TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Puluhan Tumpeng Adu Kreasi

DSCF7627_7

Puluhan tumpeng dengan berbagai bentuk, berbagai jenis dan varian menyemarakkan lomba “Tumpeng Nusantara 2015” yang digelar di Makodim 0729/Bantul, Senin (30/11). Lomba digelar dalam rangka gerakan penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta Hari Ibu Tahun 2015 tingkat DIY. Lomba dihadiri langsung ketua Persit Kartika Chandra Kirana (PKCK) KoorcabRem 072 PD IV/Diponegoro, Ny Enny Tri Mulyono, Ketua PKCK Cabang XXX Dim 0729/Bantul, Ny Fatma Tumadi dan juga perwakilan dari Dinas Kebudayaan DIY dan Bantul, unsur TP PKK Kabupaten Bantul, Lembaga Pemberdayaan dan Penguatan Pendidikan Nasional (LPPPN) serta puluhan peserta yang berasal dari berbagai organisasi  wanita.

Tumpeng  yang dibuat para peserta tersebut, terlihat indah ketika ditata di lokasi lomba berikut dengan hiasan bunga, sendok, piring maupun gelas  menggunakan tatakan alami seperti daun dan kain batik  serta dibuat dengan ukuran yang beragam baik tumpeng polos ataupun tumpeng berundak.

Ketua tim juri, Ny Endah Susanti Gurning mengatakan  lomba tumpeng Nusantara 2015 digelar bergilir di 4 kabupaten dan 1 kota. Untuk pelaksanaan di Kabupaten Bantul adalah perhelatan terakhir.

“Ada beberapa hal yang kami nilai dalam lomba tumpeng  kali ini,” kata istri Dandim 0734/Kota Jogja, Letkol (Inf) Hotma Maratua Gurning tersebut.

Berdasarkan pakem, diantaranya untuk tumpeng di bagian bawah berbentuk bulat sebagai perwujudan bentuk alam semesta. Kemudian kerucut  secara filosofi menunjukkan bahwa umat manusia memohon dan berdoa kepada satu tujuan yakni  Allah SWT.

Sedangkan untuk sayur dan berbagai lauk yang ada, secara pakem untuk lomba tumpeng tidak boleh ada sekat-sekat seperti menggunakan daun, karena wujud bersatunya berbagai unsur sehingga menciptakan hal yang indah.

“Sehingga dicampur dan dijajar saja,” katanya,

Selain itu dalam lomba  tumpeng, ada beberapa hal yang menjadi perhatian seperti tidak  boleh menggunakan  unsur logam dalam merangkai tempatnya misal klip atau jarum, tidak boleh menggunakan pengawet dan pewarna.

Sedangkan Ketua PKCK Cabang XXX, Ny Fatma Tumadi dalam sambutanya mengatakan   peringatan hari ibu menjadi momentum bag semua, untuk mengingat betapa besar peran dan jasa seorang ibu.

Adapun peran tersebut diantaranya  sebagai manager yakni seorang ibu  harus mampu mengintegrasikan berbagai macam karakter, berbagai macam keadaan atau kondisi anggota keluarganya ke dalam satu tujuan dalam berrumah tangga.

“Peran Ibu sebagai teacher atau guru  yakni dimana  seorang ibu harus mampu mendidik putra-putrinya, mengajarkan sesuatu yang baru, melatih, membimbing mengarahkan serta memberikan penilaian baik berupa reward maupun punishment yang mendidik,”katanya.

Seorang ibu juga berperan sebagai chef dimana  sebagai  seorang chef tentunya seorang ibu harus pandai memutar otak untuk berkreasi menghasilkan menu-menu yang dapat diterima semua anggota keluarga, baik menu sarapan, makan siang, maupun makan malam. “Termasuk kreasi yang ditampilkan hari ini dalam lomba tumpeng,  sebagai  bentuk kemampuan seorang ibu dalam mengkreasikan masakan,”.

Juga seorang ibu berperan sebagai nurse atau perawat  yakni  seorang ibu bagaimana dengan telatennya merawat putra-putrinya.

Seorang ibu juga berperan sebagai akuntan yakni seorang ibu harus  mampu mengelola keuangan dengan sebaik-baiknya dan bahkan bagaimana seorang ibu rumah tangga mampu membantu perekonomian keluarganya dengan tidak melupakan kodratnya sebagai ibu.

Hasil Lomba Tumpeng 2015

  1. Juara 1 TP PKK Kecamatan Sanden
  2. Juara II ranting Persit KCK Dlingo
  3. Juara III ranting Persit KCK Jetis.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Puluhan Tumpeng Adu Kreasi