TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Pertaruhan Kewibawaan dan Kehormatan Bangsa!

By 29 Feb 2016 13:55Kliping
logo-tni-ad-featured-1600×900-3

Konferensi Tingkat Tinggi Oganisasi Kerjasama Islam (KTT OKI) ke 5 tahun 2016, merupakan momen berskala Internasional yang perlu mendapatkan perhatian khusus dan pengamanan maksimal, karena kegiatan yang akan mempertemukan 57 para Kepala Negara dan Pemerintahan Negara-negara peserta organisasi kerjasama Islam ini, sebagai wujud menjaga amanah dan kepecayaan dari dunia internasional.

Pertemuan yang direncanakan akan dilaksanakan pada tanggal 6 dan 7 Maret di Jakarta Convention Center (JCC) ini berawal dari prakarsa negara Arab Saudi untuk mendukung kemerdekaan Palestina dari Israel. Situasi kian mendesak setelah kekerasan terus terjadi antara Israel dan Palestina pasca bentrokan di Masjid Al-Aqsa pada akhir tahun lalu. Presiden Palestina Mahmoud Abbas meminta agar konferensi ini segera dilaksanakan, Negara Indonesiapun menerima tawaran untuk menjadi tuan rumah KTT yang akan membahas permasalahan yang dihadapi negara Palestina. Kesedian Negara kita ini menunjukkan dan merupakan bentuk nyata dukungan Indonesia terhadap kemerdekaan negara Palestina.

Dalam rangka menyukseskan pelaksanaan kegiatan ini, Kodam Jaya/Jayakarta secara total dan serius mempersiapkan pengamanan bagi perwakilan Negara yang hadir dan setiap rangkaian kegiatan, dikarenakan kegiatan ini adalah perhelatan besar berskala internasional yang menjadi perhatian dunia. Didalam struktur organisasi Komando Operasi Pengamanan  yang dipimpin oleh Pangdam Jaya/ Jayakarta Mayjen TNI Teddy Lhaksmana, bertanggung jawab terhadap pengamanan KTT OKI yang membawahi Satgas VVIP (Paspampres), Satgas VIP (Polda Metro Jaya) dan lain-lain, termasuk Kodam Jaya. Kodam Jaya/Jayakarta berlaku sebagai Satgas Pamwil I dibawah pimpinan langsung Kasdam Jaya Brigjen TNI Ibnu Tri Widodo, tugas pokok yang diemban Kodam Jaya adalah melaksanakan pengamanan fisik tidak langsung ring II dan ring III terhadap Presiden, Wakil Presiden RI dan  seluruh kepala negara/pemerintahan peserta KTT OKI tahun 2016 mulai hari h-4 s/d h+1 selama enam hari di wilayah kodam Jaya/Jayakarta dalam rangka dukung tugas pokok TNI.

Keberhasilan tugas pengamanan yang menjamin keselamatan peserta KTT adalah hal mutlak yang menjadi prioritas, maka setiap tahapan atau prosedur pengamanan harus direncanakan dan dipersiapkan dengan baik. Kodam Jaya/Jayakarta beserta unsur terkait telah menyiapkan semua dengan detail, untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan ancaman dan akan menindak tegas segala upaya siapapun yang akan mengganggu kelancaran penyelenggaraan peringatan KTT selama berlangsung di Jakarta.

Dengan mengerahkan lebih dari 3.600 personel Kodam Jaya/Jayakarta yang dilengkapi dengan alutsita yang terbaik, serta menyiapkan kendaraan taktis Anoa dari Brigif-1 Pengaman Ibukota/Jaya Sakti, untuk kepentingan pengamanan semua obyek sasaran meliputi personel, bandara, tempat pertemuan, penginapan dan rute perjalanan.

Pada tanggal 25 Januari 2016 dilapangan Jayakarta Makodam Jaya, Satgas Pamwil I telah melaksanakan Apel Gelar Pasukan yang pada intinya bertujuan untuk melakukan pengecekan terhadap personel yang akan bertugas melaksanakan pengamanan VVIP tamu penting kegiatan KTT luar biasa OKI nanti. Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah lanjutan dari pemeriksaan awal personel dan materiil serta penyempurnaan terhadap kesiapan Satgaspamwil-1 dalam rangka mendukung tugas pokok Koopspam. Dengan gelar kekuatan pasukan dan sarana prasarana tersebut, diharapkan satgas ini dapat bekerja maksimal, menutup setiap celah kelemahan, sehingga dapat mencegah kesalahan atau pelanggaran sekecil apapun dalam pelaksanaan tugas pengamanan.

Menghadapi segala kemungkinan bentuk ancaman yang akan timbul, Kodam Jaya telah menyiapkan Personel  kontra sniper TNI AD yang sudah dilatih dengan jarak tembak yang jauh serta dalam kondisi cuaca yang buruk, tetapi tembakan tetap tepat sasaran. Para penembak runduk ini akan ditempatkan digedung pencakar langit Jakarta dan tempat-tempat yang dianggap rawan. Kontra sniper akan lakukan pengamatan dan mencari sniper lawan, serta orang atau kelompok yang berniat mengganggu jalannya kegiatan, jika ditemukan akan langsung dilumpuhkan dengan satu bidikan tepat yang mematikan. (Sumber: HU Pelita)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Pertaruhan Kewibawaan dan Kehormatan Bangsa!