TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Divif-1 Kostrad, Komando Operasional Lintas Udara Kostrad

By 02 Feb 2016 16:49Bilik Prestasi
kostrad

“Di tahun 2015 Divif-1 Koastrad  mengukir prestasi dengan berhasil meraih peringkat pertama pada lomba Ton Tangkas TNI AD di Akmil-Magelang. Keberhasilan ini tentu membawa nama baik dan kebanggaan tersendiri baik bagi satuan maupun prajurit di jajaran Divif-1 Kostrad”.

Divisi Infanteri-1 Kostrad (Divif-1), adalah suatu Komando Operasional Lintas Udara Kostrad,  merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam satuan Komando Cadangan Strategis TNI Angkatan Darat (Kostrad) dan berkedudukan langsung di bawah Pangkostrad. Divisi-1 Kostrad dibentuk  pada tahun 1963, dan berkedudukan di Cilodong-Jawa Barat .  Dalam sepak terjangnya sungguh banyak menorehkan prestasi yang gemilang dalam menjaga keutuhan NKRI. Satuan ini merupakan salah satu satuan yang menjadi kebanggaan TNI Angkatan Darat. Satuan dengan baret hijau dengan lambang senjata sakti Cakra Sapta Agni telah banyak melakukan tugas-tugas baik Operasi Militer untuk Perang (OMP) maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP)

 Kedudukan Divif-1 Kostrad, sesuai Kep Kasad Nomor Kep/34/X/2006 tanggal 11 Oktober 2006 tentang buku Organisasi dan tugas Divif 1 Kostrad, bahwa Divisi Infanteri Kostrad, disingkat Divif  Kostrad adalah suatu Komando Operasional Kostrad, berkedudukan langsung di bawah Pangkostrad.  Sedangkan Tugas Pokok Divif-1 Kostrad bertugas membina kesiapan operasional atas segenap jajaran Komandonya dan menyelanggarakan tugas operasi yang bersifat taktis maupun strategis, dalam rangka mendukung tugas pokok Kostrad.

  Dalam rangka melaksanakan tugas pokok, Divif-1 Kostrad melasksanakan tugas-tugas   antara lain : Melaksanakan Fungsi Utama meliputi; penyiapan kekuatan, pertempuran, administrasi. Melaksanakan Fungsi Organik Militer; meliputi kegiatan  di bidang intelijen, operasi, logistik dan pembinaan teritorial terbatas, pengawasan dan pengendalian. Melaksanakan Fungsi Organik Pembinaan meliputi; penyelengaraan kegiatan di bidang perencanaan, pengorganisasian, Pelaksanan, pengawasan dan pengendalian serta latihan dalam rangka mendukung tugas pokok Divif Kostrad

Sejarah

Pembentukan Divisi Infanteri 1 berkaitan erat dengan kebijakan pimpinan TNI AD menyikapi kebutuhan organisasi, yaitu satuan berkemampuan lintas udara untuk membebaskan Irian Barat dari cengkeraman Kolonialis Belanda, maka KASAD Jenderal TNI Abdul Haris Nasution mengeluarkan Surat Keputusan No : Kep-1067/12/1960 tanggal 27 Desember 1960 untuk membentuk Cadangan Umum Angkatan Darat (Caduad), dari pembentukan Caduad yang dilaksanakan kelompok kerja, maka disahkan Satu Korps Tentara ke I/CADUAD yang berisikan satu Divisi Infanteri.

Disusul dengan Surat Keputusan Kasad No : Kep/760/10/1961 tanggal 18 Oktober 1961 diadakan perombakan/penambahan struktur satuan Korps Tentara ke I/CADUAD, dengan menetapkan penambahan Satu Yon Para Komando pada Eselon Korps, serta mengubah Brigade Para Komando pada Eselon Divisi menjadi Brigade Para yang terdiri dari tiga Yon Para yang terdiri dari Yonif 330/Para Kodam VI/Slw, Yonif 454/Benteng Raiders Kodam VII/Dip, dan Yonif 530/Para Kodam VIII/Brw.

Sesuai dengan tujuan pembentukan Brigade Para tersebut, sebagai satuan utama dari Korps Tentara I CADUAD, maka Brigade Para ini diterjunkan langsung di daerah operasi Jayawijaya untuk mengembalikan Irian Barat ke pangkuan Ibu Pertiwi seperti yang diamanatkan oleh Trikora. Operasi Jayawijaya telah berakhir dan Irian Barat telah kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi pada tahun 1962, selanjutnya tugas baru menanti di wilayah Indonesia bagian barat karena adanya sengketa Indonesia dengan Malaysia yang berpuncak lahirnya Dwikora tanggal 3 Mei 1964.

