Kodam I/Bukit Barisan

TNI/Polri Gelar Operasi Gaktib Dan Yustisi 2016

Oleh 14 Jan 2016 Tidak ada komentar
TNI/Polri Gelar Operasi Gaktib Dan Yustisi 2016
#TNIAD 

Kasdam I/BB Brigjen TNI Widagdo Hendro Sukoco Irup pada  Upacara Operasi Gaktib dan Yustisi Tahun 2016 di Lapangan Makodam l/BB Jalan Gatot Subroto Km. 7,5 Medan, Kamis (14/1).

Dalam amanatnya Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang dibacakan  Kasdam l/BB Brigjen TNI Widagdo Hendro Sukoco mengatakan salah satu fenomena sosial budaya di era globalisasi adanya revolusi budaya yang begitu deras mengikis secara perlahan  akar budaya Bangsa Indonesia, juga telah menghilangkan semua batas yang ada di dunia, entah itu batas ruang, waktu, budaya, nilai, moral, agama dan lain-lain.     Efek dari pudarnya batas-batas tersebut, menjurus kepada proses penyeragaman secara menyeluruh dan mengancam khazanah budaya nasional dan daerah, termasuk juga telah berpengaruh negatif terhadap pola hidup keseharian, sikap hidup dan jatidiri prajurit TNI sebagai prajurit Sapta Marga. Dalam rangka membentengi pengaruh negatif globalisasi tersebut, bagi prajurit TNI kata kunci yang harus digenggam erat adalah berpegang pada “Disiplin” keprajuritan, kepatuhan terhadap norma, peraturan dan kepatuhan terhadap hukum, yang harus ditegakkan, baik atas kesadaran individu maupun ditegakkan secara struktural formal.

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan dalam konteks struktural formal, penegakan disiplin, tata tertib dan hukum, pelaksanaan operasi Gaktib dan Yustisi minimal memiliki dua kapasitas yang harus dimiliki oleh segenap jajaran Polisi Militer.     Pertama, memiliki kemampuan profesionalitas yang memadai, dalam arti menguasai dan memahami Hukum dengan segala dinamika dan perkembangan yang terkait dengan masalah Hukum Positif, peraturan dan tata tertib dalam rangka menjaga serta memelihara kredibilitas TNI dan prajurit TNI dari penyimpangan terhadap Hukum, baik sebagai akibat dari kekurangpahaman, kelalaian, ketidaksengajaan atau tindakan diluar Hukum yang dilakukan oleh Oknum Internal dan atau pihak eksternal lainnya yang akan melemahkan kredibilitas TNI ditinjau dari sisi Hukum. Kedua, memiliki moralitas yang tinggi, dalam arti mampu menjadi contoh dalam kesadaran, kepatuhan dan pelaksanaan Hukum berikut segala aspek yang melingkupinya.

Upaya penegakkan Hukum dan Disiplin prajurit menempati posisi yang sangat penting dan memberi dampak positif sebagai keteguhan sikap serta perilaku prajurit TNI, apalagi dilandasi dengan ketiga tekad. Pertama, patuh kepada Hukum dan Disiplin prajurit. Kedua, memerangi penyalahgunaan narkoba bagi prajurit dan Ketiga, meniadakan segala bentuk pelanggaran prajurit. Hal ini harus diwujudkan dan dalam penyelenggaraannya dilaksanakan secara tegas dan berwibawa, untuk meningkatkan kedisiplinan serta kepatuhan Hukum para prajurit TNI, baik perorangan maupun kesatuan, yang sesuai dengan tema Operasi Gaktib, yaitu “ Melalui Operasi Gaktib Dan Yustisi Tahun 2016 Polisi Militer TNI Bertekad Meningkatkan Disiplin, Loyalitas, Moralitas dan Kepatuhan Hukum Prajurit Guna Mewujudkan TNI Yang Kuat, Hebat, Profesional dan Dicintai Rakyat”. Berdasarkan evaluasi hasil Operasi Gaktib dan Yustisi Tahun 2015 secara umum terjadi penurunan perkara Pidana yang menonjol meliputi tindak Pidana Desersi dan pelanggaran lalu lintas.

Penyelenggaraan Operasi Gaktib dan Yustisi Tahun Anggaran 2016 bukan merupakan suatu kegiatan yang bersifat rutinitas dan monoton, namun merupakan suatu kegiatan yang dilaksanakan dengan sasaran tercapai penurunan angka pelanggaran Disiplin dan Tata Tertib, penurunan angka pelanggaran lalu lintas dan penurunan angka pelanggaran Pidana prajurit maupun PNS TNI, serta diharapkan dapat memunculkan inovasi-inovasi baru yang lebih cerdas guna mendukung pencapaian tugas pokok TNI. Panglima TNI berharap kepada seluruh jajaran harus memiliki kesamaan persepsi didalam melaksanakan tugas operasi ini dan minimal harus memiliki tiga kapasitas yaitu : Pertama, pedomani kebijakkan pimpinan TNI dalam setiap perumusan program, kegiatan dan pelaksanaan tugas. Kedua, ciptakan metode pembinaan penegakan Hukum, Disiplin dan Tata Tertib, baik dengan sesama Polisi Militer angkatan maupun dengan lembaga penegak Hukum lainnya untuk menghindari kesalahpahaman dan jangan bersikap arogan dilapangan. Ketiga,        tingkatkan profesionalisme prajurit Polisi Militer TNI, khususnya penguasaan, pemahaman dan penghayatan aturan Hukum yang merupakan substansi penting dalam upaya penegakkan Hukum di lingkungan TNI.

Diaklhir amanatnya Panglima TNI mengatakan pada pelaksanaan Operasi Gaktib dan Yustisi TNI Tahun Anggaran 2016, ada beberapa penekanan yang perlu di sampaikan kepada seluruh prajurit TNI dan Para Komandan Satuan untuk dipedomani, yaitu : Pertama, tingkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Esa sebagai landasan moral dan etika dalam pelaksanaan tugas. Kedua, patuhi aturan Hukum yang berlaku dan segala bentuk perintah kedinasan. Ketiga, hindari dan jangan lakukan pelanggaran sekecil apapun. Keempat, hargai segala upaya yang dilakukan oleh aparat penegak Hukum dilapangan. Kelima, Para Komandan Satuan agar memberikan dukungan penuh, demi suksesnya penyelenggaraan Operasi Gaktib dan Yustisi . Keenam, pelihara dan tingkatkan harmonisasi dengan rakyat agar bersama rakyat TNI kuat, hebat, Profesional dan siap mewujudkan Indonesia yang berdaulat, mandiri dan berkepribadian.

Hadir dalam kegiatan Wakapolda, Danlantamal l Belawan, Pangkosekhanudnas lll Polonia Medan, Staf Ahli Pangdam I/BB, Staf Khusus Pangdam I/BB, Para Asisten Kasdam I/BB, Para Kabalakdam I/BB  dan Para Dansat BS Kodam I/BB.

Terkait

Kirim Tanggapan

Made with passion by Vicky Ezra Imanuel