TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

PENYAKIT KANKER AKIBAT KERJA

By 06 Jan 2017 19:48Artikel
640×410

Penulis dr. Juliana Luwiharto, Sp.Ok

Penyakit Akibat Kerja adalah penyakit yang mempunyai penyebab yang spesifik atau asosiasi kuat dengan pekerjaan, yang pada umumnya terdiri dari satu agen penyebab yang sudah diakui (ILO). Penyakit Akibat Kerja dapat bermacam- macam salah satunya penyakit kanker.

Penyakit kanker adalah sebuah penyakit tumor ganas yang dapat menyerang organ ataupun jaringan tubuh. Penyakit kanker dapat terjadi di berbagai organ tubuh seperti paru, pankreas, mata, otak, kulit, syaraf, darah dan sebagainya. Sebagian besar penderita penyakit kanker adalah usia dewasa dengan berbagai faktor penyebab. Penyakit kanker merupakan sebuah penyakit yang memiliki risiko dari keturunan atau genetik, namun faktor kebiasaan dan gaya hidup seperti kebiasaan makanan dan merokok serta faktor yang tidak diketahui penyebabnya juga memegang peranan penting.

640x410
Di US, 40.000 kasus baru penyakit kanker disebabkan oleh paparan karsinogen di tempat kerja. Tiga-sepuluh persen dari semua penyakit kanker disebabkan oleh paparan karsinogen di tempat kerja. Karsinogen adalah agen atau zat yang dapat menyebabkan penyakit kanker atau meningkatkan risiko perkembangan penyakit kanker. Tidak hanya karsinogen, tapi aktifitas pekerjaan juga berkontribusi terhadap occupational cancer. Occupational cancer adalah kanker yang disebabkan sebagian atau keseluruhan dari pajanan karsinogen di tempat kerja.

Pekerja yang menghabiskan waktu 10 tahun atau lebih dalam pekerjaan yang mengharuskan duduk sepanjang hari berisiko 2x lipat untuk terserang penyakit kanker usus besar. Pekerja ini juga memiliki peningkatan risiko penyakit kanker dubur sebesar 44%. Risiko kanker payudara meningkat sekitar 50% pada pekerja shift pada wanita dan sekitar 70% pada pekerja penerbangan.

Masa laten penyakit kanker cukup lama. Masa laten leukemia karena benzene atau radiasi terjadi selama 3-5 tahun, penyakit kanker paru karena asbestos 40 tahun atau lebih. Kebanyakan masa laten tumor adalah 20-30 tahun. Paparan pada individu dengan penyakit kanker diidentifikasi dan diuji di laboratorium apakah agen tersebut memang penyebab terjadinya sel kanker. International Agency for Research of Cancer (IARC) adalah salah satu organisasi yang memberi informasi identifikasi suatu zat sebagai penyebab penyakit kanker. Mulai tahun 1971-2003 dari 28 agen yang definite karsinogen terhadap manusia sebagai agent of cancer, 12 diantaranya dari pekerjaan atau industri.

Di sisi lain kemajuan industri tidak dapat dielakkan pada abad ini, yang menyebabkan penggunaan zat-zat kimia baik yang merupakan bahan karsinogen ataupun yang tidak, tidak dapat dielakkan. Contoh zat-zat kimia yang bersifat karsinogen antara lain:

1. Polycyclic Aromatic Hydrocarbons dapat menyebabkan penyakit kanker kulit atau penyakit kanker paru.
2. Benzene dapat menyebabkan penyakit kanker darah.
3. Vinyl Chlorida dapat menyebabkan penyakit kanker otak.
4. Asbestos dan Silika dapat menyebarkan penyakit kanker paru.

kerja-kimia

Contoh pekerjaan yang berhubungan dengan zat kimia yang bersifat karsinogen

Melihat berbagai fakta di atas, maka hirarki kontrol dari engineering, administratif dan alat perlindungan diri (APD) menjadi strategi untuk mencegah paparan karsinogen di tempat kerja, karena mencegah lebih baik dari pada mengobati. Melihat MSDS (Material Safety Data Sheets) dari bahan kimia yang digunakan sebagai informasi tentang hazard dan precaution yang diperlukan saat bekerja, mengenali rute masuknya karsinogen sangat membantu mencegah paparannya. Ada tiga rute yaitu inhalasi (pernafasan), kontak kulit dan melalui sistem pencernaan. Diperlukan surveilance lingkungan kerja dengan pengukuran dan bagaimana pengaturan lama dan seberapa banyak paparan di tempat kerja.

Meskipun penyakit kanker tidak memiliki gejala secara spesifik namun biasanya para penderita penyakit kanker akan mengeluhkan hal-hal sebagai berikut:
1. Turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.
2. Deman yang berkepanjangan.
3. Merasakan lelah berkepanjangan.
4. Rasa nyeri.
5. Perubahan warna kulit menjadi lebih gelap, atau lebih kuning atau lebih merah.
6. Diare atau sulit BAB yang berkepanjangan.
7. dan gejala-gejala lainnya.

Demi menjaga kesehatan para pekerja, karena mencegah itu lebih baik dari pada mengobati, maka selain alat perlindungan diri yang diberikan pada pekerja saat sedang bekerja juga diperlukan pemeriksaan kesehatan pekerja secara berkala. Hal ini perlu dilakukan untuk menilai apakah zat-zat kimia yang digunakan pekerja pada pekerjaannya sudah melebihi ambang batas normal pada tubuh sehingga berisiko menyebabkan penyakit kanker pada pekerja, sehingga kejadian penyakit kanker pada pekerja dapat dihindari.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

PENYAKIT KANKER AKIBAT KERJA