TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Pangdam IM Bicara Prespektif Ancaman Bangsa

By 12 Nov 2016 14:59Kodam Iskandar Muda
4

Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Tatang Sulaiman menindaklanjuti penyampaian Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo yang mengatakan situasi dan kondisi Indonesia dan dunia global dari tahun ke tahun semakin sulit diprediksi, pertumbuhan penduduk dan perkembangan ekonomi sangat berpengaruh terhadap kehidupan umat manusia. Kondisi ekonomi dunia saat ini menjadi ancaman, karena menjadikan negara asing ingin menguasai atau memperebutkan kekayaan alam seperti di wilayah Afrika, Timur Tengah dan wilayah di Ekuator termasuk Indonesia.

Hal itu dikatakan Pangdam pada acara tatap muka dan silaturahmi dengan para tokoh agama, tokoh masyarakat dan pimpinan daerah se – Aceh Besar di Kodam Iskandar Muda, Banda Aceh, Jum’at (11/11/2016).

Pangdam menegaskan, seperti yang disampaikan Panglima TNI, ada enam perspektif ancaman yang dihadapi bangsa Indonesia di masa depan, yaitu, pertama, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2015 mencapai 5 %. Dibandingkan pertumbuhan ekonomi dunia, Indonesia termasuk urutan ke delapan di atasnya Inggris dan Prancis. Ketika ekonomi dunia jatuh, kemudian harga minyak turun, sesuai dengan peak oil theory yang berakibat merubah dratis gaya hidup. Krisis ekonomi memicu depresi ekonomi, meningkatkan kejahatan (Konflik), hancurnya tatanan masyarakat yang dinamakan kompetisi global dan harus diwaspadai.

Menurut Pangdam, di Darwin ada 1250 sampai 2500 personil Marinir Amerika Serikat. “Darwin jaraknya hanya 479 Km dengan Serwaru wilayah Indonesia. Di situ ada Pulau Marsela dan Blok Masela yang harus kita jaga dan lindungi,” papar Pangdam.

Kedua, masalah laut Tingkok Selatan, Menurut Pangdam, hampir semua kapal-kapal yang ditangkap Angkatan Laut Indonesia, dikawal oleh Coast Guard (penjaga pantai) Tiongkok. “Mereka mengklaim itu pantainya, padahal berada di wilayah Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia,” tegas Pangdam.

Belakangan, sambung Pangdam, Filipina juga ikut mengklaim Laut Tiongkok Selatan melalui pengadilan Intenasional tanggal 12 Juli lalu menjadi wilayahnya. Pengadilan Arbitrase memenangkan klaim Filipina, tetapi Tiongkok menolak klaim itu. Presiden Tiongkok Xi Jinping menegaskan bahwa kedaulatan wilayah dan hak Maritim Tiongkok di laut tidak akan dipengaruhi oleh keputusan dengan cara apapun. “Ini potensi konflik di sekitar kita,” tegas mantan Kapuspen TNI.

Kemudian yang ketiga, manuver Five Power Defence Arrangements (FPDA) pada tanggal 14-21 Oktober, menggelar latihan besar-besaran dengan melibat 3000 personil, 71 pesawat tempur, 11 kapal tempur dan kapal selam.

FPDA adalah hubungan pertahanan negara-negara Persemakmuran Inggris, yang meliputi Inggris, Australia, Selandia Baru, Malaysia dan Singapura. Kesepakatan yang dibuat tahun 1971 itu menegaskan bahwa kelima negara akan saling bantu jika ada serangan dari luar terhadap Malaysia, Singapura, Australia dan Selandia Baru.

Keempat, ancaman Narkoba. Menurut Pangdam, sebanyak 2 persen atau 5 juta penduduk Indonesia terkena Narkoba. Setiap tahunnya ada 15.000 orang meninggal karena obat terlarang itu. Dan itu fenomena gunung es, pasti angkanya lebih besar. “Dari laporan Kepolisian dan BNN di tahun 2016 data dari BNN ± 5,1 jt penduduk (2% dari jumlah penduduk Indonesia) menyalahgunakan Narkoba, 15.000 jiwa meninggal setiap tahun. Ini sangat berbahaya, jumlah korbannya melebihi teroris lost generation (kehilangan generasi muda),”katanya.

Mayjen TNI Tatang Sulaiman menceritakan dampak Narkoba pada sebuah bangsa dengan merujuk pada perang candu antara Tiongkok dengan Inggris dan Perancis. Dalam perang tersebut, Tiongkok kalah. “Rakyat dan tentaranya kena candu, akhirnya kalah. Harus menggadaikan Hongkong dan Taiwan,” jelas Pangdam.

Kelima, yaitu ancaman terorisme dengan adanya ISIS. Kemungkinan banyak warga Indonesia yang mengikuti ISIS. “Mereka rela membakar paspor kewarganegaraanya demi mengikuti ISIS. Mayoritas mereka bekas Narapidana. Rekap napi dan mantan napi 242 orang (70 lapas & 2 rutan) 183 mantan napi 84 mantan teroris 107 keluarga 71 jaringan Yayasan. Contohnya kejadian di Poso, sebagai pusat sasaran kegiatan mereka,”ungkapnya.

Pangdam mengatakan, teroris juga yang dituding mendalangi bom Sarinah awal Januari lalu.

“Masalahnya, UU terorisme di Indonesia masih lemah dalam menangkap terorisme. Berbuat dulu baru ditangkap. Indonesia tempat paling enjoy bagi terorisme,” tandasnya.

Yang keenam, yaitu persaingan ekonomi. Pangdam merujuk pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pesat. PDB Indonesia ada di urutan ke – 8 dunia. Kepercayaan konsumen yang tinggi dan dampak dari program amnesti pajak secara ekonomi dengan 2.842.241. Dan sebagai kekuatan ekonomi besar, Indonesia berpotensi untuk digoyang.

Pada kesempatan ini, Pangdam menekankan, untuk menghadapi Kompetisi global semua elemen bangsa harus bersatu, mewujudkan bangsa pemenang. “Mudah- mudahan ekonomi meningkat dan masyarakat sejahtera,”paparnya.

“Pahami, di sekeliling kita ada enam ancaman melalui ekonomi, Narkoba, teroris dan angkatan perang dari negara tetangga, bahkan bisa bersamaan masuk,”tegas Mayjen TNI Tatang Sulaiman.

Negara luar tidak ingin kita besar dan maju, mereka ingin kita hancur ,” sambung Pangdam.

Turut hadir dalam jegiatan ini, Irdam, para Asisten, para Kabalak, Dandim 0101/BS, Bupati Aceh Besar, Kadistan Prov Aceh, Kepala Bappeda Aceh, Ketua Forkab Aceh, yang mewakili Walikota Banda Aceh dan Prof Azman Ismail Imam Mesjid Raya.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Pangdam IM Bicara Prespektif Ancaman Bangsa