/Patimura Kodam V/Brawijaya Kodam I/Bukit Barisan
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Prajurit Infanteri Tidak Dapat Dipisahkan Dengan Lingkungan Masyarakat Sekitarnya