TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Kemenag Waspadai Daerah Perbatasan

By 29 Jan 2016 09:21Kliping
logo-tni-ad-featured-1600×900-3

Penyebaran paham radikal sudah sangat me­resahkan masyarakat hingga keseluruh pelosok Indonesia, tak terkecuali Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang dicurigai masuk melalui daerah perbatasan yang dibawa oleh para war­ga pendatang

Paling  ditakutkan,  paham  ra­dikal   masuk  melalui buku  pen­didikan  agama  maupun  umum di sekolah-sekolah yang dibawa para warga pedatang yang tak jelas asal usulnya.

Untuk itu, Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemeng) Kal­sel, bersama Badan Kesbangpol Provp, TNI dan Polri telah melakukan deteksi daerah rawan masuknya radikalisme.

Kita sudah mendeteksi daerah mana saja yang rawan dimasuki radikalisme, ujar Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Drs H M Tambrin pada wartawan usai aca­ra Zikir dan doa bersama untuk bangsa dan banua dalam rangka Maulid Nabi dan Tasyakuran Hari Amal Bakti (HAB) ke 70 di Musholla Al Ikhlas di kantor Kemenag di Banjarmasin, Kamis, 28 Januari 2016.

Dalam kegiatan Zikir dan doa bersama hari itu, dipimpin KH Zarkasi dari pesantren Darul Saleh, Martapura serta dihadiri seluruh Kepala Kanwil Kemen­terian Agama se Kalsel, pega­wai administrasi, penyuluh, KUA dan guru Madrasah se Kota Banjarmasin.

Kakanwil Kemenag, H M Tambrin mengatakan, berdasar data penduduk Kalsel saat ini, ter­dapat sebanyak 4 juta leb­ih atau 96,8 persen diantaranya beragama Islam yang hidup dalam kondisi aman dan kon­dusif, namun perlu diwaspadai warga pendatang.

Tambrin, mengaku, dulu ke­lompok radikal memang per­nah mampir ke beberapa dae­rah di Kalsel. Tetapi, berdasar­kan informasi pihak kepolisian dan BIN, saat ini sudah tidak ada lagi. ptin demikian terkait kemungkinan adanya Gafatar di Kalsel, Tambrin menyerah­kan hal itu kepada aparat hu­kum setempat, yang jelas ma­syarakat diminta jangan sampai mengambil main hukum send­iri kalau menemukan adanya pengikut Gafatar di Kalsel, kare­na tidak dibenarkan dalam Islam yang rahmatan lilalamin.

Terkait kegiatan zikir dan doa bersama, merupakan program Kementerian Agama RI, dalam menindaklanjuti berzikir untuk mengabdikan kepada bangsa dan negara.

Menurutnya, ada 5 program budaya kerja yakni, perkata­an, profesional sesuai kemam­puan masing-masing dalam pe­kerjaan, budaya melayani se­cara maksimal dan perubahan. Orang Kmenag memimpin umat untuk kepentingan agama. Bu­daya keteladanan bagaimana kemenag bisa lebaih maju dan dekat dengan masyarakat.(Sumber: HU Pelita)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Kemenag Waspadai Daerah Perbatasan