TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Panglima TNI : Tidak Ada Pemimpin Yang Lahir Tanpa Tempaan

By 09 Nov 2016 10:02Puspen TNI
1.-Panglima-TNI-Tidak-Ada-Pemimpin-Yang-Lahir-Tanpa-Tempaan

Dalam mengikuti pendidikan di matra masing-masing agar selalu disiplin, mengikuti peraturan dan tata tertib, karena disiplin adalah napas serta jati diri prajurit dan Bhayangkara Polri. Tidak ada pemimpin besar yang lahir tanpa tempaan, waktu dan pengalaman dengan segala dinamika yang ada.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo saat memimpin upacara Wisuda 758 Prajurit dan Bhayangkara Taruna (Prabatar) Akademi TNI dan Akademi Kepolisian, di lapangan Sapta Marga Akmil, Magelang, Jawa Tengah, Selasa (8/11/2016).

Panglima TNI mengatakan, kepemimpinan tidak terlepas dari model alamiah, dipersiapkan dengan penguatan mental dan jati diri serta ditempa oleh pengalaman dan tantangan dari waktu ke waktu hingga menjadi matang dan kelak bisa menjadi Pemimpin TNI-Polri.

Panglima TNI menegaskan, untuk menjadi seorang pemimpin harus menempuh tahapan pematangan kepemimpinan dan bhayangkara secara bertahap bertingkat dan berlanjut. “Kalian adalah pemuda-pemudi pilihan yang dipersiapkan untuk menjadi pimpinan TNI dan Polri dimasa depan,” ujarnya.

Lebih lanjut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo menyatakan, tidak ada jalan yang mudah untuk menjadi yang terbaik karena kalian dipilih dari generasi muda untuk membangun soliditas TNI dan Polri. “Pelihara dan pupuk semangat integrasi dan implementasikan pertahanan dan keamanan negara yang handal,” tegasnya.

Menurut Panglima TNI, tujuan pendidikan integrasi Taruna-Taruni Akademi TNI dan Kepolisian adalah membentuk calon Prajurit Taruna-Taruni Akademi TNI yang menjiwai Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI serta calon Bhayangkara Taruna-Taruni Akademi Kepolisian yang menjiwai Tribrata dan Catur Prasetya.

Panglima TNI pun menegaskan, semangat integrasi keprajuritan dan Bhayangkara memiliki pengetahuan dan keterampilan profesi yang menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemudian memiliki kesemaptaan jasmani untuk dapat mengikuti pendidikan selanjutnya di Akademi Angkatan matra masing-masing.

“Para Taruna-Taruni hendaknya memiliki sikap perilaku yang memiliki keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berkepribadian yang memiliki jiwa integrasi TNI dan Polri,” pungkasnya.

Adapun Wisuda Prajurit dan Bhayangkara yang dilantik terdiri dari Akademi Militer (Akmil) 250 orang (229 orang Taruna dan 21 orang Taruni), Akademi Angkatan Laut (AAL) 100 orang (90 orang Taruna dan 10 orang Taruni), Akademi Angkatan Udara (AAU) 108 orang (98 orang Taruna dan 10 orang Taruni) dan Akademi Kepolisian (Akpol) 300 orang (250 orang Taruna dan 50 orang Taruni).

Turut hadir hadir dalam kegiatan tersebut Kasad Jenderal TNI Mulyono, Kasal Laksamana TNI Ade Supandi, Kasau Marsekal TNI Agus Supriatna, Irjen TNI Letjen TNI Setyo Sularso, Para Asiten Panglima TNI, Para Danjen Akademi, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Jaswandi, Kalemdikpol Irjen Polisi Moechgiayarto dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Polisi Condro Kirono.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Panglima TNI : Tidak Ada Pemimpin Yang Lahir Tanpa Tempaan