Pengalaman tugas yang dialami membuat Pimpinan TNI AD memandang perlu membentuk dan menyiapkan satuan-satuan yang digunakan untuk pembentukan Kopur Linud, maka sesuai dengan Keputusan Men/Pangab Nomor I Kep-414/4/1965 tanggal 15 April 1965 (disusul dengan Surat Perintah Nomor : Sprin/298/7/1965 dan Nomor : Sprin-299/7/1965) untuk pembentukan Kopur Linud yang dibentuk oleh Pangdam VI/Slw dan Pangdam VIII/Brw, dengan demikian terbentuklah Kopur Linud.

Situasi terus berkembang, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi turut mempengaruhi sendi-sendi kehidupan bangsa, khususnya yang berkaitan dengan hakekat ancaman, maka pimpinan TNI AD kembali mengadakan penyesuaian organisasi yang telah ada sesuai dengan tuntutan keadaan, diantaranya Likuidasi Kopur Linud menjadi Divisi Infanteri 1, berdasarkan Surat Keputusan Kasad Nomor : Skep/535/VI/1965 tanggal 11 Juni 1965 dengan satuan-satuan utamanya terdiri dari satuan tempur, bantuan tempur dan bantuan administrasi Kostrad yang berkedudukan di wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Selanjutnya Divif 1 Kostrad beserta satuan jajarannya selalu mendapat kehormatan dan kepercayaan untuk ambil bagian dalam berbagai tugas operasi dan tugas-tugas lainnya baik di dalam maupun di luar negeri.

Suatu kenyataan Sejarah, bahwa proses terbentuknya Divisi Infanteri 1 tidak dapat dilepaskan dari kesadaran dan tanggung jawab Pimpinan dan prajurit TNI Angkatan Darat akan panggilan  tugas  untuk mempertahankan dan mengamankan kedaulatan Negara  Republik  Indonesia yang tercinta ini. Berawal  dari kebutuhan terhadap satuan yang berkemampuan  Lintas  Udara  untuk  melaksanakan  Tugas Suci membebaskan  Irian  Barat pada tahun 1961 dari cengkeraman Kolonialis Belanda, maka dibentuklah Brigade Infanteri-3/Para dengan satuannya terdiri dari Yonif 330/Para Kodam VI/Slw,  Yonif  454/Banteng  Raiders Kodam VII/Diponegoro dan Yonif 530/Para Kodam VIII/Brawijaya sesuai dengan tujuan pembentukannya, sebagai satuan utama dari Korps Tentara 1 Caduad, maka Brigade-3/Para ini diterjunkan langsung di Daerah Operasi Jayawijaya untuk mengembalikan Irian Barat kepangkuan Ibu Pertiwi seperti yang diamanatkan oleh Trikora.

Operasi  Jayawijaya telah berakhir dan Irian Barat telah kembali kepangkuan Ibu Pertiwi, sebaliknya tugas baru telah menanti di Wilayah Indonesia  Bagian  Barat karena adanya sengketa dengan  Malaysia  yang berpuncak pada keluarnya Dwikora. TNI Angkatan Darat merasa terpanggil untuk menyiapkan satuan yang berkemampuan  Lintas  Udara setingkat Kopur Linud, sedangkan satuan-satuan yang digunakan untuk pembentukan Kopur Linud dibentuk oleh Pangdam III/Slw dan Pangdam VIII/Brawijaya sedangkan Yonif dibentuk oleh para Deputi Wilayah, Pangdam III/Siliwangi, Pangdam VII/Diponegoro dan Pangdam VIII/Brawijaya.

 

Fase Perkembangan 

Fase Brigade-3/Para. Surat Keputusan Kasad Nomor : SPTS-188/2/1962 tanggal 7 Februari 1962. Brigade-3/Para  dinyatakan dibentuk Tmt 1 Januari 1962. Mabrigif-3/Para berkedudukan di Jakarta dan  termasuk dalam KORA 1 CADUAD. Dan Satuan yang dibawah kendalinya terdiri dari : Yonif 330/Para Kodam VI/Slw, Yonif 454/Para Kodam VII/Dip, Yonif 530/Para Kodam VIII/Brw, Surat Keputusan Men/Pangab Nomor : Kep-75/I/1964 tanggal 29  Januari 1964, Brigade-3/Para secara organik masuk jajaran Kostrad.

Fase Kopur Linud. Keputusan Men/Pangab Nomor : Kep-414/IV/1965 tanggal 15 April 1965 (disusun dengan Surat Perintah Nomor : Sprin/298/VII/1965 dan   Nomor : Sprin/299/VII/1965). Komando Tempur Lintas Udara (Kopur Linud) dibentuk, Mabrigif-3/Para sebagai Makopur Linud, Pangdam VI/Slw dan Pangdam VIII/Brw masing-masing membentuk dan menyiapkan satu Brigif Linud dan semua Deputi Wilayah masing-masing membentuk 1  Yonif Linud.

