TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Prajurit Infanteri Harus Mahir Menembak Dan Jago Beladiri

By 10 Feb 2016 17:33Kodam II/Sriwijaya
IMG-20160210-WA0008(1)

Prajurit Infanteri adalah prajurit yang dilatih dan dipersiapkan untuk menghadapi pertempuran jarak dekat dengan menggunakan senjata ringan. Oleh karena itu, prajurit Infanteri harus memiliki kemampuan bergerak disegala bentuk medan dan cuaca, memiliki kemahiran menembak, unggul dalam perkelahian perorangan serta kemampuan pioner yang memadai.

Demikian dikatakan Pangdam II/Swj Mayjen TNI Purwadi Mukson, S.I.P., dalam amanat tertulis yang dibacakan oleh Wadanrindam II/Swj Letnan Kolonel Inf M. Soleh, pada upacara pembukaan Dikmaba PK TNI AD Tahap II Kecabangan Infanteri TA. 2015 Over Load (OV), Rabu (10/2/2016) yang berlangsung di Dodiklatpur, Rindam II/Swj.

Pangdam juga mengatakan bahwa. agar memiliki kualifikasi sebagai prajurit Infanteri yang handal, di lembaga pendidikan Dodiklatpur Rindam II/Swj ini para Bintara Siswa akan dididik, dilatih dan digembleng dengan ilmu pengetahuan dan keterampilan olah keprajuritan kecabangan Infanteri selama kurang lebih 4 (empat) bulan.

Melalui pendidikan kecabangan Infanteri ini, sambung Pangdam, para Bintara Siswa akan dibekali, dididik, dilatih dan digembleng dengan ilmu keinfanterian, sehingga diharapkan mampu memelihara integritas kepribadian sebagai Bintara, mampu mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan dasar kecabangan Infanteri, dan mampu mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan jabatan sesuai SJM tingkat 5 di kecabangan Infanteri serta mampu memelihara kondisi jasmani  yang  samapta.

“Hayati dan amalkan Janji Siswa, Sapta Marga dan Sumpah Prajurit, sebagai arah, pedoman dan kode etik dalam bersikap dan bertindak”, tandas Pangdam.

Dalam kesempatan tersebut Pangdam juga berpesan, agar para Bintara Siswa mengikuti pendidikan dengan dengan penuh disiplin, kesungguhan dan semangat yang tinggi, selalu bertekad untuk menjadi prajurit Infanteri yang tangguh dan membanggakan. “Ikuti dan taati petunjuk para Pelatih dan Pembina, serta hindari pelanggaran sekecil apapun selama mengikuti pendidikan”, ujarnya.

Kepada Pelatih Pangdam juga menekankan bahwa, Pelatih adalah Pemimpin. “Tunjukkan kepemimpinan lapangan kalian dengan baik, jadikan Bintara Siswa ini sebagai prajurit Infanteri yang hebat dan terlatih”, tandasnya.

Hadir pada acara tersebut, Para Kabag, Kadep, Dansatdik dan Para  Gumil/Pelatih jajaran Rindam II/Swj, serta para Bintara Siswa Dikmaba PK TNI AD  Tahap II Kecabangan Infanteri.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Prajurit Infanteri Harus Mahir Menembak Dan Jago Beladiri