TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Pelda Rusiyadi Babinsa Pelopor, Bantu Tingkatkan Perekonomian Masyarakat Pedesaan

By 02 Jun 2016 15:06Bilik Prestasi
mandiin-sapi

Nama Pembantu Letnan Dua (Pelda) Rusiyadi sudah tidak asing lagi dikalangan masyarakat peternak sapi di wilayah Nagari Pagaruyung Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Prajurit yang bertugas di Koramil 06/Sunggayang, Kodim 0307/Tanah Datar, Korem 032/WBR, Kodam I/Bukit Barisan ini dianggap sebagai Babinsa pelopor yang sukses membantu mengangkat perekonomian masyarakat pedesaan melalui usaha kelompok penggemukan sapi.

IMG_0121

Pelda Rusiyadi memberi makan ternaknya.

Beberapa penghargaan telah diraih karena prestasinya diantaranya penghargaan dari Pimpinan Angkatan Darat berupa Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) tahun 2015, piagam penghargaan kontes ternak terbaik se provinsi Sumatera Barat dari Gubernur Sumbar tahun 2013 dan pada tahun 2015 mendapat piagam penghargaan sebagai petani berprestasi dari Bupati Tanah Datar.

Awal terbentuknya  usaha kelompok penggemukan sapi yang dirintis Pelda Rusiyadi diawali dari keinginannya untuk belajar wirausaha ketika masih bertugas di Pekan Baru. Namun, usaha tersebut baru terwujud setelah ia ditugaskan ke Kodim Tanah Datar sebagai Babinsa. Disana ia melihat sumber daya alam yang potensial untuk beternak sapi dan pada awal tahun 2011 ia memutuskan untuk memulai belajar cara beternak sapi.

Berbekal keinginan yang kuat untuk berwirausaha, selepas menjalankan tugasnya sebagai Babinsa, Pelda Rusiyadi mendatangi Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Tanah Datar untuk belajar beternak sapi dan disambut baik oleh Petugas Penyuluh Lapangan (PPL). Bermodal ilmu yang dipelajarinya, ia memberanikan diri untuk mulai menggeluti usaha penggemukan sapi. Berkat ketekunan dan bimbingan PPL, usaha penggemukan sapinya mengalami kemajuan yang pesat sehingga dapat membantu kebutuhan ekonomi keluarganya.

DSC00627

Proses penggemukan ternak memerlukan asupan tambahan berupa vitamin

Sebagai upaya untuk mengembangkan usahanya, Pelda Rusiyadi mengajak warga yang memelihara sapi membentuk suatu kelompok peternak sapi yang diberi nama “Bangun Nagari” pada pertengahan 2011 dan ia dipercaya memegang jabatan sebagai ketua. Ia tidak menyangka usaha peternakan yang awalnya dianggap sebagai usaha sampingan akan membuahkan hasil yang maksimal. Tidak hanya mengangkat perekonomian  keluarga, namun juga mengangkat perekonomian masyarakat di sekitar tempat tinggalnya.

Pelda Rusiyadi mengisahkan, ide awal membentuk kelompok peternak tersebut  ditanggapi pesimis oleh warga dengan alasan mereka  merasa kesulitan dalam penyediaan pakan ternaknya.

“Ide awal membentuk kelompok ini banyak warga yang pesimis, hanya beberapa yang menanggapi dan mau bergabung dalam kelompok. Dengan alasan mereka merasa kesulitan dalam mencari pakan untuk ternaknya, walaupun rata-rata sapi yang dipelihara satu sampai dua ekor,” ujar Rusiyadi menceritakan kisahnya.

Untuk meyakinkan warga agar mau bergabung dalam kelompoknya, ia melakukan pendekatan dengan memberikan pengertian kepada warga bahwa untuk mencukupi pakan ternak tidak perlu mencari rumput setiap hari sehingga merepotkan. Rusiyadi  mencontohkan, untuk mencukupi pakan ternak bisa dibuat dari fermentasi jerami seperti yang ia lakukan. Upayanya tersebut membuahkan hasil, banyak masyarakat ikut bergabung kedalam kelompok peternak yang dipimpinnya.

“Alhamdulilah, dimulai dari upaya penyediaan pakan berhasil akhirnya banyak  warga yang antusias ikut bergabung dalam kelompok penggemukan sapi ini. Selain menggunakan jerami permentasi sebagai pakan, saat ini kita memiliki cadangan pakan berupa rumput segar yang ditanam di area seluas 20 hektar. Dengan tersedianya rumput tersebut anggota kelompok tidak lagi kawatir kesulitan mendapatkan pakan untuk ternaknya,” ungkapnya bangga.