Keputusan Men/Pangab Nomor : Kep-1453/12/1965 tanggal 22 Desember 1965. Pembentukan Markas Komando Tempur Lintas Udara (Makopur Linud), berkedudukan di Cilodong. Selanjutnya tanggal 22 Desember 1965 ini ditetapkan sebagai   hari lahirnya Kopur Linud dan kemudian ditetapkan sebagai hari  lahirnya Divisi Infanteri 1 Kostrad. Surat Keputusan Men/Pangab Nomor : Kep-45/I/1966 tanggal 21 Januari 1966.   Makopur Linud secara organik dinyatakan masuk jajaran Kostrad. Selanjutnya   mendapat  tanggung   jawab   membina  Satuan Lintas Udara/Para jajaran Kostrad.

Fase Divisi Infanteri 1 Kostrad.  Surat  Keputusan Kasad Nomor : Skep/535/VI/1985 tanggal  11 Juni 1985. Pembentukan Divisi Infanteri 1. Makopur Linud dilebur  menjadi  Markas   Divisi Infanteri 1 (Madivif 1 Kostrad). Satuan organik yang berada dibawah Divif 1 terdiri dari : Brigif  Linud  17/Kujang 1, yang terdiri dari Yonif L-305, 328 dan 330, Brigif  13/Galuh, terdiri dari Yonif 303, 321 dan 323 Raider, Menarmed 2, terdiri dari Yonarmed 9, 10 dan 13, Yonkav 1, Yonarhanudri 1, Yonzipur 9, Yonbekang 1 (dari Yon Angkoposit, Yon Inf Para dan Yon Pal), Yonkes 1, Denma Divif 1, Denpal Divif 1 (dari Yon Pal), Denhub Divif 1 (dari Hub Pur Para), Denpom Divif 1 (dari Yon Pomad Para) dan Kikavtai 1 Divif 1 serta Ajen Divif 1. Kemudian berdasarkan Sprin Pangkostrad Nomor : Sprin/222/IV/1991 tanggal 1 April 1991 Brigif Linud 3 yang berlokasi di Ujung Pandang BKO Divisi Infanteri 1.

Pelaksanaan tugas Operasi

Operasi dalam negeri :

a. Brigif 3/Para (1962-1965). Operasi Tempur Jayawijaya dan operasi penumpasan gerombolan DI/TII.  

b. Kopur Linud (1965-1985). Meliputi operasi tempur Dwikora, penumpasan G 30 S PKI, operasi tempur PGRS/Paraku di Kalimantan, operasi tempur di Timor-Timur.

c. Divisi Infanteri 1 Kostrad (1985-Sekarang). Meliputi operasi tempur di Timor-timur, Aceh. pengamanan perbatasan RI-PNG dan pengamanan perbatasan RI-Malaysia (Kalimantan).

 

Operasi Luar Negeri. Tergabung dalam Satgas UNIFIL Lebanon danTergabung dalam Satgas UNIFIL Kongo.

a. Kopur Linud (1965-1985). Penugasan Internasional : Kontingen Garuda IV, Kontingen Garuda VIII, Kontingen Misriga V, Kontingen Misriga VII, Penugasan Yonif L-305 dalam Kasindo Garuda VIII/UNEF, Kontingen Garuda VIII. Latihan Bersama :  Malaysia – Indonesia.

b. Divif1 Kostrad (1985-sekarang). Penugasan Internasional : Kontingen Garuda IX, Kontingen Garuda XII-D, Kontingen Garuda XIV, Kontingen Garuda XIV-B, Kontingen Garuda XIV-C, Kontingen Garuda XIV-D, Kontingen Garuda XIV-F, Kontingen Garuda XVI-6 dan Latihan Bersama :  Safkar Indopura (Indonesia – Singapura).

Arti Lambang dan Motto Satuan

Lambang Satuan dan Motto Satuan.

lambang2

Motto Satuan. Pada dasarnya gambar Pataka Divisi Infanteri 1 merupakan penyempurnaan dan penyesuaian dari Pataka Kopur Linud, sedangkan Pataka Kopur Linud juga merupakan penyempurnaan dan penyesuaian dari Dhuaja Brigade-3/Para, dengan tulisan pada pita tidak berubah yaitu: “PRAKASA VIRA GUPTI”. Pataka Divisi Infanteri 1 mempunyai dasar warna hijau dan jumbai dengan gambar dan pengertian sebagai berikut : Sangkur terhunus berwarna putih perak melambangkan Ksatria dan sikap siap siaga setiap saat. Teratai berwarna putih perak melambangkan watak tokoh yang mandiri, berkembang, memberikan semarak pada lingkungan dan senantiasa bertekad untuk melanjutkan perjuangan. Payung udara berwarna putih dan sepasang sayap berwarna kuning melambangkan jiwa kesatuan dan persatuan dan mampu digerakkan dengan cepat dalam rangka melindungi Tanah Air. Pita berwarna kuning dan tulisan “PRAKASA VIRA GUPTI” berwarna putih mengandung arti : Seorang Perwira/Ksatria yang sanggup dan mampu melindungi Nusa dan Bangsa.

