Puspen TNI

Panglima TNI : Beladiri Karate Untuk Membela Bangsa

Oleh 17 Sep 2016 No Comments
#TNIAD 

(Jakarta, Jumat, 16 September 2016). Beladiri Karate untuk membela bangsa, karena karate menggunakan tangan dan kaki sebagai senjata, tetapi yang lebih mematikan adalah pikirannya. Apabila pikirannya bisa disatukan untuk bangsa, maka sudah pasti akan mendukung program-program pemerintah.

 

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo selaku Ketua Umum Pengurus Besar Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (PB FORKI) didampingi Asrenum Panglima TNI Laksda TNI Siwi Sukma Adji, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Wiyarto dan Kapuspen TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman, saat melaksanakan Penandatanganan Nota Kesepahaman / Memorandum of Understanding (MoU) dengan BRI, bertempat di Ruang Panglima TNI, Jl. Merdeka Barat No. 2, Jakarta Pusat.

 

“Karate adalah olahraga massal. Karate adalah olahraga prestasi dan indikasinya kita bisa berbicara ditingkat internasional, pada saat kejuaran World Karate Federation (WKF) di Gedung Indonesia Convention Exhibition (ICE) Hall 5 Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang Selatan, beberapa waktu lalu,” ucap Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

 

Panglima TNI juga menyampaikan, saat Indonesia sebagai penyelenggara WKF memperoleh 4 medali emas, diharapkan pada penyelenggaraan olimpiade tahun 2020 di Jepang, atlet-atlet Karate-Do siap bertanding. Maka dalam hal ini perlu pengorbanan dan kerja sama yang terkoordinasi dengan baik.

Baca juga:  Aster Panglima TNI: Generasi Muda Indonesia Perlu Miliki Mental Ideologi yang Kuat

 

“Saya mempunyai obsesi, atlet-atlet akan saya latih keliling dunia, sehingga mereka mempunyai kepercayaan diri yang tinggi dan selanjutnya siap mental dan fisik mengikuti setiap event-event di Jepang,” tegas Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

 

Seperti diketahui penandatanganan tersebut, sudah berjalan selama 7 tahun dengan tujuan agar dapat meningkatkan prestasi olahraga Karate di Indonesia.

Berita Terkait

Komentar