TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

TNI Manunggal Membangun Desa ke-96 Kodim 0204/Ds Korem 022/Pt Ditutup oleh Pangkostrad

By 01 Jun 2016 15:06Kodam I/Bukit Barisan
DSC_7413

Panglima Komando Strategi Angkatan Darat Letjen TNI Edy Rahmayadi Menutup TNI  Manunggal  Membangun Desa Ke-96 Tahun 2016 Kodim 0204/DS Korem 022/PT di Lapangan Replika Sultan Serdang Jalan Negara Kecamatan Perbaungan Kabupaten Serdang Bedagai, Rabu  (1/6).

Panglima Komando Strategi Angkatan Darat Letjen TNI Edy Rahmayadi menutup TMMD. Pada kesempatan tersebut, Pangkostrad membacakan amanat Kepala Staf Angkatan Darat  Jenderal TNI Mulyono. Dalam amanatnya Kepala Staf Angkatan Darat mengatakan, lebih kurang satu bulan lamanya sejak 3 Mei 2016, para prajurit, Pemerintah Daerah dan segenap komponen masyarakat telah bekerjasama dengan penuh kebersamaan dengan dilandasi semangat kegotongroyongan dan kemanunggalan menyelesaikan program TMMD ke-96. Kebersamaan merupakan sinergitas yang positif dalam mengatasi berbagai permasalahan Bangsa, termasuk membantu Pemda dalam menyiapkan dan memperbaiki Infrastruktur serta mengakselerasi program Pemerintah Daerah yang sangat dibutuhkan masyarakat, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan bersama. Pada kesempatan tersebut Kepala Staf Angkatan Darat selaku penanggung jawab operasional TMMD, menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak dan elemen masyarakat yang telah membantu secara moril dan materiil karena berkat kerja keras dan kesungguhan dari semua unsur, kegiatan TMMD ke-96 dapat terselenggara dengan aman dan lancar sesuai yang telah direncanakan sebelumnya.

 Lebih lanjut Kepala Staf Angkatan Darat menyampaikan, sebagaimana diketahui bahwa program TNI Manunggal Membangun Desa telah dimulai sejak tahun 1980-an dengan sebutan program Abri Masuk Desa (AMD). Setelah melalui berbagai evaluasi dan penyempurnaan, program TMMD yang telah berlangsung selama lebih kurang 35 tahun, telah nyata-nyata semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Program TMMD masih sangat dibutuhkan, karena sebagian besar wilayah Indonesia merupakan daerah pedesaan, sehingga keterlibatan TNI dalam ikut membangun sarana prasarana dan Infrastruktur wilayah masih sangat relevan. Pada TMMD ke-96 tahun 2016 sebanyak 33 sasaran fisik berupa pembangunan dan perbaikan Infrastruktur yang tersebar di berbagai wilayah Kodam di seluruh Indonesia, diantaranya adalah pembangunan sarana transportasi berupa pembangunan jalan baru, rehabilitasi jalan, pengspalan jalan, pemasangan paving dan pengerasan jalan/rabat beton/makadam. Sedangkan pembangunan Infrastruktur lainnya yaitu pembuatan dan rehab jembatan, pembuatan tanggul dan gorong-gorong serta renovasi dan pembangunan rumah ibadah dan sekolah. Tidak kalah pentingnya juga pembangunan sarana sanitasi dan pusat-pusat kegiatan masyarakat, kesemuanya itu telah tercapai seratus persen.

 Selain itu juga terdapat sasaran non-fisik berupa penyuluhan kepada masyarakat, antara lain tentang Wawasan Kebangsaan, Pancasila, UUD 1945, Kamtibmas, bahaya narkoba, terorisme, kesejahteraan masyarakat, penanggulangan bencana alam, pertanian dan perikanan, KB dan Kesehatan, serta teknologi tepat guna. Disamping dilakukan juga kegiatan olah raga dan kesenian, pengobatan massal, bazar serta pembagian sembako. Pembangunan non-fisik sangat dibutuhkan dalam rangka membangun dan memperkokoh jiwa dan semangat Nasionalisme masyarakat dalam menangkal berbagai ancaman disintegrasi Bangsa yang dilancarkan melalui Proxy War berupa maraknya peredaran dan penyalahgunaan narkoba, masih eksisnya bahaya terorisme, meningkatnya aksi kriminalitas secara kualitas dan kuantitas serta isu bangkitnya kembali komunisme baru. Oleh karenanya TMMD adalah salah satu upaya TNI AD dalam memperkuat pemberdayaan ketahanan masyarakat sebagai potensi kekuatan wilayah.

Kepala Staf Angkatan Darat dalam kesempatan tersebut juga memahami masih adanya kekurangan dalam pelaksanaannya, tentunya akan menjadi catatan dan bahan evaluasi untuk perbaikan di masa yang akan datang. Kepala Staf Angkatan Darat menyadari bahwa semua terjadi karena selain kondisi geografis di daerah sasaran, juga adanya keterbatasan sarana pendukung yang belum sepenuhnya dapat diatasi. Namun berkat kerja keras dan kesungguhan seluruh peserta TMMD, maka sasaran dapat tercapai sebagaimana yang telah direncanakan.

Diakhir amanatnya Kepala Staf Angkatan Darat menyampaikan beberapa atensi dan harapan yang perlu ditindak lanjut dari Program TMMD ke-96 : Pertama, pelihara kebersamaan dan semangat gotong royong yang sudah terbina dengan baik serta pelihara hasil program TMMD, agar usia pakainya akan lama dan manfaatnya dapat dinikmati oleh warga masyarakat dalam kurun waktu yang cukup panjang. Kedua, kepada para Dansatgas TMMD ke-96 lakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan TMMD untuk dijadikan bahan perbaikan pada TMMD mendatang dan Ketiga, kepada seluruh peserta yang tergabung dalam Satgas TMMD, dengan selesainya kegiatan tersebut segera kembali ke induk pasukan masing-masing dan perhatikan faktor keamanan selama dalam perjalanan.

Penutupan TNI  Manunggal  Membangun Desa Ke-96 Tahun 2016 dimeriahkan dengan aksi terjun payung yang didatangkan dari Kostrad dan Kopassus sebanyak 16 orang terdiri dari 11 orang penerjun putra dan 5 orang penerjun putri.

Hadir dalam kegiatan tersebut Para Asisten Kasdam I/BB, Para Kabalakdam I/BB, Bupati Deli Serdang, Bupati Sergei, Para Dandim jajaran Korem 022/PT, Kapolres Sergei, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Adat dan Tokoh Pemuda Kota Binjai.

TNI Manunggal Membangun Desa ke-96 Kodim 0204/Ds Korem 022/Pt Ditutup oleh Pangkostrad