TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Danramil 1705-10/Mapia Menelusuri Wilayah Pedalaman Distrik Mapia Tengah

By 03 Aug 2016 06:59Kodam XVII/Cenderawasih
3 Agustus 2016 C

Mapia – Komandan Rayon Militer (Danramil) 1705-10/Mapia Kapten Inf Mursalim beserta anggota melaksanakan Anjangsana ke Desa Modio Distrik Mapia Tengah, guna mengetahui secara langsung kondisi kehidupan masyarakat yang berada di Disrtik Mapia Tengah, Senin (1/8).

Sebagai Satuan Teritorial dimanapun berada walaupun terkendala dengan segala hal yang serba kekurangan, namun demi menjadikan daerah binaanya menjadi aman, nyaman, tentram dan sejahtera, Danramil-10/Mapia melakukan anjangsana ke daerah binaanya.

Perlu diketahui bahwa Koramil 1705-10/Mapia terdapat Lima Distrik yaitu Distrik Mapia, Mapia tengah, Mapia Barat, Piyaiye dan Sukikai Selatan.

Wilayah yang sangat luas ini, mempunyai medan yang bergunung-gunung dan masih banyak Desa yang belum bisa terjangkau oleh kendaraan dan minimnya personel Koramil 1705-10 yang ada. Jarak yang ditempuh dari Koramil 1705-10/Mapia sampai ke Distrik Mapia Tengah + 28 Km. Alat transportasi yang digunakan bisa menggunakan pesawat kecil sejenis Ama sedangkan jadwal penerbangannya satu minggu sekali baru ada penerbangan ke Distrik Mapia Tengah.

Transportasi lainnya, menggunakan mobil dan motor hanya saja jembatan di kali Mapia belum dibangun sehingga hanya bisa sampai di kali Mapia saja. Ada jembatan kayu yang dibuat oleh perusahaan untuk sementara yang biasa digunakan oleh masyarakat. Namun apabila hujan lebat di kali Mapia kadang airnya meluap sehingga jembatan kayu sering hanyut dibawa arus. Jarak dari kali Mapia ke Distrik Mapia Tengah + 10 Km setelah melewati jembatan bisa menggunakan motor. Hal ini yang biasa digunakan masyarakat untuk mencari nafkah, dengan memanfaatkan kendaraan sebagai alat transportasi (ojek) dengan ongkos ojek Rp. 200.000,- sampai Distrik Mapia Tengah.

Perekonomian masyarakat Distrik Mapia bisa dibilang yang masih rendah, mengingat daerah tersebut berada di pelosok dan belum ada pasar atau kios, sehingga tidak ada perputaran uang. Masyarakat masih sangat bergantung dengan bantuan pemerintah, kegiatan masyarakat berkebun menanam betatas, ubi-ubian dan beternak babi, ayam, bebek. Komoditi yang menjadi unggulan adalah tanaman kopi, namun tanaman kopi tersebut belum diolah dengan baik karena masyarakat belum tahu cara pemasarannya.

Sesampainya di Distrik Mapia tengah, Danramil dan dua orang anggota Babinsa langsung disambut hangat oleh masyarakat setempat. Selanjutnya Danramil 1705-10 melaksanakan pertemuan dengan Bapak Robert Gobay, dimana beliau telah mengulas dan menceritakan kondisi Desa Modio. Menurutnya, selama ini kondisi dan situasi wilayah ini aman dan terkendali. Begitupun juga dengan masyarakat Desa Modio sangat ramah, baik, jujur, dan suka memberi hasil-hasil kebun mereka kepada siapa saja yang mereka jumpai. (Prd/Cen).

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Danramil 1705-10/Mapia Menelusuri Wilayah Pedalaman Distrik Mapia Tengah