TNI AD - Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat

Kami Percaya Kalau Pembangunan Diserahkan Kepada TNI Hasilnya Akan Memuaskan

By 07 Apr 2017 17:04Berita Satuan
IMG-20170407-WA0033

 
Menjelang purna tugas, Satgas Yonif Mekanis 516/CY bangun sebuah Gereja di sebuah Kampung terpencil di Perbatasan RI – PNG, dimana sudah puluhan tahun masyarakat mendambakan adanya rumah ibadah tersebut. Peresmian penggunaan Gereja dilaksanakan oleh Bupati Keerom, Drs Celcius Watae, M.H., bersama Dansatgas Yonif Mekanis 516/CY Letkol Inf Lukman Hakim, Rabu (5/4/2017).

Masyarakat Kampung Ampas, Distrik Waris, Kabupaten Keerom, kini merasa bangga dan bahagia, karena kini mereka memiliki sebuah bangunan Gereja yang lama mereka idam-idamkan. Pagi hari disaat kabut masih menyelimuti kampung, masyarakat berduyun-duyun hadir untuk menyaksikan peresmian dan pemberkatan Gereja Santo Petrus.

Kehadiran Bupati Keerom, Drs. Celcius Watae, M.H., dan Dansatgas Yonif Mekanis 516/CY Letkol Inf Lukman Hakim disambut tarian adat yang dibawakan oleh pemuda dan pemudi warga Kampung Ampas sebagai ungkapan selamat datang di Kampung Ampas.

Peresmian gereja diawali dengan pembukaan selubung nama gereja oleh Bupati Keerom dilanjutkan penandatanganan prasasti peresmian Gereja Santo Petrus oleh Dansatgas Yonif Mekanis 516/CY Letkol Inf Lukman Hakim dan Bupati Keerom Bapak Drs. Celcius Watae, M.H.

Gereja Santo Petrus yang baru diresmikan penggunaannya ini, dibangun oleh Prajurit Satgas Yonif Mekanis 516/CY, bergotong-royong bersama masyarakat Kampung Ampas. Sebelum adanya Gereja Santo Petrus ini, masyarakat Ampas melaksanakan kegiatan ibadah menumpang di sebuah bangunan SD. Hal ini terpaksa dilakukan oleh para jemaat, karena tidak adanya gereja di kampung Ampas, walau dengan segala keterbatasan sarana ibadah, tidak menyurutkan jemaat Ampas dalam melaksanakan ibadah.

Melihat kondisi tersebut, telah mengetuk hati prajurit Satgas Yonif Mekanis 516/CY untuk membantu kesulitan masyarakat di perbatasan RI – PNG. Dengan modal semangat dan keyakinan, dimulailah pembangunan Gereja pada awal Januari 2017. Upaya yang dilakukan oleh Satgas Yonif Mekanis 516/CY mendapatkan perhatian dari Pangdam XVII/Cenderawasih, Danrem 172/PWY dan Bupati Keerom, dengan mendukung materiil yang dibutuhkan dalam pembangunan Gereja ini.

Dalam sambutan acara peresmian Gereja Santo Petrus, Bupati Keerom Drs. Celcius Watae, M.H. menyampaikan ucapan syukur dan terima kasih serta penghargaan kepada Satgas Yonif Mekanis 516/CY yang telah membantu membangun gereja Santo Petrus, sehingga kini masyarakat Kampung Ampas memiliki gereja sendiri dan tentunya tidak lagi menggunakan bangunan SD untuk ibadah. “Kami bangga dengan Satgas Yonif Mekanis 516/CY, ternyata TNI tidak hanya angkat senjata, tapi juga pandai menggunakan alat-alat pertukangan dan membantu masyarakat bangun gereja. Kami percaya kalau pembangunan diserahkan kepada TNI hasilnya akan memuaskan,” ungkap Celcius Watae.

Ditemui setelah memimpin pemberkatan gereja, Pastor Krisphinus Bidi, SVD selaku Pastor Dekenat Keerom mengucapkan terima kasih atas kerja keras dan perhatian Satgas Yonif Mekanis 516/CY kepada umat dan masyarakat Ampas, sehingga bisa memenuhi kerinduan dan harapan mereka yang sudah sekian lama ingin memiliki rumah ibadah sendiri. “Kami sungguh sangat merasakan kehadiran Satgas Yonif Mekanis 516/CY yang bertugas di perbatasan RI – PNG, selalu membantu mengatasi kesulitan rakyat, salah satunya dengan membangun gereja ini,” ujar Pastor Krisphinus.

Kegembiraan dan rasa syukur tidak hanya dirasakan oleh jemaat gereja Santo Petrus di kalangan tua maupun dewasa, Avrian May siswa kelas 4 SD Inpres Ampas juga sangat senang dengan dibangunnya gereja. “Saya tidak lagi ibadah di sekolah, saya dan teman-teman dapat beribadah di gereja yang baru, saya mau bilang terima kasih sama bapak TNI yang sudah bangun gereja untuk kami,” ungkap Avrian.

Sementara itu, Dansatgas Yonif Mekanis 516/CY Letkol Inf Lukman Hakim yang juga turut memberikan sambutan dalam peresmian penggunaan gereja menyampaikan ungkapan rasa senang, terharu dan bangga dapat membantu mewujudkan pembangunan gereja di Kampung Ampas. “Ini adalah kenang-kenangan kami untuk masyarakat perbatasan, semoga dengan adanya sarana rumah ibadah yang sederhana ini, masyarakat dapat lebih giat lagi dalam beribadah,” pungkas Dansatgas.

Kirim Komentar/Pertanyaan

Verifikasi CAPTCHA *

Kami Percaya Kalau Pembangunan Diserahkan Kepada TNI Hasilnya Akan Memuaskan