TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Sosialisasi Dampak Pemanasan Global Dalam Mendukung Swasembada Pangan Di Sumsel

By 27 Apr 2016 09:24Kodam II/Sriwijaya
global

Komandan Korem 044/Gapo Kolonel Inf Tri Winarno mewakili Kasdam II/Sriwijaya menghadiri sosialisasi dampak pemanasan global dalam mendukung Upsus Swasembada Pangan Padi, Jagung dan Kedelai di wilayah Provinsi Sumatera Selatan bersama Staf Ahli Kementan RI bapak Mukti Sardjono bertempat di Hotel Grand Zuri Palembang.” 26/4.

Kementan RI menyampaikan permasalahan Upsus Pajale adalah irigasi, utk peningkatan produktifitas dengan upaya adanya percepatan tanam dan peningkatan luas tanam, produk beras nasional TA 2015 7.433 jt Ton, Sumsel penyumbang produk padi terbesar ke lima secara nasional, peningkatan produk tergantung pada cuaca dan iklim, dalam 10 tahun terakhir terjadi peningkatan suhu udara yg cukup tinggi, hasil kesepakatan di Paris pada bulan Desember 2015 peningkatan tidak boleh naik 1,5 derajat, bila lebih akan berdampak besar pada kehidupan manusia termasuk kesenjangan pangan dan air, kemarin kita kena Elnino, pada bulan Agustus nanti akan kena Lamina (kebalikan dari kekeringan), untuk antisipasi perubahan iklim Distan telah mengembangkan tehnologi kander pangan terpadu dan menciptakan bibit farietas unggul akdaktif (tahan kekeringan), untuk meningkatkan Swasembada Pangan di Sumsel dilaksanalkan peningkatan luas tanam, target tanam di Sumsel pada bulan Oktober 2015-September 2016 seluas 1.073.000 ha, sedang yang sudah tanam sampai dengan bulan Maret 2016 seluas 542.000 ha, untuk itu Danrem dan para Dandim dapat membantu peningkatan Swasembada pangan ini melalui percepatan tanam, opsimasi lahan lebak wilayah OKI, OI dan Banyuasin untuk penambahan lahan pertanian, sistem pendataan pelaporan melalui LBT dan didukung BPS sehingga tidak ada perbedaan data, Tim Sergab dituntut untuk peningkatan Sergab karena di Sumsel termasuk sentra beras yang penyerapan beras dari petani masih rendah”Tegasnya.

Disisi lain Kepala Bapeda Kabupaten Banyuasin mayoritas wilayahnya rawa gambut dan hutan basah yang sudah rusak, dan telah dilakukan rencana aksi penurunan gas emisi rumah kaca, luas potensi lahan 200 ribu ha, TA 2015 produk Pajale mencapai 1,2 jt Ton mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya sebesar 35%, peningkatan rata-rata tiap tahun hanya 3,67%, hal ini dapat dicapai adanya Upsus, pada TA 2016 ditargetkan pencapaian produk GKG (gabah kering giling) sebesar 1,4 jt Ton, untuk pencapainya kerjasama dengan Bulog untuk penyerapan gabah petani dengan harga kompetitif serta dilaksanakan penyediaan benih unggul penyediaan pupuk dan cetak lahan bekerjasama dengan PT Sinar Mas Grup dengan konsep Zero Was (pengairan dengan katup) di daerah rawa, target tanam padi TA 2016 seluas 304 ribu ha, realisasi tanam per 25 April 236 ribu ha, strategi yang dilaksanakan untuk pencapaian Swasembada pangan 1. dengan memaksimalkan program anggaran, 2. memaksimalkan tenaga pertanian dibantu Babinsa yg dikoordinir oleh Dandim, 3. memaksimalkan Alsintan yg ada, 4. memaksimalkan lahan rawa dan lebak, 5. melakukan pengawalan secara intensif terhadap gangguan pertanian dari serangan pengganggu tanaman, 6. mengoptimalkan penangkaran benih dan ketersediaan pupuk, 7. pemeliharaan saluran drainase berupa irigasi dan luapan sawah, 8. menekan kehilangan hasil prosesi pasca panen, 9. pengawalan dan pendampingan terpadu oleh penyuluh dan Babinsa, harapan kedepan Upsus ini masih berlanjut karena dengan adanya Upsus masyarakat mau menanam lebih dari satu kali dan akan menjadi budaya pertanian yang lebih baik.

