TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Prajurit Harus Waspada Terhadap Ancaman Global

By 09 Nov 2016 15:07Kodam III/Siliwangi
6.-Prajurit-Harus-Waspada-Terhadap-Ancaman-Global

Sehari setelah menerima Pengarahan dari Panglima TNI, Selasa 8 Nov 2016 pkl 09.00, Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Herindra segera mengumpulkan seluruh prajurit dan PNS Kodam III/Siliwangi di Graha Tirta Siliwangi untuk menyampaikan hal-hal penting yang harus diketahui oleh seluruh prajurit dan PNS Kodam III/Siliwangi.

Pada kesempatan tersebut sebelum Pangdam menyampaikan arahan Panglima TNI, terlebih dahulu Pangdam mengingatkan dua hal penting khususnya untuk Prajurit Siliwangi, yaitu Pertama, menjadi seorang prajurit TNI adalah pilihan secara sukarela tanpa adanya paksaan, oleh karena itu sebagai prajurit TNI harus profesional terhadap pekerjaan sebagai prajurit. Pekerjaan prajurit adalah berlatih agar selalu yang jago perang, jago tembak, jago beladiri dan memiliki fisik yang prima.

Kedua, masih banyak prajurit yang melakukan pelanggaran, hal ini adalah sesuatu yang memprihatinkan, prajurit yang sejatinya adalah pelindung NKRI termasuk didalamnya hukum negara malah melakukan pelanggaran hukum.

Pangdam menekankan bahwa tidak ada toleransi sedikitpun kepada Prajurit yang melanggar hukum dan tidak ada prajurit pelanggar yang ditutupi, sanksi sesuai aturan hukum militer akan diterapkan tanpa pandang bulu.

Setelah memberi penekanan, Pangdam melanjutkan pengarahan dengan menyampaikan tentang perlunya prajurit dan PNS Kodam III/Siliwangi untuk selalu bersikap waspada terhadap adanya berbagai perspektif ancaman global yang sudah mulai melanda Indonesia.

Adapun persepektif ancaman global tersebut adalah adanya sengketa dan perebutan wilayah yang memiliki banyak cadangan energi baik dalam bentuk minyak bumi maupun energi hayati. Indonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan cadangan energi, sudah barang tentu banyak negara yang kekurangan energi ingin mengendalikan Indonesia.
Perspektif ancaman global lainnya adalah bahaya Narkoba yang sudah mewabah hampir diseluruh wilayah Indonesia. Berdasarkan data yang ada saat ini 5,1 juta penduduk Indonesia telah melakukan penyalahgunaan narkoba bahkan 15.000 jiwa telah meninggal tiap tahunnya karena Narkoba dan sebagian besar pengguna narkoba adalah pemuda, tentu bangsa ini akan kehilangan satu generasi penerus.

Kemudian ancaman terorisme, berbagai kejadian tindakan teror telah melanda negara Indonesia dengan berbagai dalih. Teror dilakukan untuk membuat negara Indonesia selalu terlihat tidak aman sehingga para investor menjadi takut untuk menanamkan modalnya di Indonesia dan sebagai akibatnya bisa jadi akan menjual apa yang bangsa Indonesia miliki dengan harga murah.

Persaingan ekonomi sebagai salah satu barometernya dengan adanya pelaksanaan tax amnesty yang berhasil di negara Indonesia maka rupiah semakin menguat bila disandingkan dengan mata uang Singapura dan Malaysia. Hal ini sudah barang tentu meningkatkan persaingan ekonomi negara-negara di sekitar kita.

Dengan mengetahui perspektif ancaman global tersebut, Pangdam III/Siliwangi menyampaikan kepada seluruh prajurit Kodam dan PNS agar selalu waspada terhadap isu-isu pemecah belah persatuan bangsa. Jangan ikut-ikutan mengomentari hal yang tidak diketahui dan lebih baik diam. Seorang Prajurit harus bisa menyejukan situasi karena TNI adalah garda terdepan bangsa.

“Prajurit harus loyalitas tegak lurus kepada negara tidak ada yang belok-belok, apalagi mengingat sebentar lagi akan ada Pilkada serentak seluruh Prajurit Kodam III/Siliwangi harus netral dan tidak memihak”, tegas Pangdam.

Hadir pada kegiatan tersebut Kasdam III/Slw, Irdam III/Slw, Para Asisten, Staf Ahli Pangdam, Para Kabalakdam III/Slw, Dandim 0618/BS dan Dandim 0609/Kabupaten Bandung serta Para Komandan satuan yang ada di wilayah Bandung dan Cimahi. (Pendam III/Siliwangi).

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Prajurit Harus Waspada Terhadap Ancaman Global