TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Mahasiswa Harus Memiliki Jatidiri Bangsa yang Dilandasi Dasar Pancasila

By 16 Mar 2017 14:15Berita Satuan
bra11b

Kasdam VII Wirabuana Brigjen TNI Supartodi memberikan materi yang bertajuk “Penguatan Jati Diri Mahasiswa Sebagai Anak Bangsa” pada kegiatan pembekalan mahasiswa Kuliah kerja nyata (KKN) reguler angkatan ke-54 dan 55 Universitas Islam Negeri Alauddin tahun 2017 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pusat Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Alauddin Makassar, (15/3/2017) di Kampus II Samata Gowa.

Pembekalan diberikan kepada mahasiswa yang akan melaksanakan KKN bertujuan untuk memberikan pemahaman agar para mahasiswa UIN Alaudin senantiasa memiliki jati diri sebagai anak bangsa, rasa nasionalisme dan patriotisme yang tinggi, semangat pantang menyerah serta kerelaan untuk berkorban demi bangsa dan negaranya. Jati diri ini dapat diimplementasikan melalui pengabdian kepada masyarakat dengan mengaplikasikan ilmu yang telah didapat di kampus. Pembekalan ini juga mempunyai tujuan agar mahasiswa memahami bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dan majemuk apabila tidak dikelola dengan baik maka dapat berpotensi terjadinya perpecahan dan disintegrasi bangsa.

Mengawali ceramahnya Brigjen TNI Supartodi memberikan penjelasan tentang perkembangan lingkungan strategis dan pengaruh globalisasi mulai bidang hukum, HAM, lingkungan hidup dan teknologi informasi. Saat ini teritori suatu negara tidak ada sekat, tidak ada batas yang diakibatkan karena adanya pengaruh teknologi informasi. Penguatan jatidiri bangsa mulai dari aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya serta agama harus kuat dan kokoh menghadapi dampak arus globalisasi tersebut, hal ini perlu disikapi dengan baik, sehingga tidak berpotensi menghancurkan sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara yang mengganggu kedaulatan NKRI.

“Dunia maya bagian dari pengaruh pesatnya teknologi informasi yang telah menyebar keseluruh generasi dan tidak mengenal usia bahkan menjadi gaya hidup seseorang, bila tidak bijak menyikapi dan mengimplementasikan akan merubah watak, sikap dan perilaku seseorang. Pembentukan opini, melakukan provokasi, penyebaran berita hoax, paham radikal dan teroris sangat mudah melalui media sosial dan media internet lainnya,” ungkap Jenderal bintang satu yang mengawali karirnya di Yonif 726.

Kasdam juga mengingatkan kembali tentang ancaman atau penjajahan gaya baru melalui penggunaan Handphone (HP). Yang dijajah tidak merasa dijajah, rela keluarkan uang untuk penjajah (HP), penjajahan sampai ke rumah-rumah, menokohkan penjajah sebagai pahlawan. Kenyataan seperti ini tidak bisa dipungkiri lagi.

Menyinggung masalah Narkoba, Kasdam juga meyampaikan tentang bahaya penggunaan Narkoba. “Bahaya dan ancaman Narkoba bisa menghancurkan generasi penerus (lost generation), oleh karena itu Indonesia dalam keadaan darurat Narkoba dan Sulawesi Selatan termasuk Provinsi yang dalam kategori darurat Narkoba, sangat menyedihkan”, ungkapnya.

Dikatakan Kasdam, mahasiswa harus memiliki jatidiri bangsa yang dilandasi dasar Pancasila, centre of gravity sebagai perekat dan pemersatu bangsa adalah Bhineka Tunggal Ika, mengamalkan nilai-nilai Pancasila dengan baik agar bangsa Indonesia tetap kuat dan disegani bangsa-bangsa di dunia karena memiliki komitmen dan jatidiri bangsa dalam ber-Bhineka Tunggal Ika.

Sebelum mengakhiri ceramahnya Brigjen TNI Supartodi, mencuplik ungkapan Raja Salman yang baru saja berkunjung ke Indonesia, “Harmoni menjadi salah satu pilar penyokong stabilitas di Indonesia, itulah pentingnya toleransi”. Sebanyak 2.920 Mahasiswa mengikuti pembekalan dari delapan fakultas dan akan melaksanakan KKN selama 2 bulan mulai tanggal 24 Maret 2017 sampai tanggal 28 Mei 2017 di 12 kabupaten Provinsi Sulawesi Selatan. (Pendam VII/Wrb)

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Mahasiswa Harus Memiliki Jatidiri Bangsa yang Dilandasi Dasar Pancasila