TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Bagi Prajurit Tugas Merupakan Kehormatan

By 28 Nov 2016 18:19Berita Satuan
1

Seiring dengan berakhirnya masa tugas Satgas Yon Armed 12/Kostrad di wilayah Maluku dan Maluku Utara dan telah tiba Satgas Baru dari Yonif 726/Tamalatea, maka dilaksanakan Upacara Serah Terima Satgas Pam Rahwan Wilayah Maluku Utara bertempat di Halaman  Eks Kantor Gubernur Jl. Pahlawan Revolusi No. 1 Ternate Tengah.

Satgas pengganti yang menumpang KRI Teluk Lampung 540 yang berjenis LCT (Landing Carier Tank) TNI Angkatan Laut, telah tiba di Wilayah Ternate pada beberapa hari sebelumnya. Hingga dilaksanakan kegiatan Embarkasi dan Debarkasi Personel dan Materil yang sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan barang bawaan oleh gabungan tim Intelijen dan personel Polisi Militer. Hingga tiba saatnya dilaksanakan Upacara Serah Terima Satgas yang dipimpin oleh Danrem 152/Babullah Kolonel Inf Sachono, S.H., M.Si.

Turut hadir Perwakilan Kapolda Maluku Utara, Kabinda Maluku Utara, Danlanal Ternate, Para Perwira jajaran Polda Maluku Utara dan Korem 152/Babullah serta diikuti oleh Para Prajurit Yon Armed 12/Kostrad dan Satgas Yon Armed 726/Tamalatea.

Dalam sambutannya Danrem menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh Prajurit Yon Armed 12/K yang telah melaksanakan tugasnya selama sembilan bulan di Maluku Utara. Selama menjalankan tugasnya telah berhasil memperoleh prestasi diantaranya menyadarkan masyarakat untuk menyerahkan senjata dan Muhandak, tercatat 10 pucuk senjata organik, 113 pucuk senjata rakitan, 230 butir munisi berbagai kaliber, dan 16 butir bahan peledak berhasil diterima dari masyarakat yang secara sukarela menyerahkannya. Dapat menjaga situasi Kamtibmas di masyarakat juga turut membantu dalam pemberdayaan masyarakat seperti pembuatan taman bacaan di Kec. Malifut dan membantu upaya konservasi lingkungan dengan menggalang burung Paruh Bengkok maupun Nuri endemik Maluku Utara yang dimiliki oleh masyarakat dan menyerahkannya kepada BKSDA (Balai Konversi Sumber Daya Alam) untuk dilepasliarkan dihabitatnya maupun sosialisasi pelarangan penangkapan burung kepada masyarakat karena akan mengganggu ekosistem alam.

Sedangkan kepada Satgas Yonif 726/Tamalatea, Danrem selaku Kolakops Satgas berpesan agar segera menyesuaikan diri, dan dapat melanjutkan apa yang telah menjadi dicapai Satgas sebelumnya. “Bagi seorang Prajurit tugas merupakan suatu kehormatan oleh karena itu laksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab dan ikhlas. Dekati dan rebut hati rakyat, ciptakan rasa aman bagi masyarakat serta pedomani SOP dalam setiap tindakan selain itu juga personel Satgas harus mampu memerangi peredaran Narkoba yang mulai mengkhawatirkan di Wilayah Maluku Utara dengan cara merangkul masyarakat serta beri pengertian bahaya maupun dampak buruk dari penggunaan Narkoba serta segera melaporkan kepada aparat keamanan apabila menemukan adanya transaksi maupun penyalahgunaan Narkoba di lingkungan sekelilingnnya selain itu juga terkait peredaran Miras yang merupakan salah satu penyebab terjadinya Perkelahian antar kampung di Maluku Utara. Lakukan penindakan dengan berkordinasi dengan Kepolisian apabila ditemukan adanya kegiatan produksi maupun upaya penyelundupan miras dari maupun ke daerah lain,” harap Danrem.

Usai pelaksanaan upacara kemudian dilaksanakan kegiatan Disposal/pemusnahan senjata rakitan secara simbolis oleh para pejabat dengan cara memotong senjata tersebut. Selanjutnya dilaksanakan pengarahan kepada personel Satgas baru oleh Danrem 152/Babullah dan Kasi Ops Korem yang memaparkan situasi kondisi Maluku Utara secara global.

Dalam keterangannya Kapenrem 152/Babullah Mayor Inf Anang Setyoadi, S.E., menyampaikan bahwa Satgas akan menempati pos-pos yang akan disebar di seluruh Maluku Utara sesuai arahan yang telah ditentukan. Pada umumnya penempatan pos-pos tersebut masih sama seperti Satgas sebelumnya. Selain itu juga dengan adanya pergantian Satgas ini diharapkan menjadi semangat baru dan motivasi  dalam menjaga situasi wilayah Maluku Utara dari berbagai ancaman seperti adanya Illegal Fishing, Peredaran Illegal Senjata Api hingga mengantisipasi adanya konflik antara kampung yang kerap terjadi di wilayah Maluku Utara. (Penrem 152)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Bagi Prajurit Tugas Merupakan Kehormatan