Menurut bapak empat anak ini, sebelum tergabung dalam anggota kelompok peternak, umumnya warga memelihara sapi maksimal dua ekor, setelah bergabung saat ini setiap anggota bisa memelihara minimal sepuluh ekor sapi. Karena keberhasilan tersebut jumlah anggota yang tergabung dalam kelompok peternak sapi “Bangun Nagari” hingga saat ini mencapai 200 orang lebih yang tersebar di beberapa kecamatan se Kabupaten Tanah Datar.

Selain penggemukan sapi, Rusiyadi bersama kelompoknya mengembangkan usaha pengolahan limbah kotoran sapi menjadi kompos yang dijual kepada petani di sekitar daerahnya. Dari hasil penjualan kompos tersebut sebagian disisihkan untuk cadangan apabila terdapat anggota yang mengalami kendala modal dalam beternak.

IMG_0127

Kotoran ternak merupakan bahan utama pembuatan Pupuk Kompos.

 “Syukur alhamdulillah kompos yang dihasilkan dari waktu ke waktu produksinya mengalami peningkatan, sekarang perbulannya mencapai 20 ton dan ini akan terus kita tingkatkan,” ungkap babinsa teladan tersebut.

Penghasilan bersih yang diperoleh para anggotanya dihitung dari kegiatan penyiapan bibit hingga penjualan setiap ekor sapi, dengan pendapatan rata-rata Rp 600 ribu perbulan dan dari hasil kompos rata-rata menghasilkan laba bersih Rp 17 juta perbulan.

Tak berhenti disitu, Pelda Rusiyadi terus berinovasi untuk memajukan usaha kelompoknya, salah satunya dengan membuat program bayar rekening listrik dengan kotoran sapi. Program ini selain bertujuan untuk meningkatkan produksi kompos, juga membantu meringankan beban anggotanya dalam membayar tagihan rekening listrik tiap bulannya. Sistemnya, hasil penjualan kompos dari kotoran sapi yang dikumpulkan dari anggotanya disisihkan untuk membayar listrik, jika dananya tersisa akan dikembalikan kepada anggota dalam bentuk kompos.

Menurutnya, ide bayar rekening listrik dengan kotoran sapi berawal dari bimbingan CSR (Corporate Social Responsibility) yang diselenggarakan PLN setempat, “waktu  itu ada bimbingan dan bantuan dari CSR PLN berupa mesin pembuat kompos, selanjutnya saya tawarkan kepada anggota kelompok bagaimana kalau bayar tagihan listrik dengan kotoran sapi dan mereka setuju,” ungkapnya.

Selain mengembangkan kelompok peternakannya, saat ini ia banyak diminta untuk memberikan ceramah, penyuluhan dan bimbingan kepada kelompok peternak sapi lain atau perorangan yang ingin belajar mengembangkan usahanya, baik yang berasal dari Tanah Datar maupun dari luar kabupaten. Keberhasilannya tersebut membuat kebanggaan tersendiri bagi dirinya, keluarga, maupun satuan dimana ia bertugas.

IMG_0138

Pengolahan dan pendistribusian Kompos dilakukan Pelda Rusiyadi bersama istri.

Seperti beberapa waktu yang lalu, ia diundang sebagai narasumber pada Pelatihan Ketahanan Pangan Tingkat Nasional di Pabrik Gula Camping Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan. Pada kesempatan tersebut, Rusiyadi memaparkan kiat dan cara beternak sapi yang baik serta cara mengolah kotoran sapi menjadi pupuk organik kepada 172 peserta dari seluruh Indonesia.

Menurut suami dari Asih Rahayu ini, selama menekuni usaha penggemukan sapi ia  belum menemui kendala yang berarti. Menurutnya semua itu  karena bantuan dari berbagai pihak terutama dari Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Tanah Datar yang selama ini memperhatikan usaha masyarakat di pedesaan dengan membantu tenaga penyuluh hingga bantuan pemasangan instalasi air, mesin-mesin pengolahan pakan dan pengolahan kompos.

