TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Kodim 1710/Mimika Terus Bantu Seluruh Elemen Konflik Antar Kelompok di Kwamki Narama Untuk Berdamai

photo_2016-07-27_23-40-08

Timika – Dandim 1710/Mimika, Letkol Inf Windarto beserta Muspida dan Muspida Plus serta tokoh masyarakat yang bertikai melaksanakan pertemuan kembali dalam rangka mencari solusi penyelesaian masalah, melanjutkan rangkaian upaya perdamaian yang telah dilakukan sebelumnya, kali ini Kegiatan kali ini dilaksanakan di Hotel Rimba Papua dengan membahas upaya perdamaian dengan pihak kubu bawah pimpinan Atimus Komangal secara adat, Rabu (27/07).

Konflik di Kwamki Narama perlu mendapatkan perhatian serius karena sudah menjurus kepada konflik yang lebih besar. Mengantisipasi hal tersebut, Kodim 1710/Mimika terus mendorong seluruh Muspida dan Muspida Plus serta elemen masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan melalui jalur perdamaian.

Dalam pertemuan kali ini telah didapatkan 3 kesepakatan, yaitu 3 korban jenazah dari Kampung Tunas Matoa Ili Ale yang meninggal saat penyerangan tanggal 25 Juli 2016 akan dibakar tanggal 28 Juli 2016 sambil menunggu kedatangan Atimus Komangal. Keputusan kedua adalah Kapolda memberikan batas waktu kasus pertikaian ini hingga tanggal 28 Juli 2016, jika tidak ada maka Aparat Kepolisian akan bertindak sesuai hukum. Untuk keputusan ketiga Bupati Puncak siap menanggung kepala 3 korban dari Suku Dani dan memberikan bantuan 150 juta rupiah kepada kelompok Atimus Komangal, Hosea Ongomang dan Eska Kogoya. Pertemuan masih akan dilakukan untuk mencari titik temu dan kesepakatan bersama sehingga pertikaian dapat diselesaikan dengan cepat.

Perdamaian kali ini dihadiri oleh Kapolda Papua, Danrem 174/ATW dan Bupati Mimika dan dalam kesempatan ini para tokoh adat mengutarakan keinginannya kepada Muspida yang hadir.

POS TERKAIT
Filter by
Post Page
Dinas Psikologi Kodam XII/Tanjungpura Kodam IV/Diponegoro Tips Kesehatan Dinas Penerangan Kodam IX/Udayana Kodam II/Sriwijaya
Sort by
JAKARTA, tniad.mil.id – Dandim 0736/Batang, Letkol Kav Henry Rudi J. Napitupulu bersama anggotanya, merangkul Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) dari berbagai daerah melakukan wahana sport rapling di wisata air terjun Si Pitung. Tersebut disampaikan dalam rilis tertulisnya di Kabupaten Batang,Jawa Tengah, Senin (18/2/2019). Diungkapkan Dandim, seperti diketahui lereng Gunung Prau yang berada di wilayah Kecamatan Bawang ternyata memiliki potensi wisata air terjun yang tak kalah menarik dibandingkan wisata lainnya di Jawa Tengah. “Adalah air terjun Si Pitung di Dukuh Mulyodadi, tak sekedar air terjun biasa, namun potensi itu bisa menjadi wahana sport rapling unggulan wisata Batang ke depannya,”ujarnya. Lebih lanjut dijelaskan, lokasinya yang berada di lereng gunung ini memiliki nuansa dan view alam yang sangat sejuk. Akses jalan pun cukup terjangkau, meski untuk sampai ke lokasi harus jalan kaki terlebih dahulu sekitar hampir 1 KM dari titik parkir kendaraan. “Namun, jangan khawatir usai jalan kaki sembari menikmati pemandangan alam di antara bukit hijau begitu sesampainya di lokasi. Rasa lelah pun terbayarkan dengan menyaksikan keindahan alam air terjun yang memiliki tinggi hampir 40 meter,”ucapnya. “Derasnya aliran air terjun Si Pitung, tak hanya dinikmati para wisatawan biasa saja. Namun, bisa dimanfaatkan sebagai ajang olahraga rapling dengan menyusuri aliran air yang terjun kebawah dari atas ketinggian tebing 40 meter menggunakan tali khusus,”tegas Hendry. Menurut Henry, saat baru kali pertama datang ke lokasi Air Terjun Si Pitung mengaku begitu senang dan tertantang melakukan sport rapling . “Tak hanya sekedar menikmati alam lereng gunung yang masih asri, tapi potensi alam ini bisa dimanfaatkan untuk olahraga panjat tebing,” sambungnya. Untuk mempromosikan wisata ini, Hendry mengajak Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) dari berbagai daerah seperti Pemalang, Batang, Pekalongan, Tegal dan Semarang melakukan wahana sport rapling di wisata air terjun Si Pitung tersebut. Dijelaskannya, olahraga rapling juga banyak digemari kaum remaja. Sebab, di olahraga itu menguji andrenalin seseorang melakukan sport climbing . Terlebih, jalur yang dilewati berada di tengah-tengah derasnya arus air terjun. “Sangat asyik dan menyenangkan sekali, selain olahraga juga untuk hiburan menyalurkan hobi dengan sport climbing , apalagi berada di tengah-tengah tebing arus air terjun yang sangat deras. Andrenalin kita benar-benar tertantang,” tutur lelaki asal Medan ini. Hal senada disampaikan Joko Santoso wisatawan asal Pekalongan, mengaku takjub dengan view keindahan alam air terjun Si Pitung di lereng Gunung Prau Bawang. Meski belum begitu dikenal dan diketahui banyak orang, obyek ini nantinya bisa menarik wisatawan lokal maupun luar. “Lokasinya masih sangat virgin dan pemandangan alamnya sangat sejuk. Cocok untuk berwisata menghilangkan penat dan mencari hiburan di alam terbuka. Sehingga bisa menarik wisatawan lokal maupun luar, serta mampu menggerakkan perekonomian warga setempat,” pungkasnya. (Dispenad)
2019-02-18 13:51
Dispenad

1

Apa Target Anda?
2019-02-18 11:18
Dispenad

1

TNI AD Selalu di Hati Generasi Muda
2019-02-18 05:27
Dispenad

1

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Kodim 1710/Mimika Terus Bantu Seluruh Elemen Konflik Antar Kelompok di Kwamki Narama Untuk Berdamai