TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Peran Prajurit Kostrad Sebagai “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa” di Perbatasan

By 27 Jan 2017 13:21Kostrad
12

Generasi muda merupakan harapan dan masa depan bangsa harus dapat bersaing dalam menghadapi dan menyikapi kemajuan ilmu pengetahuan serta teknologi yang semakin hari semakin berkembang pesat.

Untuk memajukan generasi muda penerus bangsa ini perlu adanya keperdulian dan tanggung jawab kita bersama. Kepedulian ini ditunjukan oleh Satgas Yonif R 321/GT Kostrad menjadi guru pembantu di daerah perbatasan RI-RDTL, Nusa Tenggara Timur, Kamis (26/01/2017).

Untuk membantu proses belajar mengajar di perbatasan, Pos Haumeniana yang dipimpin Lettu Inf Sumarna merupakan bagian dari Satgas Pamtas Yonif R 321/GT Kostrad mengutus 2 (dua) prajuritnya menjadi tenaga pengajar di Sekolah Dasar Haumeniana.

Lettu Inf Sumarna mengatakan, sangat prihatin melihat murid kelas IV SD masih terbata-bata dalam membaca karena minimnya tenaga pendidik yang mengajari para murid. “Hal ini membuat kami tersentuh dan mengutus prajurit yang mempunyai kemampuan untuk mengajar dapat mengajari murid-murid di perbatasan,”ungkapnya.

Disamping itu, lanjut Sumarna, untuk menambah semangat para murid belajar, di Pos Haumeniana disiapkan taman bacaan agar para murid setelah pulang sekolah dapat belajar bersama. “Kami melihat, rata-rata anak-anak di perbatasan setelah pulang sekolah waktunya dihabiskan untuk bermain. Dengan adanya taman bacaan ini, diharapkan mereka makin tertarik untuk belajar,”ujarnya.

Danpos Sumarna menyampaikan, keberadaan prajurit Yonif Raider 321/Galuh Taruna disamping tugas pokoknya menjaga wilayah perbatasan, juga peduli kepada pendidikan anak-anak. “Menjadi guru itu adalah tugas mulia, tanpa mengharapkan imbalan tetapi sangat besar perannya dalam mencerdaskan generasi penerus bangsa,”sambungnya.

Sumarna juga menuturkan, buku-buku yang tersedia di taman bacaan meliputi buku sejarah, buku ilmu pengetahuan umum, buku pertanian dan peternakan, buku cerita anak, majalah dan buku rohani umat Katolik. “Buku-buku tersebut sengaja kami bawa dari Yonif Raider 321/Galuh Taruna Majalengka Jawa Barat untuk dibagikan kepada para murid di perbatasan,” tutupnya.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Peran Prajurit Kostrad Sebagai "Pahlawan Tanpa Tanda Jasa" di Perbatasan