TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Kodim 1701/Jayapura Gelar Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba

By 16 Feb 2016 07:45Kodam XVII/Cenderawasih
photo_2016-02-16_08-57-45

Narkoba merupakan obat-obatan terlarang yang sangat berbahaya bagi kehidupan manusia. Berangkat dari kekhawatiran terhadap maraknya penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba dewasa ini yang sasaran targetnya adalah semua kalangan baik dilingkungan aparat, pegawai maupun masyarakat umum terutama pelajar, maka Dandim 1701/Jayapura Letkol Inf Mahbub Junaedi menggagas diselenggarakannya penyuluhan bahaya Narkoba yang bekerjasama dengan BNN Provinsi Papua guna membentengi para anggota dari bahaya penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba. Pada Triwulan I Tahun 2016 ini adalah merupakan langkah yang diambil oleh Dandim 1701/Jayapura untuk mewujudkan penjabaran dari Perintah Harian Pangdam XVII/Cenderawasih yang pertama yaitu “Jangan Coba-Coba Mengkosumsi Miras dan Narkoba yang Akan Menghancurkan Dirimu dan Keluargamu”. Selasa (16/2/16).

Sebanyak 146 Orang anggota Makodim 1701/Jayapura mengikuti Sosialisasi pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba terhadap anggota Kodim1701/Jayapura yang bekerjasama dengan pihak BNN Provinsi Papua yang bertempat di Aula Makodim 1701/Jayapura Jln. Samratulangi Kelurahan Bhayangkara yang diikuti  oleh seluruh Perwira, perwakilan dari tiap-tiap Koramil anggota Staf dan PNS Kodim 1701/Jayapura.

Kerjasama antara Kodim 1701/Jayapura dengan BNN dalam kegiatan sosialisasi P4GN tersebut mendatangkan beberapa Pejabat BNN Provinsi Papua yang diantaranya adalah Kabid Rehabilitasi BNN Provinsi Papua Sefnant B. Layan S.sos, Staf BNN Provinsi Papua Abdul Haris S.Kep,M.Kes, Kasi Pemberdayaan Masyarakat Ruth A. Wanatoeri, ,dr. Abdul Wahid serta 6 orang anggota BNN Provinsi Papua.

Pada kesempatan tersebut Ruth A.Wanatori selaku pembawa materi mengatakan bahwa Narkotika adalah merupakan akronim dari Narkotika, pesikotropika dan bahan adiktif lainnya. Berdasarkan bahan asalnya, Narkotika terbagi dalam tiga golongan yakni. Alam jenis zat/obat yang timbul dari alam tanpa adanya proses fermentasi, isolasi atau proses produksi lainnya contoh: ganja,opium dan daun koka. Semi Sintesis yakni zat yang di proses sedemikian rupa melalui proses ekstaksi dan isolasi contohnya morfin, heroin dan kodein. Sintesis yakni jenis obat atau zat yang di produksi secara sintesis untuk keperluan medik dan penelitian yang digunakan sebagai penghilang sakit (analgesik) seperti penekan batuk (anitusif) contohnya Amfetamin, deksamfetamin dan pentidin.

Sifat terbentuknya Narkoba ialah sugesti keinginan yang tak tertahankan yang dipengaruhi oleh zat yang terkandung dalam narkotika, toleransi kecenderungan menambah dosis, ketergantungan secara pesikis serta gelisah dan emosional.

Ketergantungan secara fisik gejala putus zat/sakaw adalah merupakan proses terbentuknya ketergantungan Narkoba melalui kompromi, coba-coba, kebiasaan, ketergantungan dan intoksifikasi (kercunan). Dampak dari pemakai Narkoba terhadap fisik akan terganggu pada sistim saraf,ganguan pada jantung, pembuluh darah, gangguan pada kulit,ganguan pada paru-paru, sering sakit kepala, mual dan muntah, sulit tidur, mudah terinfeksi HIV/AIDS serta Hepatitis dan TBC.

Dandim 1701/Jayapura diwakili oleh Pelaksana Tugas Harian Kasdim 1701/Jayapura Mayor Arh Dwi Purwanto S.sos mengatakan bahwa kegiatan Sosialalisasi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba di Kodim 1701/Jayapura ini juga dilanjutkan dengan kegiatan pemeriksaan Urin terhadap seluruh anggota Kodim 1701/Jayapura.

Penyuluhan ini dipandang perlu untuk memberikan daya tangkal dan upaya pencegahan dini terhadap anggota atas maraknya penyalahgunaan Narkoba khususnya dikalangan Prajurit dan PNS yang mungkin hingga saat ini masih ada yang terjerumus di dalamnya. Harapannya seluruh anggota mengetahui dan memahami bahaya dari penyalahgunaan Narkoba, sehingga terbentuk imunitas individu masing-masing untuk mampu menolak semua penyimpangan perilaku, terutama penyalahgu naan Narkoba yang dapat mengancam kelangsungan generasi masa kini dan masa depan. Untuk itu, dalam pencegahan penyalahgunaan Narkoba, para unsur Pimpinan agar memfokuskan pada upaya menjadikan masyarakat, khususnya anggota sehingga memiliki pola pikir, sikap terampil untuk menolak penyalahgunaan Narkoba serta upaya menciptakan lingkungan kerja bersih dari penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba.

Dengan dilaksanakannya penyuluhan tentang efek dan bahaya Narkoba tersebut, juga ikut mengingatkan kepada seluruh anggota yang hadir bahwa Narkoba cenderung  dengan arah tindak kriminal dan ini merupakan kejahatan nomor satu. Dampak dari Narkoba bisa terkena penyakit yang berbahaya serta kronis dan dapat mengakibatkan kematian. Kegiatan Sosialisasi/penyuluhan seperti ini sangat bermanfaat, dimana informasi-informasi tentang Narkoba menjadi masukan bagi kita dan akan menjadi tolak ukur kita dalam mengantisipasi peredaran Narkoba di wilayah masing masing Koramil” ujar Mayor Arh Dwi Purwanto S.sos.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Kodim 1701/Jayapura Gelar Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba