TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Serap Gabah Petani, Pemerintah Bantu Alat mesin Penen

By 06 Apr 2016 13:18Kodam IV/Diponegoro
harvester

BLORA, – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Ngalab Berkah Desa Jepangarejo Kecamatan Blora sedang panen raya padi. Benih padi yang dipanen merupakan benih unggul bantuan pemerintah sebanyak 2.625 kilogram kepada petani setempat yang terinci 2000 kg melalui program Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) dan 625 kg dari Gerakan Penerapan Pengelolaan Tanaman Terpadu (GP-PTT).

Panen raya disaksikan Camat Blora Drs. Kunto Aji, Kepala Distanbunnakikan Blora Ir. Reni Miharti yang diwakili Kabid Tanaman Pangan, Ngaliman SP, Kepala UPTD Distanbunnakikan Kecamatan Blora Sukaryo SP, Danramil 01/Kota Kapten Inf Supartono, Kapolsek Kota AKP Sudarno.

“Kami mendorong upaya serap gabah petani kepada Bulog. Tentu saja gabah hasil panen yang ditanam petani. Hal yang terpenting adalah upaya mewujudkan program nasional yaitu kedaulatan pangan,” ujar Kepala Distanbunnakikan Blora Ir. Reni Miharti yang diwakili Kabid Tanaman Pangan, Ngaliman SP, di Jepangrejo, Rabu (06/04).

Selain menyaksikan panan raya petani di Jepangrejo, Camat dan Forkopimcam Blora, Babinsa, Babinkabtibmas, POPT dan PPL ikut terjun melaksanakan panen padi di lahan pertanian milik Sumarno.

Saat ikut panen, Camat Blora Kunto Aji, Kapolsek Blora Kota AKP Sudarno Danramil 01/Kota Kapten Inf Supartono, Babinsa Koramil 01/Kota dan Babinkamtibmas Polsek Kota bergiliran mempraktekan langsung mesin panen padi moderen  Mini Combine Harvester (MICO).

“Kami sangat mengapresiasi, bahwa dengan persatuan dan kerja sama ini kita dorong petani untuk sukses, apalagi petani dikenalkan dengan alat moderen sehingga memudahkan kinerja petani dan mempercepat tanam,” ujar Camat Blora Drs Kunto Aji.

Di tempat yang sama Kepala UPTD Dintanbunnakikan Kecamatan Blora, Sukaryo, mengemukakan luas lahan di Desa Jepangrejo seluas 185 hektar dari luas lahan  siap panen se Kecamatan Blora seluas 2.873 ha.

Peningkatan produksi padi untuk musim tanam bulan Oktober-Maret (MT I), dikarenakan petani menggunakan benih unggul dengan penerapan sistem tanam jajar legowo.

“Peningkatan produktifitas yang dicapai telah dibuktikan dengan hasil rata-rata umum sebesar 74 kw/ha. Sehingga ada peningkatan dari tahun sebeluimnya sebesar 12 kw/ha,” jelas Sukaryo.

Lebih lanjut dijelaskan, dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman para petani melaksanakan secara swadaya dengan dipandu Petugas Organisme Pengganggu Tanaman (POPT).

Sementara itu POPT, Subiyono,SP mengatakan sebagaimana diatur Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 tentang Sistem Budidaya Tanaman, antara lain petani diminta bisa melakukan pengendalian hama tanaman secara masal dan swadaya.

Terpisah Danramil 01/Kota Kapten Inf Supartono berharap para petani bisa bekerjasama dengan Babinsa dan PPL sebagai pendamping dan penyuluh pertanian di lapangan, koordinasikan bila ada suatu permasalahan terkait dengan peningkatan swasembada pangan nasional dan Upsus (Upaya khusus) Pajale.

Kegiatan panen raya di Jepangrejo, diawali dengan kenduri sederhana bersama sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas limpahan panen. Kenduri dipimpin oleh tokoh agama yang juga anggota Gapoktan setempat.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Serap Gabah Petani, Pemerintah Bantu Alat mesin Penen