Secara keseluruhan motto tersebut mengandung arti Pendekar Bhayangkari yang mempunyai sikap mental dan tingkah laku yang sesuai dengan Sapta Marga serta senantiasa siap dan mampu menghadapi setiap ancaman terhadap Nusa, Bangsa dan Negara yang berdasarkan Pancasila dengan Motto “Setiap Saat Siap Bergerak (S3B)”.

lambang1

Pembinaan Personel Guna mendapatkan prajurit yang profesional dan mampu melaksanakan tugas-tugas satuan dengan baik, maka Difiv-1 Kostrad menempuh beberapa langkah antara lain melalui kegiatan Binpers yaitu untuk menjaga keseimbangan komposisi personel di seluruh Satjar Divif 1 Kostrad, agar satuan selalu siap dalam melaksanakan berbagai penugasan. Kegiatan Binkar dan kegiatan Kumtaltib dan Jahril dengan melaksanakan jam Komandan secara selektif, melaksanakan ceramahceramah hukum dan Bintal secara berkala dan melaksanakan tradisi satuan untuk menambah rasa kebanggaan terhadap satuan serta memupuk dan memelihara jiwa korsa diantara prajurit serta memelihara kesejahteraan personel.

Sedangkan dalam hal peningkatan kesejahteraan anggota, Divif-1 Kostrad melakukan beberapa hal antara lain, menyalurkan setiap hak-hak Prajurit secara cepat dan tepat peruntukannya, memberikan kesejahteraan moril berupa izin, cuti, kegiatan agama dan lain-lain, perbaikan perkantoran, sarana olah raga dan rekreasi gunamenunjang pelaksanaan tugas dan kesejahteraan anggota dan memberikan penghargaan dan prioritas dalam mengikuti pendidikan, kenaikan pangkat bagi para prajurit yang berprestasi. Selain prestasi dalam pelaksanaan tugas-tugas operasi, Divif-1 Kostrad juga banyak meraih prestasi dibidang olah raga umum maupun olah raga militer termasuk juga pada tahun ini berhasil meraih peringkat pertama pada lomba Ton Tangkas TNI AD di Akmil-Magelang. Keberhasilan ini tentu membawa nama baik dan kebangga tersendiri baik bagi satuan maupun prajurit di jajaran Divif-1 Kostrad. Dalam meraih dalam lomba Ton Tangkas 2015 tidak diperoleh begitu saja, namun semua itu diraih melalui upaya dan perjuangan yang panjang baik unsur pelaku maupun pelatihnya. Terbukti hal itu dilakukan dengan beberapa tahapan persiapan seperti:

Tahap Perencanaan meliputi kegiatan : penyusunan nominatif, menyusun jadwal kesiapan pembinaan Ton Tangkas, menyiapkan pelatih terbaik. Tahap Persiapan, meliputi kegiatan Secara umum Lomba Ton Tangkas TNI AD TA 2015 berisi materi-materi Oramil. Sehingga pembinaan harus difokuskan pada pembinaan fisik dan menembak, sehingga dalam tahap persiapan ini kegiatan yang dilaksanakan adalah melatihkan semua materi lomba sebagai berikut: latihan renang, latihan menembak, materi HTF, Navrat, lintas medan dan halang rintang, melaksanakan latihan Yong Moodo pada malam hari dimulai pukul 19.30 sampai dengan 21.00 WIB.

Namun yang tidak kalah pentingnya adalah dengan mencukupi extra fooding dan vitamin selama pembinaan Ton Tangkas. Pembinaan Ton Tangkas tentunya memerlukan fisik yang lebih extra maupun yang selalu sehat yang harus diimbangi oleh asupan gizi dan nutrisi yang diperlukan oleh tubuh kita sehari-hari. Kemudian terakhir adalah tahap pelaksanaan, dalam tahap ini yang dilakukan adalah dengan menjaga mental bertanding setiap anggota dan memberikan dukungan moril kepada anggota saat bertanding dengan hadir di tengah-tengah anggota saat berlangsungnya pertandingan, sehingga dapat meningkatkan moril anggota untuk memberikan yang terbaik. (redaksi)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Divif-1 Kostrad, Komando Operasional Lintas Udara Kostrad