TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Isu Penyusup Pada Aksi Super Damai 212 Tidak Benar

By 05 Dec 2016 11:47Puspen TNI
mabes-tni

Beredarnya isu yang berkembang di media sosial dan masyarakat, terkait adanya penyusup yang dibayar oleh Ahoker, untuk membunuh Presiden RI Joko Widodo dan Habib Riziq saat berlangsungnya Aksi Super Damai 212, Jumat (2/12/2016) sangatlah tidak benar.

Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, di Jakarta, Minggu (4/12/2016), mengatakan, “Pada saat itu saya ikut dan berada dibelakang Presiden RI Joko Widodo. Tidak ada anggota Pasukan Pengamanan Kepresidenan yang menangkap salah satu oknum, yang diduga merupakan salah satu pendukung Ahoker.”

“Kepada seluruh masyarakat Indonesia dimanapun berada, agar lebih waspada dan selektif lagi dalam memilah dan memilih berita ataupun informasi yang disebarkan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggungjawab melalui media massa, khususnya media sosial,” himbaunya.

Sementara itu, Kapuspen TNI Mayjen TNI Wuryanto, S.Sos., menambahkan bahwa Aksi Super Damai 212 yang berlangsung dengan tertib dan aman tersebut, jangan dinodai oleh isu-isu ataupun berita-berita tidak benar yang bertujuan untuk mencederai umat Islam Indonesia dalam menyampaikan aspirasinya. “Jangan membenturkan kelompok yang satu dengan kelompok masyarakat lainnya,” tegasnya.

“Kita semua berterima kasih kepada seluruh warga masyarakat yang datang ke Silang Monas melakukan doa bersama, untuk negara dan bangsa Indonesia yang tercinta ini,” katanya.

Menurut Kapuspen TNI, peristiwa Aksi Super Damai 212 beberapa waktu lalu sudah berjalan dengan aman. “Ini benar-benar menunjukkan kepada dunia bahwa, Islam adalah Rahmatan Lil Alamin,” pungkas Kapuspen TNI. (Puspen TNI).

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Isu Penyusup Pada Aksi Super Damai 212 Tidak Benar