TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

APRIL Kembali Luncurkan Program Desa Bebas Api

By 01 Feb 2016 09:43Kliping
logo-tni-ad-featured-1600×900-3

Program Desa Bebas Api kembali digulirkan perusahaan pulp dan kertas tingkat dunia Asia Pacific Resources International Holdings Limited (APRIL Group) untuk 2016. Kali ini, program melibatkan 20 desa di sepanjang Sungai Kampar, Riau. APRIL meluncurkan kembali program Desa Bebas Api di Pangkalan Kerinci, Sabtu, 30 Januari 2016.

Program Desa Bebas Api 2016 merupakan kelanjutan dari program percontohan pada 2015 telah berhasil bekerja sama dengan sembilan desa. APRIL Group Indonesia Operations Managing Director Tony Wenas menuturkan, program Desa Bebas Api adalah komitmen perusahaan untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan dan hutan yang sering terjadi setiap tahunnya guna menciptakan desa dan wilayah yang bebas api.

Tahun ini, kita berharap semakin banyak desa terbebas dari api dan asap. Komitmen perusahaan ini juga ditandai dengan dianggarkannya dana sebesar satu juta dolar AS untuk pencegahan karlahut (kebakaran lahan dan hutan-Red], kata Tony saat petuncuran program Desa Bebas Api di Pelalawan, Riau, Sabtu, 30 Januari 2016.

Tony melanjutkan, setelah hasil yang menggembirakan dengan sem­bilan desa pada 2015, perusahaan ber­harap lebih banyak lagi desa yang me­rasakan manfaat dari program itu sehingga pada akhirnya tercipta kesadaran masyarakat untuk menjaga lahan dan hutan. APRIL meyakini, pencegahan selalu lebih baik dari menanggulangi dan perusahaan juga berharap lebih banyak lagi pihak yang mengikuti program Desa Bebas Api karena memang terbukti lebih efektif.

Program Desa Bebas Api sudah memasuki tahun ketiga. Menurut Tony, pada 2013 atau sebelum ada program Desa Bebas Api, masih ada 1.000 hektare lahan dan hutan yang terbakar. Pada 2014, ada empat desa yang mengikuti program. Hasilnya, luas lahan dan hutan yang terbakar berku­rang menjadi 600 hektare. Pada 2015, jumlah desa yang mengikuti program pun bertambah menjadi sembilan desa. Karlahut pun berkurang menjadi di bawah 50 hektare. Tahun ini, dengan 20 desa yang mengikuti program Desa Bebas Api, kita semua berharap tidak ada lagi kebakaran atau nol hektare karlahut, ujar Tony.

Komando Korem 031/Wira Bima yang juga Kepala Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan di Riau Brigjen TNI Nurendi mengatakan, karlahut yang sering terjadi di Riau memang harus dicegah dengan membentuk komuni­tas-komunitas yang peduli lingkungan dan hutan. Saat ini, sudah banyak ko­munitas yang dibentok untuk mencegah terjadinya pembakaran lahan dan hutan.

Komunitas-komunitas ini masih terpecah-pecah, parsial-parsial, karena itu nanti akan ada latihan gabungan karlahut menjelang musim kemarau, katanya.

Dia pun berharap perusahaan lain bisa mengikuti langkah nyata yang dilakukan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) untuk melakukan pendampingan terhadap desa-desa yang rawan kebakaran hutan. Apalagi, saat ini terdeteksi ada 164 desa yang merupakan desa rawan terbakar. Belum lagi, lahan dan hutan yang tidak mempunyai kepemilikan yang jelas.

RAPP baru 20 desa, ini perlu diikuti dengan pemberdayaan di seluruh desa rawan terbakar lainnya, ujar Nurendi.

Dirsatwa Baharkam Mabes Polri Brigjen Pol Andriyanto Basunoyang hadir mewakili Kapolri Jenderal Polisi Badrodin Haiti menyampaikan apresiasinya atas program RAPP yang telah menunjukkan hasil. Polri pun menjanjikan akan melibatkan lebih , banyak pihak pada tahun ini. Menurutnya, program ini harus diikuti oleh pihak-pihak lain, baik di sektor kehutanan maupun sektor lainnya.

Sejalan dengan arahan dari Bapak Presiden untuk mengoptimalkan pencegahan kebakaran, pendekatan APRIL sudah tepat. Biaya yang dibutuhkan untuk memadamkan sudah ter­bukti lebih mahal. Harus lebih banyak perusahaan mengikuti pendekatan ini agar arahan Presiden Joko Widodo terwujud, kata Brigjen Pol Andriyanto.

Lurah Pelalawan Edi Arifin mengatakan, sebagai salah satu kelurahan yang menerima reward atas program Desa Bebas Api tahun lalu, masyarakat Kelurahan Pelalawan sangat merasakan dampak baik dari program tersebut. Pada 2014, kata Edi, masih ada 14 hektare lahan dan hutan yang terbakar di kelurahannya. Namun, setelah ikut program, lahan yang terbakar tersisa 0,5 hektare. Warga kelurahan pun mendapatkan rewardsebesar Rp 50 juta guna program-program pembangunan di wilayahnya. Edi meyakini, pada tahun ini tidak ada lagi kebakaran di Kelurahan Pelalawan.

Kepala Desa Kuala Panduk Tom Jon mengatakan, tahun lalu desanya mendapatkan program senilai Rp 100 juta dari RAPP lantaran sukses menjaga desanya dari kebakaran. Tom pun mendapatkan kehormatan dari PT RAPP berkunjung ke Paris, Prancis, untuk mengikuti rangkaian kegiatan pertemuan lingkungan dunia, akhir tahun lalu. Sekaligus mempelajari cara pencegahan dan penanganan kebakaran hutan di sana, ujarnya.(Sumber: HU Republika)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

APRIL Kembali Luncurkan Program Desa Bebas Api