TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Bendung Radikalisme, Bangun Komunitas Damai

By 21 Sep 2016 15:04Kodam IV/Diponegoro
21-September-2016-K

Kodim 0707/Wonosobo kedatangan peserta Suspimmen Polri Angkatan 58. Kedatangan disambut langsung oleh Komandan Kodim Letkol Czi Dwi Hariyono didampingi Kasdim, Perwira Staf dan Danramil serta Dan Unit Intel. Kegiatan ini bertempat di Aula Makodim. Kedatangan siswa kursus pimpinan Polri tersebut dalam rangka pembuatan tugas akhir dengan tema yang diusung adalah Radikalisme. Senin (20/9/2016).

Dandim menyampaikan bahaya radikalisme terhadap kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara. Kita semua menyadari bahwa Negara Indonesia terbentuk dari berbagai suku dan agama. Itu merupakan potensi jika dikelola dengan baik, akan tetapi jika itu salah dalam pengelolaan akan menimbulkan permasalahan yang bisa menghacurkan Negara ini. Khususnya di Kabupaten Wonosobo sudah terkenal dengan julukan Kota Ramah HAM. Dan masyarakatnya begitu ramah dan terbuka kepada setiap tamu yang berkunjung di sini. Ini merupakan potensi yang baik akan tetapi potensi tersebut akan menjadi bumerang/blunder bagi masyarakat Wonosobo apabila kita tidak mempunyai benteng yang kuat.

Kelompok radikal bisa mempengaruhi orang lewat beberapa faktor antara lain mereka yang sedang galau yaitu orang–orang yang sedang mencari jati diri, orang yang sedang kena masalah dan lain sebagainya. Paham radikal juga bisa masuk melalui kemiskinan. Orang yang sedang membutuhkan akan dengan mudah dipengaruhi. Dan yang perlu diwaspadai adalah dengan adanya buruh migran. Buruh migran disatu sisi membawa manfaat seperti mengurangi pengangguran, mendatangkan devisa negara namun disisi lain memunculkan banyak permasalahan salah satunya adalah membawa faham radikalisme.

Solusi yang ditawarkan oleh Dandim adalah Forkominda mempunyai konsensus yang sama yaitu mencegah munculnya faham radikalisme dengan kegiatan yang nyata. Untuk di Kabupaten Wonosobo sudah terbentuk Forum Deteksi Dini Masyarakat. Forum ini sudah sampai di desa–desa yang dibina langsung oleh Kesbangpol dibantu instansi yang terkait.

Kita sebagai bangsa Indonesia harus berpegang teguh pada 4 konsensus yaitu Pancasila, UUD 1945,Bhineka Tunggal Ika dan NKRI. Jika semua warga negara Indonesia berpegang pada semua itu, maka faham radikal tidak akan berkembang atau muncul di negeri ini. Untuk itu dalam rangka memantapkan ke masyarakat, Kodim mengadakan kegiatan komunikasi sosial kepada rakyat di setiap kesempatan memberikan pencerahan tentang 4 konsensus tersebut agar masyarakat lebih memahami akan pentingnya arti stabilitas nasional yang berdasarkan Pancasila.

Dandim mengajak peran masyarakat dalam membendung paham kekerasan dan terorisme melaui lima langkah. Pertama. Tanamkan rasa nasionalisme dan kecintaan terhadap NKRI. Kedua. Perkaya wawasan keagamaan, waspada terhadap provokasi, hasutan dan pola rekruitmen teroris baik di lingkungan masyarakat maupun dunia maya. Ketiga. Jadikan keluarga sebagai tempat konsultasi dan diskusi setiap gejala yang mencurigakan. Keempat. Laporkan setiap gejala mencurigakan dari individu maupun kelompok yang mengarah pada tindakan radikal. Kelima. Bangun jejaring dengan komunitas damai baik offline maupun online menambah wawasan dan pengetahuan.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Bendung Radikalisme, Bangun Komunitas Damai