Selain itu, peran atasan di lingkungannya bertugas, Komandan Rayon militer (Danramil), Komandan Kodim (Dandim) dan Komandan Korem (Danrem) wilayah Korem 032/Wirabraja, sangat membantu perkembangan usaha yang ditekuninya dengan memberikan dukungan kesempatan dan waktu baginya untuk dapat berkarya ditengah-tengah masyarakat.

Sebagai atasan Pelda Rusiyadi, Dandim 0307/Tanah Datar Letkol Arm Bagus Tri Kuntjoro, S.H. menyampaikan rasa bangganya terhadap keberhasilan yang telah ditunjukkan oleh anggotanya dalam upaya membantu menghidupkan perekonomian masyarakat di wilayah pedesaan.

“Dengan keberadaan anggota kami ditengah-tengah masyarakat untuk mengembangkan usaha penggemukan sapi ini, saya selaku atasannya merasa bangga, karena keberadaannya tersebut dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat pedesaan dan secara tidak langsung membantu program swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah, khususnya berkaitan dengan ketersediaan daging sapi nasional, dan yang membuat saya lebih bangga kepada Pelda Rusiyadi walaupun menjalankan usahanya  tersebut dia tidak pernah melupakan tugas pokoknya sebagai Babinsa,” ungkapnya.

Dandim berharap prestasi yang telah dicontohkan oleh Pelda Rusiyadi itu dapat menjadi inspirasi anggota Kodim lainnya dalam melaksanakan tugas dan karyanya untuk membantu kesulitan masyarakat secara tulus dan ihklas.

Walinagari Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas Kabupaten Tanah Datar, Bapak Yoghi Alfinder S.STP. sangat mengapresiasi usaha yang ditekuni Pelda Rusiyadi karena memiliki prospek yang cerah bagi masyarakat Nagari Pagaruyung secara luas.

Kedepan, ia berkeinginan dapat mewadahi usaha tersebut ke badan yang lebih besar di bawah naungan badan usaha pemerintah Nagari Pagaruyung.

“Keberadaan kelompok peternak yang dipimpin Pak Rusiyadi ini kami lihat sangat pesat perkembangannya dan hal ini sangat berdampak positif terhadap peningkatan produktifitas masyarakat kami di tanah Nagari Pagaruyung. Kedepan kami sangat tertarik untuk mengembangkan hal ini, tentunya melalui wadah yang lebih besar dan kami sedang berupaya membentuk wadah badan usaha milik Nagari, dengan membawa Pak Rusiyadi sebagai tim perumus badan usaha tersebut, dan ilmu yang sudah diterapkan selama ini dapat dikembangkan secara luas kepada masyarakat Nagari Pagaruyung,” ungkapnya.

Yoghi menilai kiprah Pelda Rusiyadi di tengah masyarakat selain sebagai Babinsa juga dianggap sebagai promotor dalam upaya meningkatkan ekonomi masyarakat pedesaan, karena Nagari Pagaruyung sebagian besar masyarakatnya bertani dan beternak, sehingga peran Rusiyadi sangat dibutuhkan untuk perkembangan Nagari Pagaruyung di masa mendatang.

Peran Pelda Rusiyadi juga dirasakan begitu bermanfaat bagi masyarakat khususnya di Kabupaten Tanah Datar dalam membantu meningkatkan perekonomian warga dan keluarganya, seperti yang dirasakan oleh Bapak Sultan Khalifah salah satu anggota kelompok peternak.

11 sosialisasi rotan - Copy

Pelda Rusiyadi memberi penyuluhan teknis pembuatan pupuk di Pabrik Gula Camping Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi Selatan.

 “Saya merasa bersyukur menjadi anggota kelompok peternak yang dipimpin Pak Rusiyadi, orangnya pekerja keras, berjiwa disiplin yang tinggi dan suka berbagi ilmu kepada kami anggota kelompok. Saya mewakili anggota yang lain berharap bahwa Pak Rusiyadi tetap terus bertugas di sini (Tanah Datar –red.), jangan dipindah tugaskan, agar dapat terus berkarya untuk masyarakat Kabupaten Tanah Datar ini,” ungkapnya dengan penuh harap. (Redaksi)

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Kodam V/Brawijaya Kostrad Kodam XVII/Cenderawasih Kodam IX/Udayana Puspen TNI Kodam Jaya Kodam IV/Diponegoro
Sort by

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Pelda Rusiyadi Babinsa Pelopor, Bantu Tingkatkan Perekonomian Masyarakat Pedesaan