TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Trans – Papua di Tolikara Terputus, Drainase Yang Buruk Perparah Banjir di Sidoarjo

By 15 Feb 2016 12:52Kliping
logo-tni-ad-featured-1600×900-3

Jalan Trans-Papua di Kecamatan Poga, Kabupaten Tolikara, terputus karena bencana longsor pada Sabtu, 13 Februari 2016. Kejadian ini dipicu tingginya curah hujan yang melanda wilayah Pegunungan Tengah Papua selama beberapa hari terakhir.

Berdasarkan data yang dihim­pun dari Humas Polda Papua, longsor terjadi sekitar pukul 14.15 WIT. Jalur yang menghubungkan Tolikara ke Wamena, ibu kota Kabupaten Jayawijaya, menga­lami kerusakan sepanjang 115 meter dengan ketinggian jurang mencapai 95 meter. Lokasi long­sor berjarak 47 kilometer dari Karubaga, ibu kota Tolikara. Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Komisaris Besar Patrige Renwarin di Jayapura, Minggu, 14 Februari 2016, mengatakan, jalur itu tak dapat dilalui kendaraan roda em­pat dan roda dua hingga saat ini.

Anggota Polres Tolikara telah berkoordinasi dengan pemda se­tempat ketika meninjau lokasi longsor. Kami mengimbau agar warga tak mendekati lokasi ke­jadian untuk menghindari long­sor susulan, kata Patrige.

Kapolres Tolikara Ajun Ko­misaris Besar Musa Korwa saat dihubungi mengatakan belum ada upaya pembuatan jalur al­ternatif. Sebab, hujan deras ma­sih melanda daerah tersebut. Kami telah berkoordinasi de­ngan salah satu perusahaan yang sedang mengerjakan pembuatan jalan di sekitar lokasi kejadian. Namun, alat berat tak dapat me­masuki lokasi tersebut karena cuaca buruk, kata Musa.

Sekretaris Daerah Kabupaten Tolikara Dance Yulian Flassy me­nuturkan, pengerjaan jalan al­ternatif adalah tanggung jawab Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah X Papua dan Papua Barat. Kami mengharapkan bantu­an aparat TNI agar segera membuat jembatan atau jalan alternatif. Sebab, pengerjaan ja­lan dari pihak balai biasanya me­makan waktu yang lama, kata Dance.

Tolikara dan Puncak Jaya akan terisolasi dan kekurangan barang kebutuhan pokok apabila tak  ada  jalur alternatif.  Sebab, ujar  Dan­ce, Jalan  Trans-Papua  adalah  sa­tu-satunya jalur yang menghu­bungkan Wamena ke dua ka­bupaten tersebut.

Panglima Kodam XVII/Cenderawasih Mayor Jenderal TNI Hinsa Siburian menyatakan telah berkoordinasi dengan pihak balai untuk menanggulangi longsor­nya Trans-Papua di Poga. Menurut rencana, pihak balai akan mengerjakan jalan alter­natif mulai Senin, 15 Februari 2016. Kami akan menerjunkan bantuan per­sonel apabila mereka membu­tuhkannya, kata Hinsa

Banjir

Hujan yang turun di Kaliman­tan Barat menyebabkan Kabu­paten Bengkayang, Sambas, dan Landak dilanda banjir setinggi 1,5 meter-2,5 meter. Banjir kerap terjadi juga akibat masalah ling­kungan yang diabaikan.

Anton P Widjaya, Direktur Ek­sekutif Wahana Lingkungan Hi­dup Indonesia (Walhi) Kalbar, Minggu kemarin, menuturkan, su­dah sejak lama Walhi mengi­ngatkan pemerintah bahwa kon­disi lingkungan sudah kritis se­hingga proses pembangunan hendaknya mengakomodasi ke­rusakan lingkungan tersebut Ar­tinya, pembangunan harusnya ti­dak hanya dilihat dari sisi eko­nomi, tetapi juga dari perspektif kelestarian lingkungan.

Di Jawa Timur, tak kunjung surutnya genangan air di rel ke­reta api di daerah banjir di Porong, Sidoarjo, membuat PT KAI harus kembali mengerahkan ar­mada bus dan mengubah jalur perjalanan KA Genangan air di atas rel masih setinggi 60 cm hingga Minggu pagi.

Sepanjang Sabtu malam hingga Minggu pagi, genangan air hanya turun 3 cm Hingga pukul 12 siang Minggu, turun lagi 1 cm. Sebanyak 30 perjalanan KA pe­numpang terganggu karena me­lintas di wilayah Porong-Sidoarjo, kata Soeprapto dari Humas PT KAI Daerah Operasi (Daop) 8.

Kepala Dinas Perhubungan dan Lalu Lintas Angkutan Jalan Provinsi Jawa Timur Wahid Wahyudi menyatakan, rel KA di sepanjang Jalan Raya Porong, Si­doarjo, sudah tidak layak pakai karena selalu terendam banjir setiap tahun. Namun, upaya re­lokasi rel yang telah dimulai sejak 2012 sampai saat ini belum se­lesai karena terhambat lamanya proses pembebasan lahan.

Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf mengakui, banjir di Sidoarjo yang semakin parah di­sebabkan banyak faktor antara lain luapan Sungai Brantas, dra­inase yang buruk, dan maraknya pengembangan perumahan di atas tanah resapan. Sidoarjo se­bagai penyangga Kota Surabaya menjadi lahan bisnis properti yang menguntungkan.  (Sumber: HU Kompas)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Trans - Papua di Tolikara Terputus, Drainase Yang Buruk Perparah Banjir di Sidoarjo