TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Suatu Kebanggaan Dan Kehormatan Bagi Prajurit Yang Gugur Dalam Tugas

By 23 Mar 2016 15:58Kodam II/Sriwijaya
IMG-20160322-WA0029

Palembang – “Suatu Kebanggaan dan Kehormatan Bagi Prajurit yang Gugur Dalam Tugas ”. Kata-kata tersebut mengandung makna yang mendalam dan pantas ditujukan kepada seluruh Prajurit TNI, terutama terhadap 13 Prajurit TNI AD yang gugur saat melaksanakan tugas menjalankan misi penumpasan kelompok teroris Mujahid Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso, pada Operasi Tinombala 2016.

Kejadian kecelakan Hely Bell 412 EP Nomor HA-5171 di Desa Kasiguncu, Kecamatan Poso  Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, yang mengakibatkan gugurnya 13 Prajurit TNI AD pada Minggu (20/3/2016) lalu, memberikan duka cita yang mendalam bagi seluruh bangsa Indonesia, terutama keluarga yang ditinggalkannya.

Adapun 13 prajurit  yang gugur  dalam melaksanakan tugas tersebut terdiri dari 7 penumpang dan 6 crew, yakni Kolonel Inf Saiful Anwar (Danrem 132/Tdl), Kolonel Inf Heri Setiyadi, Kolonel Inf Ontang R.P., Letkol Cpm Tedy, Mayor Inf Faqih,  Kapten Ckm Dr. Yanto, Prada Kiki, Kapten Cpn Agung, Lettu Cpn Wiradi, Letda Cpn Tito, Serda Karmin, Sertu Bagus, Pratu Bangkit. Mereka telah dimakamkan dalam suatu upacara militer di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Selasa (22/3/2016) lalu.

Rasa sedih dan bangga bercampur menjadi satu saat mengiringi peristirahatan terakhir ke 13 prajurit TNI Angkatan Darat itu. Sedih, karena keluarga terutama istri dan anak-anaknya tak akan lagi bisa melihat mereka. Bangga, karena mereka dipanggil Tuhan saat sedang melaksanakan tugas negara sebagai anggota TNI di Poso, Sulawesi Tengah.

Para keluarga korban terutama istri, mengaku terkejut dan sedih saat diberitahu kalau suaminya gugur dalam melaksanakan tugas di Poso. Namun demikian, mereka dengan tegar dan sadar bahwa apapun peristiwa yang dialami oleh keluarga dan suami tercintanya itu sudah kehendak Yang Maha Kuasa.

“Kita hanya mempunyai rencana, namun Tuhan yang berkehendak. Tuhan sudah mempersiapkan diri kami untuk tetap tegar dalam menghadapi kenyataan ini,” ujar salah satu keluarga korban.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan perhatian besar dan menyatakan duka cita mendalam terhadap 13 prajurit TNI AD korban helikopter maut tersebut.

Sebagai wujud penghargaan yang tinggi kepada prajurit yang telah gugur di medan tugas, Tentara Nasional Indonesia (TNI) memberikan penghargaan berupa Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) satu tingkat lebih tinggi dari pangkat lama melalui Surat Keputusan Presiden Nomor 22 tanggal 21 Maret 2016.

Disamping itu, TNI juga memberikan santunan kepada keluarga korban dan biaya pendidikan hingga tingkat perguruan tinggi kepada anak-anak prajurit TNI AD tersebut.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Suatu Kebanggaan Dan Kehormatan Bagi Prajurit Yang Gugur Dalam Tugas