Masih dalam acara tersebut Komandan Korem 044/Gapo menyampaikan dukungan TNI AD terhadap program pertanian dimulai pada bulan Maret tahun 2015, Presiden Jokowi dilantik langsung buat program Swasembada pangan, Mentan minta bantuan ke TNI AD dan timbullah program Upsus untuk capai Swasembada pangan dalam waktu 3 thn, tugas pendampingan TNI AD perbaikan irigasi, pendampingan penyaluran pupuk dan benih, percepatan tanam, membantu manajemen pertanian, pemanfaatan Alsintan, pemantauan Sergab dan tugas-tugas lain tentang pertanian, dengan manfaat TNI dapat turut serta membantu mensejahterakan masyarakat petani, babinsa mempunyai motifasi dan pengetahuan pertanian, meningkatkan sinergitas TNI dengan petani, dari Suad hingga tingkat Korem bentuk Satgas Sergab, pendampingan petani bila terjadi kekeringan dengan buat irigasi, cetak sawah di Sumsel thn lalu 2.000 ha sedang tahun ini 14.700 ha paling besar dibanding provinsi lain, tugas Kodim selain tugas pokok TNI AD bukan bantu pertanian saja namun ada tugas lain seperti bantu PLN, jamban, bedah rumah, SKK Migas dll, cetak sawah di tulung selapan selalu banjir/tenggelam terus, pengolahan lahan dan penanaman padi, pengawalan pupuk sampai tujuan, penggunaan Alsintan perlu ada tehnisi untuk merawat, memantau panen dan serapan gabah, kerja harus iklas dan semangat sehinga tugas pasti dapat terselesaikan, kendala dilapangan dari distan ditambah anggaran, Alsintan dan bantuannya namun tenaga tidak ditambah, harapan Swasembada pangan yang telah dicanangkan oleh Menteri pertanian dapat tercapai. Berdasarkan UU No 34 thn 2004 tugas angkatan perang selain perang diantaranya melaksanakan tugas kemitraan dengan lembaga dan kementerian.

Kepala dinas pertanian Prov Sumsel. Bpk Erwin mengemukakan Target luas tanam TA 2016 di Sumsel seluas 1,073.000 ha, realisasi 597.949 ha, yg belum terealisasi diwilayah pasang surut dan lebak diharapkan pada bulan Mei sudah terealisasi karena pada bulan Juli sudah musim hama tikus, faktor keterlambatan tanam karena iklim, strategis yang dilaksanakan pencapaian sasaran dengan peningkatan luas tanam dimasing-masing Kabupaten, serapan gabah di Sumsel masih sangat rendah karena dinilai merupakan wilayah lumbung pangan, fungsi dari Bulog Sumsel kurang maksimal dalam penyerapan gabah petani, harapan kejar target Swasembada pangan di Sumsel.

Diakhir acara Kepala Divisi Regional Bulog Prov. Sumsel Menegaskan Target Mentan dalam Sergab nasional sebesar 7.500 Ton/hari, upaya utk mencapai target dgn membeli gabah petani di pabrik penggilingan padi serta memperbaiki penggilingan padi dan penyediaan drayer yang ada di wilayah Sumsel, kendala yang dihadapi dilapangan pada saat musim panen hujan intensitas tinggi berakibat kadar air beras tinggi yang masuk dalam standart Bulog, adanya tenaga Bulog yang memanipulasi data dan mental yang rendah, kendala tidak masuk Bulog karena cuaca, Bulog terbangun karena ada pertanian dan bantuan dari TNI, pengawalan TNI dalam membantu Sergab agar para petani tidak menjual ke tengkulak atau para tengkulak membiayai petani yang pada akhirnya gabah petani lari ke tengkulak, harapan masukan dari dinas lain utk meningkatkan Bulog dalam Sergab.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Banyuasin, dr Ani Rombongan dari Kementan , para kepala dinas pertanian Sesumsel, kepala dinas tanaman pangan Holtikultura Sumsel, Para Dandim Jajaran Korem 044/Gapo.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Sosialisasi Dampak Pemanasan Global Dalam Mendukung Swasembada Pangan Di Sumsel