TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Adik Rajinlah Belajar, Ikuti Jejak Kakak

By 06 Sep 2016 07:04Berita Satuan
mark-tniad

INILAH sepenggal kisah dua prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD) dari Satuan Tugas (Satgas) Pengaman Perbatasan (Pamtas) Batalyon Infanteri (Yonif) Mekanis 516 Caraka Yudha.

Satuan ini baru menempati tugas di Papua kurang lebih dua bulan. Batalyon di bawah Brigif VI ini bertugas menjaga kedaulatan dan keamanan di teras Negara Indonesia, khusunya di wilayah Keerom yang berbatasan langsung dengan Negara Papua New Guinea (PNG).

Dengan jumlah keseluruhan satuan ini sebanyak 450 prajurit, di antaranya 12 prajurit adalah anak asli Papua, di mana tugas yang mereka emban semua dikomandoi Letnan Kolonel Infanteri Lukman Hakim atas perintah Korem 172/PWY dan diawasi langsung oleh Kodam XVII Cenderawasih.

Prada Alexander Gebze, satu dari 12 prajurit anak asli Papua menjadi perhatian media ini. Anak yatim yang masuk tentara dengan ijazah Sekolah Menengah Pertama (SMP) ini, memberikan bayangan kepada adik-adiknya di Papua betapa pentingnya menimba ilmu untuk menggapai cita-cita.

“Adik-adik… kamu semua harus rajin sekolah, supaya kamu punya cita-cita bisa kamu raih. Jangan sombong dengan kondisi yang kamu dapat nanti ya, harus semangat terus dan berlomba dengan yang lain di luar sana,” kata Prada Alexander Gebze kepada media ini, Minggu (4/9).

Anak asli Merauke ini tak pernah mengeluh dengan apa yang telah ia lalui sejak putus SMA tahun 2012 lalu. Kala itu ia harus berhenti sekolah, lantaran ayahandanya meninggal dunia karena sakit dan dirinya harus berkebun membantu kakak-kakaknya.

“Bapak saya seorang petani. Di mata saya bapak adalah seorang pemimpin yang tangguh dan bijaksana mengatur ekonomi buat keluarga. Waktu bapak meninggal mempengaruhi ekonomi keluarga kami, karena bapak penopang hidup kami waktu itu, makanya saya putus sekolah,” kata Alexander, anak bungsu dari lima bersaudara ini.

Saat masuk tentara tahun 2015, dan dikirim ke Kodam V Brawijaya, ia tak langsung larut sepenuhnya dalam kesenangan. Ia terus mengucap syukur kepada Tuhan atas apa yang telah diberikan dan pastinya kembali mengingat almarhum ayahnya bernama Yoakim Manu Gebze yang meninggal pada tahun 2012 lalu di usia 56 tahun.

“Saya ingat sekali pesan mama saat pertama saya bertugas di Batalyon ini dan dikirim kembali ke Papua jaga perbatasan. Mama bilang jangan lupa berdoa, jangan pikir mama di sini. Jalani tugas kamu dengan baik di Papua ini, supaya kamu kembali ke markas utama dengan baik juga. Kalau nanti bisa cuti, kamu segera ketemu mama di kampung,” tuturnya sambil tersenyum.

Cita-cita yang berhasil ia raih, tak membuat dirinya sombong. Tak jarang ia sebulan sekali mengirimkan uang kepada keluarganya di Merauke, setelah mendapatkan gaji maupun uang tunjangan lainnya. Ia tak lupa mengirim ke mama di kampung. “Sebagian saya tabung untuk persiapan saya menikah nanti. Kakak pertama sampai ketiga lanjutkan pekerjaan almarhum sebagai petani, sekaligus jaga mama di rumah. Kalau kakak nomor 4 juga tentara. Saat ini kakak masuk penampungan di Yonif Raider Khusus 751,” kata Alexander yang murah senyum ini.

Pesan kepada anak muda di Papua juga dilayangkan Prada Yulianus Bers anak dari Nikodemus Bers yang juga Kepala Suku Sobei di Kabupaten Sarmi. Lulusan SMA Negeri 1 Sarmi tahun 2014 ini seangkatan dengan Prada Alexander Gebze merasa bangga bisa bertugas di Tanah Papua. “Kemarin sebelum upacara 17 Agustus, saya masuk dalam tim untuk melatih baris berbaris kepada siswa- siswi SMP Negeri 5 Wonorejo sebanyak 30-an yang tergabung dalam Paskibra di sekolah itu,” kata Bers.

Ia berpesan kepada adik-adik di Papua, khususnya Kabupaten Sarmi, agar dapat mengikuti jejaknya sebagai tentara. Namun, ia inginkan adik-adik itu kalau bisa pangkatnya lebih tinggi darinya. “Mungkin bisa dari Bintara dengan pangkat Sersan. Jangan seperti saya pangkat Prada, saya bangga sekali jika adik-adik nanti pangkatnya lebih tinggi apalagi kalau jadi perwira,” pesan Bers.

Terdapat 15 orang lulusan Rindam XVII Cenderawasih yang di kirim ke Kodam V Brawijaya, 3 di antaranya adalah pendatang, sedangkan sisanya adalah putra asli Papua. Masing-masing Serda Karim Kalolik, Prada Yulianus Bers, Alexander Gebze, Noak Jafatar, Nikodemus Wmbosene, Yahya Siswano, Welem Erikson yawan, Yustinus mauzze, Elkana Trapen, Roy Sulaiman Makay, Titius Wenda dan Prada Gerson Yakermilena. [Indra]

sumber: http://goo.gl/owuNYs

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Adik Rajinlah Belajar, Ikuti Jejak Kakak