TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

BIOS 44 Dikembangkan Untuk Mereklamasi Lahan Eks Tambang

By 19 Apr 2017 14:25Berita Satuan
bra3a

TNI AD – Palembang. Mengantisipasi terjadinya kerusakan lahan yang semakin meluas, Kodam II/Sriwijaya beserta Korem 044/Gapo dan Kodim 0405/Lahat mencoba melakukan upaya reklamasi dengan menebar BIOS 44 yang dilakukan di lahan eks tambang batubara milik masyarakat dan PT. Golden Great Borneo (GGB), di Lahat, Sumatera Selatan, Selasa (18/4/2017).

Pangdam II/Swj Mayjen TNI Sudirman SH. M.H., M.M. didampingi Danrem 044/Gapo Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo, S.IP., Dandim 0405/Lahat Letkol Czi Srihartono, S.E. dan Direktur Utama PT GGB Sucipto S.T, disela kegiatan aksi tanam pohon di lahan eks tambang GGB mengatakan, bahwa lahan eks tambang selama ini tidak bisa ditanami tanaman apapun karena lahannya tandus, tetapi kini sudah bisa ditanami tanaman karena menggunakan BIOS 44.

”BIOS 44 terbukti mampu mengatasi kadar PH air yang kurang baik, makanya perlu ditebar BIOS 44.”Ternyata setelah kita tebar dan ditanami tanaman, tanaman itu bisa hidup dengan subur,” kata Mayjen TNI Sudirman, SH. M.H., M.M.

Pangdam menyampaikan, BIOS 44 merupakan hasil karya dari Korem 044/Gapo yang awalnya dibuat untuk mengatasi kebakaran lahan dan hutan, kemudian terus dikembangkan ke fungsi lain termasuk untuk menyuburkan tanah.“Bahkan, temuan cairan yang dapat menyuburkan tanah dan beberapa fungsi lain sudah dipatenkan, juga sudah dipresentasikan di banyak tempat termasuk di Maroko,” ujarnya.

Lebih lanjut Pangdam mengungkapkan, setelah melalui proses yang panjang, tentunya temuan BIOS 44 ini diharapkan mampu menjadi harapan baru bagi masyarakat serta para petani yang selama ini kesulitan menggarap lahan yang kadar PH-nya rendah dan tidak subur, sehingga biaya produksi tinggi.

“Sekarang setelah beberapa bulan ditebar BIOS 44, kita tanami tanaman nangka dan beberapa jenis tanaman lain. Kita sudah bisa melihat sama-sama tanaman mulai tumbuh diatas lahan eks tambang Batubara,”tutur Pangdam II/Swj.

Sementara itu Direktur Utama PT. GGB Sucipto S.T. memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas upaya dan temuan BIOS 44 itu, sehingga mampu membantu mengatasi permasalahan yang selama ini menjadi kendala bagi masyarakat yang lahannya ada tambang batubara. “Selama ini lahan tidak dapat dimanfaatkan pasca dilaksanakan pertambangan, namun kini pasca lahan sudah direklamasi maka dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat,”ungkapnya.

“Ini teknologi yang sangat membantu, kita berharap ke depan akan semakin banyak lahan yang dapat digarap dengan maksimal dengan menggunakan BIOS 44,” sambung Sucipto, S.T.

Sebagai bentuk apresiasi atas pertemuan yang dilakukan oleh pihak Perusahaan dan jajaran Kodam II/Swj serta Korem 044/Gapo, maka beberapa hektar lahan yang ada di PT. GGB siap direklamsi dengan menggunakan BIOS 44, dengan harapan ke depan akan semakin banyak manfaat yang akan didapat dari hasil reklamasi tersebut.

Seperti diketahui, BIOS 44 berfungsi mengubah dan mempertahankan stuktur tanah, produksi BIOS 44 sudah dipergunakan sejak April 2016 lalu oleh Tim Satgas Penanggulangan Karhutla Provinsi Sumsel sebagai pencegahan terjadi kebakaran lahan gambut. Penggunaannya sendiri disebar melalui water bombing pada lahan-lahan gambut yang berpotensi terbakar yakni di wilayah OKI, OI, Banyuasin dan Musi Banyuasin.

BIOS 44 sendiri merupakan mikro organisme yang berkembang dan membentuk jaringan (stuktur) tanah baru. Dalam kondisi inilah, gambut lebih mudah dikelola (produktif). Temuan ini juga sudah diujicobakan pada lahan sawah masyarakat petani di daerah Rambutan Kabupaten Banyuasin serta di Kabupaten OKI dan sekarang dikembangkan lagi dikawasan bekas tambang di Kabupaten Lahat.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

BIOS 44 Dikembangkan Untuk Mereklamasi Lahan Eks Tambang