TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Dandim Kediri, Mantapkan Kewaspadaan terhadap Terorisme dan Radikalisme kepada Para Medis

By 26 Jan 2016 11:08Kodam V/Brawijaya
24 JAN RS HVA (6)
Gejala laten anti Pancasila dan UUD 1945, mulai tampak dan tumbuh berkembang, bahkan ada sebagian kecil masyarakat justru mengaminkan mereka, karena latar belakang yang sama. Keprihatinan ini mendorong Kodim 0809/Kediri untuk memberi gambaran yang jelas tentang fakta sejarah perjuangan bangsa dalam meraih satu kata, yaitu “Merdeka”.

Pada kesempatan yang memang sama sekali tidak beragenda ataupun terjadwal sebelumnya, bahkan cenderung spontanitas, Dandim Kediri, Letkol Inf Purnomosidi didampingi Pasi Ter Kodim Kediri Kapten Inf Suliyono dan Danramil Pare Kapten Arh Ajir, mengadakan pencerahan tentang wawasan kebangsaan kepada sejumlah tenaga medis yang ada di RS HVA Desa Tulungrejo Kecamatan Pare Kabupaten Kediri.
 “Negara ini didirikan oleh para pendiri bangsa bukan atas nama agama tertentu, juga bukan berdasarkan peraturan atau hukum agama tertentu, juga tidak pula dimiliki atau dikuasai oleh organisasi yang mengatasnamakan agama tertentu, tetapi didirikan oleh semangat Persatuan dan Kesatuan dalam konteks Bhinneka Tunggal Ika,” ungkap Letkol Inf Purnomosidi, kepada sejumlah tenaga medis di RS HVA Tulungrejo Pare Kediri.
lebih lanjut Letkol Inf Purnomosidi menyampaikan bahwa perlu dipahami secara jelas tentang fakta yang tercatat dalam sejarah, bahwa para pendiri bangsa semua berlatar belakang berbeda ,termasuk latar belakang agama, jadi tidak “Fair” apabila negara ini dimonopoli oleh satu agama tertentu. Ingat ,kita semua yang ada disini lahir dan tumbuh dewasa, jauh sebelum perjuangan bangsa ini merebut kemerdekaannya, tetapi cuma meneruskan atau melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa, tanpa menguras tenaga dan pikiran untuk mengisi sejarah bangsa menuju kemerdekaan.
Wawasan kebangsaan yang bertajuk “Kewaspadaan terhadap faham terorisme dan radikalisme” tersebut pada Minggu (24/01), meski tergelar secara mendadak, tetapi mendapat perhatian khusus dari pihak rumah sakit, terutama dalam memantapkan wawasan kepada kaum intelektual yang tidak menutup kemungkinan dapat terseret dalam  doktrin-doktrin yang menyesatkan.
 “Jangan dikira saudara-saudara ini karena background kaum intelektual khususnya di bidang medis, lantas tidak mungkin terseret arus doktrin-doktrin yang menyesatkan. Di timur tengah sana, ISIS tumbuh dan berkembang karena support dari kaum intelektual juga, baik dari warga Iraq, Suriah, Libanon, Yordania, Iran, Turki maupun Mesir,” pungkas Letkol Inf Purnomosidi. ( Penrem 082/CPYJ )

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Dandim Kediri, Mantapkan Kewaspadaan terhadap Terorisme dan Radikalisme kepada Para Medis