TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Prajurit TNI Bantu Masyarakat Buat “Tokok Sagu”

By 26 Sep 2016 10:45Kodam XVII/Cenderawasih
26-September-2016-I

Supiori. (Minggu, 25 September 2016) – Sagu merupakan makanan pokok masyarakat khususnya yang tinggal di wilayah Papua dan Maluku. Dengan bahan dasar Sagu, masyarakat Papua mengolah Papeda yang menjadi makanan khas masyarakat Papua. Tetapi proses pembuatanya masih menggunakan alat tradisional.

Papeda masih banyak diminati oleh masyarakat asli maupun pendatang yang ada di wilayah Papua. Untuk proses pembuatan sagu yang menjadi bahan dasar Papeda memakan waktu yang lama hingga tiga hari. Karena itu Babinsa Koramil 1708-04/Supiori Sersan Dua Semmy Uhing membantu masyarakat penokok sagu mulai dari Jumat sampai dengan Minggu 25 September 2016 bertempat di Desa Wombonda Distrik Supiori Selatan Kabupaten Supiori, Minggu (25/9).

Sersan Dua Semmy Uhing mengatakan kegiatan Tokok Sagu ini sudah menjadi salah satu kegiatan pokok yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia bagian Timur khususnya di wilayah Papua dan Maluku. Tokok sagu sudah menjadi cara atau kebiasaan masyarakat Papua. Hingga saat ini masyarakat Papua sudah terbiasa menggunakan alat tradisional untuk mengambil daging sagu dari batangnya untuk dijadikan makanan atau yang dikenal dengan papeda.

“Saya memberikan masukan dan motivasi serta ide-ide yang mungkin bermanfaat bagi masyarakat yang ada di Kampung Wombonda Distrik supiori selatan. Nantinya mereka akan terus melestarikan pembuatan sagu dengan cara tradisional yaitu Tokok Sagu, dengan harapan semakin banyak masyarakat Papua bahkan yang ada di luar Papua yang menyukai makanan khas Papua yaitu Papeda,”kata Sersan Dua Semmy Uhing.

Samuel Kmur dan Luter Sarewo yang keseharianya sebagai penokok sagu tradisional menyampaikan ucapan terima kasih kepada Prajurit TNI khususnya Babinsa Koramil 1708-04/Supiori kerena telah turun langsung untuk membantu membuat sagu.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Prajurit TNI Bantu Masyarakat Buat “Tokok Sagu”